RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

PDAM Kota Salatiga Lakukan Sosialisasi Kenaikan Tarif

PDAM Kota Salatiga Lakukan Sosialisasi Kenaikan Tarif

PDAM Kota Salatiga Lakukan Sosialisasi Kenaikan Tarif

Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan penyediaan air minum yang cukup kepada masyarakat, PDAM Kota Salatiga akan menaikkan tarif air minum per 1 Juni 2022 (pembayaran per 1 Juli 2022). Sesuai Surat Keputusan Wali Kota Salatiga Nomor 910/290/2022, tarif dasar air minum PDAM Kota Salatiga akan naik sebesar 100 rupiah per meter kubik, dari tarif dasar sebelumnya sebesar 1.000 rupiah untuk rumah tangga A (tidak mampu).

Perubahan tarif dasar air minum ini juga diterapkan pada tempat ibadah 100 rupiah, rumah tangga B 250 rupiah, Rumah tangga C 400 rupiah, dan rumah pondokan 1 400 rupiah, dari tarif dasar sebelumnya sesuai golongan pelanggan.

Kepada media, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Salatiga, Drs. Pramusinta, M.Kes, menyampaikan, meskipun mengalami perubahan menjadi 1.100 rupiah per meter kubik, namun jika dibandingkan dengan daerah lain, tarif PDAM Kota Salatiga masih merupakan yang terendah. Untuk diketahui, tarif PDAM untuk golongan rumah tangga A di Kabupaten Semarang 1.440 rupiah, Kota Semarang 1.550 rupiah, bahkan Kabupaten Kebumen mencapai 2750 rupiah.

Prinsip penetapan tarif tersebut di atas disesuaikan dengan keterjangkauan dan keadilan (maksimal 4% dari UMK), mutu pelayanan, pemulihan biaya operasional, efisiensi pemakaian air, transparansi dan akuntabilitas dan perlindungan air baku.

Sosialisasi perubahan tarif dasar air minum ini sendiri mulai dilakukan terhadap unsur PNS di Lingkungan Pemkot Salatiga, di Ruang Kaloka Gedung Setda, 13/5/22 yang kemudian akan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada masyarakat luas di empat wilayah kecamatan di Kota Salatiga. Diharapkan, para PNS perwakilan dari masing-masing OPD peserta sosialisasi ini dapat menyampaikan ke Kepala OPD masing-masing dan mampu memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat.

Direktur PDAM Kota Salatiga, Samino, SE, MM, menyampaikan, BUMD PDAM selama ini tidak hanya berkontribusi pada pendapatan daerah saja, melainkan juga terhadap kualitas air, sewa tanah dan pajak air tanah. Dimana misi utama PDAM adalah pelayanan kepada masyarakat tentang pengadaan air bersih.

“Ketika kita studi banding ke Sleman dan Jogjakarta, dengan tarif rendahnya mencapai 3.450 rupiah, Sleman dengan 41.000 pelanggan hanya bisa menyetorkan pendapatan daerah sebesar Rp 1 milyar, bahkan Jogja tidak menjawab karena tidak ada setoran ke PAD. Perbandingan ini sebagai referensi guna membuka wacana edukasi kepada masyarakat. Perlu diketahui jika 1 meter kubik air seharga 1.100 rupiah sama dengan 5 tong sehingga masih sangat murah. Bayangkan kalau harus menimba air mengisi penuh 5 tong,” terang Samino.

Lebih jauh, Samino menjelaskan bahwa dengan kenaikan tarif sebesar Rp 100 ini akan berimbas pada peningkatan pelayanan terkait cara pembayaran, penggantian water meter gratis, pelayanan pembayaran, aduan layanan menyesuaikan perkembangan IT.

“Jika ada petugas kami yang menarik biaya terhadap penggantian water meter, laporkan saya. Ganti water meter baru ini adalah tanggungan kami, bukan tanggungan pelanggan. Sudah menjadi program pemerintah, mulai Januari hingga November 2022, untuk pembayaran rekening air golongan rumah tangga A dan kelompok sosial digratiskan sampai dengan 20 meter kubik, di luar beban administrasi dan sewa meteran,” tandas Samino.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Salatiga, Ir Wuri Pujiastuti, MM mengungkapkan, selain tarif PDAM Kota Salatiga lebih murah, pelayanan PDAM Kota Salatiga juga lebih bagus dari daerah lain. Ketika di daerah lain naiknya rata-rata Rp 250, di Salatiga hanya Rp 100 dan masih memberikan subsidi kepada masyarakat pengguna air maksimal 20 meter kubik per bulan.

BACA JUGA :

Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Pemerintah Kabupaten Semarang membeli lahan seluas 2.024 meter persegi senilai Rp4,57 miliar menggunakan dana ganti rugi aset terdampak pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen untuk memperluas Pasar Sayur Getasan. Lahan tersebut akan dimanfaatkan sebagai area parkir dan bongkar muat guna mengurangi kemacetan di jalur Salatiga-Magelang, terutama saat aktivitas pasar berlangsung dini hari.
Antrean Kendaraan Tembus 3 Km, Lahan Rp4,57 Miliar Disiapkan untuk Pasar Sayur Getasan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengusulkan alokasi 300 liter air per detik dari Bendungan Jragung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang. Air tersebut diharapkan mendukung kebutuhan air bersih, industri, pertanian, dan pariwisata, terutama di Pringapus, Bergas, dan Ungaran Timur. Pemkab juga mendorong pengembangan wisata dengan memprioritaskan Desa Candirejo.
Bendungan Jragung Mulai Diisi, Bupati Semarang Dorong Pemanfaatan untuk Sektor Intanpari
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis