RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Masuki Bulan Suro, Pengusaha Dekorasi Turun Omset Hingga 80 Persen

Masuki Bulan Suro, Pengusaha Dekorasi Turun Omset Hingga 80 Persen

Masuki Bulan Suro, Pengusaha Dekorasi Turun Omset Hingga 80 Persen

Memasuki Bulan Suro para pelaku usaha jasa sewa dekorasi mengeluh sepi order. Hal itu karena dibulan tersebut masyarkat tidak berani menggelar hajatan. Menurut mitos yang berkembang, hal itu akan menimbulkan bencana jika dilanggar.

Hal ini salah satunya menimpa Pemilik Elsamba Dekoration, Elba Sambara warga Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kepada media ia menuturkan bahwa saat memasuki bulan Suro ini cukup sepi job tak seperti biasanya.

“Cukup sepi. Dengan perbandingan bulan Besar kemarin perminggunya ada 8 hingga 15 proges. Namun bulan ini hanya ada 1 hingga 3 proges,”katanya saat ditemui wartawan belum lama ini.

Menurutnya hal ini karena masyarakat Jawa itu masih mengadopsi budaya Suro, sehingga jika menggelar acara akad atau pemberkatan dianggap pamali.

“Jadi paling yang ada cuma resepsi digedung. Untuk akad ataupun pemberkatan masih jarang banget,”jelas Elba.

Elba menuturkan penurunan omset dibulan Suro ini cukup drastis yakni sekitar 70 hingga 80 persen.

Elba Sambara pemilik Elsamba Dekoration

Disinggung melayani apa saja sih Elsamba Dekoration, Elba menuturkan bahwa sebenarnya usahanya sepesialis di wedding. Namun juga melayani acara ulang tahun, dan berbagai event yakni event kantor, kebudayaan dan khitanan ataupun peringatan hari besar.

“Untuk harga menyesuikan tempat. Misalnya di Salatiga, pasti harganya relatif lebih murah dibanding Kota Semarang. Selain itu perbedaan tempat atau space dan konsep sebagaimana permintaan pengantin juga berpengaruh diperbedaan harga,”ungkapnya.

Dijelaskan Elba, harga untuk standar di Kota Salatiga sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Dan pada bulan bulan tertentu ada perbedaan harga karena mengikuti harga bunga di pasar. (rief)

BACA JUGA :

Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Jaksa Masuk Pesantren, Kejari Salatiga Wanti-wanti Santri agar Tidak Terjerat Kasus Hukum
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani