KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Masuki Bulan Suro, Pengusaha Dekorasi Turun Omset Hingga 80 Persen

Masuki Bulan Suro, Pengusaha Dekorasi Turun Omset Hingga 80 Persen

Masuki Bulan Suro, Pengusaha Dekorasi Turun Omset Hingga 80 Persen

Memasuki Bulan Suro para pelaku usaha jasa sewa dekorasi mengeluh sepi order. Hal itu karena dibulan tersebut masyarkat tidak berani menggelar hajatan. Menurut mitos yang berkembang, hal itu akan menimbulkan bencana jika dilanggar.

Hal ini salah satunya menimpa Pemilik Elsamba Dekoration, Elba Sambara warga Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kepada media ia menuturkan bahwa saat memasuki bulan Suro ini cukup sepi job tak seperti biasanya.

“Cukup sepi. Dengan perbandingan bulan Besar kemarin perminggunya ada 8 hingga 15 proges. Namun bulan ini hanya ada 1 hingga 3 proges,”katanya saat ditemui wartawan belum lama ini.

Menurutnya hal ini karena masyarakat Jawa itu masih mengadopsi budaya Suro, sehingga jika menggelar acara akad atau pemberkatan dianggap pamali.

“Jadi paling yang ada cuma resepsi digedung. Untuk akad ataupun pemberkatan masih jarang banget,”jelas Elba.

Elba menuturkan penurunan omset dibulan Suro ini cukup drastis yakni sekitar 70 hingga 80 persen.

Elba Sambara pemilik Elsamba Dekoration

Disinggung melayani apa saja sih Elsamba Dekoration, Elba menuturkan bahwa sebenarnya usahanya sepesialis di wedding. Namun juga melayani acara ulang tahun, dan berbagai event yakni event kantor, kebudayaan dan khitanan ataupun peringatan hari besar.

“Untuk harga menyesuikan tempat. Misalnya di Salatiga, pasti harganya relatif lebih murah dibanding Kota Semarang. Selain itu perbedaan tempat atau space dan konsep sebagaimana permintaan pengantin juga berpengaruh diperbedaan harga,”ungkapnya.

Dijelaskan Elba, harga untuk standar di Kota Salatiga sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta. Dan pada bulan bulan tertentu ada perbedaan harga karena mengikuti harga bunga di pasar. (rief)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
[pekok2]