KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

PGRI Kabupaten Semarang Usulkan Perlindungan Guru Masuk RUU Sisdiknas

PGRI Kabupaten Semarang Usulkan Perlindungan Guru Masuk RUU Sisdiknas

PGRI Kabupaten Semarang Usulkan Perlindungan Guru Masuk RUU Sisdiknas

Eko Lesmono, Ketua PGRI Kabupaten Semarang. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Semarang, Eko Lesmono, menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Komisi X DPR RI terkait perlindungan guru hingga penyelesaian tenaga non-ASN, dalam agenda dialog pendidikan baru-baru ini.

Eko menegaskan, poin utama yang disampaikan adalah pentingnya memasukkan klausul khusus tentang perlindungan guru dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang diharapkan masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.

“Kami berharap ada pasal khusus yang memberikan jaminan perlindungan dan kenyamanan bagi guru saat menjalankan tugasnya, sehingga tidak mudah dikriminalisasi. Semacam imunitas profesi ketika guru melaksanakan kewajibannya secara profesional,” ujarnya.

Selain perlindungan hukum, PGRI Kabupaten Semarang juga menyoroti penyelesaian tenaga non-ASN, khususnya guru honorer. Pasalnya, saat ini pemerintah daerah tidak lagi diperbolehkan mengangkat tenaga honorer baru, sementara setiap tahun terjadi pensiun guru yang berpotensi menimbulkan kekosongan formasi.
Ia berharap ada percepatan pengangkatan ASN sesuai kebutuhan dan formasi di masing-masing kabupaten/kota agar kekosongan akibat pensiun dapat segera terisi.

“Kami meminta ada solusi konkret, termasuk percepatan pengangkatan PNS maupun PPPK sesuai formasi daerah. Jangan sampai terjadi kekosongan guru karena tidak boleh lagi mengangkat honorer,” tegasnya.

PGRI juga menanggapi rencana sentralisasi pengelolaan guru dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Menurut Eko, kebijakan tersebut pada prinsipnya baik, namun pelaksanaannya harus mempertimbangkan kearifan lokal.

“Redistribusi guru sebaiknya berbasis kearifan lokal, agar guru tidak terlalu jauh dari domisili dan tetap memperhatikan kondisi sosial di daerah,” katanya.

Terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang kini dicairkan setiap bulan, Eko menyampaikan apresiasi atas kelancaran pencairan. Namun, masih ada sejumlah guru yang mengalami kendala akibat persoalan validasi data dan ijazah, terutama bagi guru yang baru menerima sertifikat pendidikan profesi.

“Harapan kami, dinas terkait dapat segera menyelesaikan persoalan administrasi tersebut agar hak guru dapat diterima tepat waktu,” ungkapnya.

Secara umum, Eko menyebut dua isu paling mendesak bagi guru saat ini, yakni pengesahan RUU Sisdiknas yang memuat perlindungan guru serta penyelesaian status dan kesejahteraan tenaga non-ASN. Di Kabupaten Semarang, jumlah anggota PGRI aktif tercatat sekitar 7.600 orang. Sementara total guru secara keseluruhan diperkirakan mencapai 12.000 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 660 guru tidak tetap (GTT/PTT) di sekolah negeri yang berstatus non-ASN.

“Sebagian dari mereka belum dapat mengikuti seleksi ASN karena belum memenuhi persyaratan administratif, dengan masa pengabdian rata-rata satu hingga tiga tahun. Kalau sampai diputus, akan terjadi kekosongan. Maka perlu ada solusi agar status mereka jelas dan kesejahteraannya terjamin,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
[pekok2]