RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Oknum DPRD Diduga Aniaya Wanita di Bandungan, Ketua Fraksi PPP: Bukan dari DPRD Kabupaten Semarang

Oknum DPRD Diduga Aniaya Wanita di Bandungan, Ketua Fraksi PPP: Bukan dari DPRD Kabupaten Semarang

Oknum DPRD Diduga Aniaya Wanita di Bandungan, Ketua Fraksi PPP: Bukan dari DPRD Kabupaten Semarang

Tangkapan layar video akun TikTok @liongred yang menunjukkan kuasa hukum bersama korban saat mendatangi layanan SPKT Polres Semarang, Senin (13/4/2026).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dugaan kasus penganiayaan terhadap seorang wanita di sebuah tempat karaoke di kawasan Bandungan, Kabupaten Semarang, ramai di media sosial. Hal ini mencuat setelah beredarnya video pernyataan kuasa hukum korban di akun TikTok @liongred.

Dalam video tersebut, kuasa hukum menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban dan terduga pelaku bersama-sama mendatangi sebuah tempat karaoke di Bandungan.

Setelah mengonsumsi minuman keras hingga dalam kondisi mabuk, oknum anggota dewan yang disebut-sebut berasal dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diduga melakukan penganiayaan secara berulang hingga korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, mulai dari lengan, paha, punggung, hingga wajah. Bahkan disebutkan hidung korban mengalami pergeseran ke arah kanan akibat kekerasan yang diterima.

Kuasa hukum juga menyampaikan bahwa dirinya bersama korban sempat mendatangi Polres Semarang pada Senin (13/4/2026) dengan maksud melaporkan kejadian tersebut. Mereka meminta aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dan menegakkan hukum secara adil.

Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Semarang, Zaenudin, angkat bicara terkait kabar yang beredar tersebut. Zaenudin mengaku baru mengetahui peristiwa itu dari video yang viral di media sosial. Setelah melakukan penelusuran internal, ia menyebut bahwa oknum yang diduga terlibat bukan berasal dari DPRD Kabupaten Semarang.

“Saya baru melihat informasinya dari video yang beredar, lalu saya coba konfirmasi ke teman-teman. Informasinya, yang bersangkutan merupakan anggota DPRD dari Kabupaten Temanggung. Hanya saja, kejadian berlangsung di wilayah Kabupaten Semarang,” jelas Zaenudin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (14/4/2026).

Terkait dugaan keterlibatan kader Partai PPP, Zaenudin menyatakan pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut. Namun ia menegaskan, partainya tidak mentoleransi segala bentuk kekerasan.

“Apapun bentuknya, kekerasan adalah tindak pidana dan tidak bisa dibenarkan. Kami dari PPP tentu tidak membenarkan tindakan seperti itu,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, selama ini situasi di Kabupaten Semarang relatif kondusif dan tidak diwarnai kasus serupa.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menyampaikan, hingga saat ini belum ada aduan yang diterima.

“Mohon maaf, belum ada aduan, jadi kami belum dapat memberikan keterangan,” terangnya, melalui pesan singkat.

Ia mengatakan, rencana pelaporan akan dilakukan. Namun, ternyata belum terealisasi dan kemungkinan baru akan diajukan hari ini.

“Semalam tidak jadi (laporan). Mau buat lapor hari ini,” ucapnya. (win)

BACA JUGA :

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi mencapai permukaan Jawa Tengah berdasarkan pemantauan dan uji paper test di sejumlah wilayah, termasuk Semarang, Tegal, dan Cilacap. Pemprov Jateng, BPBD, BMKG, dan Dinkes meminta masyarakat tetap waspada tanpa panik, terutama terhadap paparan PM2,5 dan debu selama musim kemarau yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Imbas GAK, Pemkot Semarang Minta Warga tidak Panik
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Penerbangan Ditutup Imbas Abu Vulkanik Krakatau, KAI Operasikan Kereta Api Tambahan Tujuan Jakarta
Kerangka Manusia Ditemukan di Jangli Semarang, Diduga Remaja Asal Bergas yang Hilang Setahun Lalu
Jejak Perangkat Elektronik Antar Polisi Ungkap Kasus Hilangnya Mozza, Terduga Pelaku Pembunuhan Ditangkap di Blora
Identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan Jangli, Semarang, mulai mengerucut pada Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Gebugan, Bergas, yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Keluarga mengenali sejumlah ciri, seperti gigi lengkap, gingsul, tambalan gigi, dan jepit rambut. Polisi masih menunggu pemeriksaan forensik dan pencocokan DNA.
Gingsul, Tambalan Gigi hingga Jepit Rambut: Ciri Kerangka Jangli Mengarah ke Mozza

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Tim Penilai Blackspot Therapy Polda Jawa Tengah melakukan survei dan penilaian Jalur Penyelamat di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, Selasa (1/9/2026), untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan. Tim memeriksa kondisi jalan, rambu, marka, fasilitas keselamatan, dan lingkungan sekitar sebagai dasar penyusunan rekomendasi penanganan.
Tim Polda Jateng Cek Jalur Penyelamat JLS Salatiga, Amati Situasi Lalin Penyebab Laka
                 

Warning: Undefined variable $output in /home/u503210056/domains/rasikafm.com/public_html/wp-content/plugins/pekok/pekok.php on line 157