URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Siswa SMKN 1 Tengaran, Kabupaten Semarang, berhasil menciptakan prototipe mobil listrik X-SATA EV dalam waktu singkat. Dengan bimbingan dan upaya kolaboratif dari guru dan industri, sekolah tersebut mendorong siswa untuk menjadi pionir dalam inovasi teknologi kendaraan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Mengintip Kekuatan Mobil Listrik Hasil Karya Siswa SMK Negeri 1 Tengaran

Mengintip Kekuatan Mobil Listrik Hasil Karya Siswa SMK Negeri 1 Tengaran

Mengintip Kekuatan Mobil Listrik Hasil Karya Siswa SMK Negeri 1 Tengaran

Siswa SMKN 1 Tengaran, Kabupaten Semarang, berhasil menciptakan prototipe mobil listrik X-SATA EV dalam waktu singkat. Dengan bimbingan dan upaya kolaboratif dari guru dan industri, sekolah tersebut mendorong siswa untuk menjadi pionir dalam inovasi teknologi kendaraan.
Foto dok IST
Sejumlah wartawan dari Salatiga saat menjajal kekuatan Mobil Listrik hasil karya siswa SMK Negeri 1 Tengaran X-sata. 
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Siswa SMKN 1 Tengaran, Kabupaten Semarang, berhasil membuat mobil listrik hanya dalam waktu 3 minggu. Hasil kreasi siswa SMK Negeri 1 Tengaran, kabupaten Semarang, ini kemudian diberi nama X-SATA EV.

Kepada rasikafm.com, Kepala SMK Negeri 1 Tengaran, Farida Fahmalatif, mengaku ide awal pembuatan mobil listrik ini berasal dari tantangan yang ia diberikan kepada siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Apalagi dalam himne sekolah ada salah satu lirik yang menyebutkan bahwa siswa SMKN 1 Semarang haruslah menjadi pionir atau pencipta mobil.

[custom-related-posts title=”Kabar Terkait :” order=”ASC”]

“Kebetulan di mars [himne] lagu kami [SMKN 1 Tengaran] ada lirik yang menyatakan bahwa kami adalah pencipta mobil teknologi ganda. Nah, saya bilang ini liriknya yang mau diganti atau berusaha mewujudkan [mimpi] itu,” terang Farida diruang kerjanya Senin (23/10/2023).

Berawal dari itu, pihak sekolah pun akhirnya berupaya mewujudkan mimpinya. Bekerja sama dengan Estima Industry di Solo, SMKN 1 Tengaran pun mengirim siswa dan guru untuk belajar perakitan dan pembuatan mobil listrik.

“Kemudian mobil listrik dikerjakan di sini. Mulai dari awal hingga akhir, yang melibatkan peserta didik,” tambahnya.

Dia mengaku meskipun sudah jadi dan bisa dikendarai, namun saat ini mobil listrik buatan SMKN 1 Tengaran Semarang baru sebatas prototipe. Mobil yang diberi nama X-SATA EV ini masih membutuhkan banyak pengembangan.

“Anak-anak inilah nanti yang akan menerima fresh ilmunya, itu baik dari industri dan dari bapak-ibu guru. Jadi yang jelas, tujuan utamanya adalah untuk peningkatan kualitas pembelajaran, dan pada ending-nya adalah kualitas peserta didik itu sendiri,” terang Farida.

Sementara itu, guru teknik otomotif SMKN 1 Tengaran, Aris Abadi, membeberkan proses pembuatan mobil listrik tersebut. Ia menyebut ada tiga tim yang terlibat dalam pembuatan mobil listrik ini, yakni tim sasis, elektrikal, dan finisihing.

Kepala SMK N 1 Tengaran Farida Fahmalatif. (Foto dok IST)

Diakuinya kesulitan dalam pembuatan mobil listrik ini adalah perubahan pengajaran dari mobil berbahan bakar BBM ke mobil listrik. Selain itu juga pada pembuatan kerangka mobil yang baru.

“Tantangannya adalah bagaimana mobil ini benar-benar layak dipakai di jalan umum. Mobil ini juga benar-benar menggunakan kerangka baru, bukan kerangka dari mobil lama,” kata Aris.

Setelah jadi Mobil yang diberi nama X-SATA EV ini bisa melaju dengan kecepatan rata-rata 60 km per jam dengan jarak tempuh mencapai 60 km.

“Tanjakan kita juga pernah mencoba dan turunan juga pernah mencoba. Ternyata tidak masalah, karena daya listrik mencapai 15.000 kilowatt,” ungkap Aris.

Sementara itu pantauan Rasika FM dilapangan, mobil listrik mampu dinaiki 6 orang dewasa dan bisa berjalan cukup kencang.

– Farida Fahmalatif.,S.Pd.,M.Pd, kepala SMK N 1 Tengaran.
– Seorang guru sedang mencoba mobil listrik.

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
DPRD Kabupaten Semarang Desak Galian C Dipersempit, Nilai Kerusakan Lingkungan Tak Sebanding dengan Manfaat
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Keluhan Jalan Rusak Masih Mendominasi Aduan Warga Kabupaten Semarang, DPU Akui Keterbatasan Anggaran
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta