URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Senat Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengadakan Pawai Budaya IICF (Indonesian International Culture Festival) 2023 pada Sabtu (17/06/2023) pagi. Acara ini disambut oleh Rektor UKSW, Prof. Dr. Intiyas Utami, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan, Prof. Ferdy S. Rondonuwu, M.Sc., serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Meriah, 22 Etnis di UKSW Suguhkan Pawai Budaya IICF 2023

Meriah, 22 Etnis di UKSW Suguhkan Pawai Budaya IICF 2023

Meriah, 22 Etnis di UKSW Suguhkan Pawai Budaya IICF 2023

Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak. didampingi kepala dinas pariwisata Salatiga melepas Pawai Budaya IICF 2023.
Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak. didampingi kepala dinas pariwisata Salatiga melepas Pawai Budaya IICF 2023.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA - Senat Mahasiswa Universitas (SMU) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali adakan kegiatan Pawai Budaya IICF (Indonesian International Culture Festival) 2023, Sabtu (17/06/2023) pagi. Pawai Budaya dilepas oleh Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, didampingi Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Ferdy S. Rondonuwu, M.Sc., dan juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Salatiga.

Rektor Intiyas dalam sambutannya mengatakan bahwa Pimpinan Universitas sangat mengapresiasi positif kegiatan IICF yang diadakan Senat Mahasiswa Universitas ini. Dikatakannya, UKSW sebagai Kampus Indonesia Mini mempunyai tugas untuk ikut menjaga persatuan Indonesia.

Ditegaskannya, Pawai Budaya adalah simbol penghormatan atas perbedaan, dan juga simbol keyakinan Bhinneka Tunggal Ika bisa kokoh berdiri di Indonesia.

Pantauan media, opening ceremony dimulai pada pukul 08.00 di Lapangan Sepakbola UKSW. Setelah acara Opening Ceremony, pada pukul 09.30 barisan pawai keluar dari kampus UKSW dan melewati rute Jl. Monginsidi – Selasar Kartini – Jl. Moh Yamin – Jl. Langensuko – Bundaran Taman Sari – Jl. Diponegoro dan kembali lagi ke kampus UKSW.

Pawai Budaya diisi 22 kelompok etnis yang ada di UKSW. Kelompok etnis tersebut adalah Rukun Pelajar dan Mahasiswa Paguyuban Mahasiswa Talaud se-DIY dan Jateng (PORODISA), Perhimpunan Alumni, Mahasiswa dan Pelajar Kalimantan Tengah (PAMPAKAT), Komunitas Mahasiswa Perantauan Lampung di Kota Salatiga (K’MPLANG), Ikatan Keluarga Mahasiswa dan Siswa Timor di Salatiga (IKMASTI), Rukun Pelajar dan Mahasiswa Etnis Minahasa di Salatiga (PINAESAAN), Rukun Keluarga Mahasiswa Sulawesi Tengah di Salatiga (RUMA SULTENG), Persekutuan Keluarga Mahasiswa Siswa Toraja Salatiga (PKMST), Kerukunan Masyarakat Moloku Kie Raha di Salatiga (KEMAMORA), Ikatan Generasi Muda Karo Salatiga- Jawa Tengah (IGMK), Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Maluku Salatiga (HIPMMA), dan Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Papua Barat (HIMPAR).

Lainnya, Perhimpunan Keluarga Kalimantan Salatiga (PERKKASA), Kerukunan Mahasiswa Sangihe di Salatiga (SENGKANAUNG), Himpunan Mahasiswa/i Sumatra Selatan (HIMMASS), Ikatan Mahasiswa Sulawesi Tenggara (IMASULTRA), Parsadaan Horja Batak Toba Salatiga (PARHOBAS), Persatuan Warga Sumba di Salatiga (PERWASUS), Himpunan Mahasiswa Alor di Salatiga (HIMMASAL), Ikatan Keluarga Ononiha Salatiga (IKAONI), Ikatan Mahasiswa Jawa Salatiga (IKMASJA), Keluarga Besar Bali di Salatiga (KBBS), Ikatan Keluarga Simalungun (IKS), dan Parurukat Togat Mentawai (PATOMEN).

Rakhen Hussein Aryo Prabowo ketua IICF 2023 mengungkapkan, selain barisan etnis yang menampilkan pakaian adat dan rumah adat, Pawai Budaya juga dimeriahkan oleh CS MarchingBlek, Barongsai, dan juga kelompok drumblek lainnya yang ada di Salatiga.

Pawai Budaya menjadi salah satu bagian dari Rangkaian kegiatan IICF yang mengusung tema “Hartakara Buddhayah”. Sebelumnya telah diadakan kegiatan Goyang Nusantara dan juga Culture Acoustics Food Fest. Sebagai puncak, juga akan diselenggarakan Pesta Budaya dan Closing Ceremony sebagai acara puncak, Juli mendatang.

Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, Saat diwawancarai perihal Pawai Budaya IICF 2023. (Video: dok IST)

BACA JUGA :

Sebanyak 111 siswa SMP Arunika dan SD School of Life Lebah Putih mengikuti Kemah Alih Golongan 2026 di Bumi Perkemahan Kuncen, Polobogo, Kabupaten Semarang. Kegiatan dikemas sebagai pembelajaran berbasis pengalaman untuk melatih kemandirian, kerja sama, pemecahan masalah, dan kemampuan berpikir kritis melalui berbagai tantangan di alam.
Ratusan Siswa ikuti Kemah Alih Golongan, Tanamkan Sikap Belajar Mandiri, dan Bekerja Sama di Alam
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Sebanyak 165 warga binaan Rutan Kelas IIB Salatiga mengikuti Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar BPS Kota Salatiga di Aula Rutan, Kamis (20/8/2026). Pendataan tersebut dilakukan untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan, sekaligus memperkuat sinergi antara BPS dan jajaran pemasyarakatan.
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Rutan Salatiga
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga