RASIKAFM.COM | UNGARAN – Petugas di Terminal Tipe A Bawen memperketat pelaksanaan ramp check terhadap bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang melintas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada dalam kondisi laik jalan, seiring potensi peningkatan jumlah bus menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Bawen, Imron, menyampaikan pemeriksaan kendaraan dilakukan secara menyeluruh, meliputi aspek teknis dan kelengkapan keselamatan bus. Ia memprediksi pada H-2 Nataru jumlah bus yang masuk ke Terminal Bawen akan mengalami kenaikan signifikan.
“Pada hari normal, rata-rata sekitar 189 bus melintas setiap hari. Menjelang Nataru jumlah tersebut diperkirakan bisa meningkat hingga sekitar 250 armada,” ujar Imron, Rabu (17/12/2025).
Menurutnya, Terminal Bawen masih menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Semarang karena berada di kawasan Simpang Bawen yang dikenal sebagai salah satu titik rawan kemacetan. Oleh karena itu, selain ramp check, pengelola terminal juga melakukan antisipasi agar tidak terjadi penumpukan penumpang.
“Kami pasang papan informasi jadwal keberangkatan bus untuk memudahkan penumpang, sekaligus mengatur arus penumpang agar lebih tertib,” jelasnya.
Imron menambahkan, berbagai fasilitas pendukung di terminal turut ditingkatkan, mulai dari ruang tunggu, area bermain anak, hingga tempat istirahat. Meski Terminal Bawen hanya berfungsi sebagai terminal transit, pelayanan kepada penumpang tetap diupayakan maksimal.
“Dari pengalaman sebelumnya, tren untuk penumpang memang tidak pernah terjadi lonjakan tajam. Apalagi kali ini bertepatan liburan sekolah, sehingga yang justru meningkat adalah pengguna kendaraan pribadi,” imbuhnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, memperkirakan selama masa libur Nataru 2026 akan terjadi peningkatan volume kendaraan yang melintas di wilayah Kabupaten Semarang hingga 60 persen. Kondisi tersebut mendorong Dishub untuk mengoptimalkan pengawasan keselamatan transportasi, termasuk melalui ramp check bus AKAP.
“Kami juga menyiagakan 160 personel yang akan disiagakan di pos pengamanan, titik-titik rawan kemacetan, serta patroli mobile. Selain darat, pengawasan juga dilakukan di wilayah perairan, khususnya pada operasional perahu wisata di kawasan Rawa Pening, Bukit Cinta, dan lokasi wisata air lainnya,” terangnya.
Selain kawasan wisata, Dishub juga memberi perhatian khusus pada tiga titik krusial, yakni Simpang Tiga Bawen, Exit Tol Bawen, serta ruas jalan di sekitar Pasar Hewan Ambarawa. (win)