RASIKAFM.COM | SALATIGA – Direktur Utama PDAM Kota Salatiga Imron Cahyadi memastikan ketersediaan air bersih bagi pelanggan masih dalam kondisi aman meski memasuki musim kemarau. Hal itu disampaikan saat kegiatan syukuran di Umbul Senjoyo Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026) malam.
Menurut Imron, kegiatan syukuran tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian PDAM Kota Salatiga terhadap masyarakat sekitar sumber mata air.
“Ini acara rutin setiap tahun, bentuk tasyakuran dengan masyarakat Desa Tegalwaton, di mana lokasi mata air sendiri berada. Ini bentuk kepedulian dan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa agar mata air ini tetap lestari dan memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Imron.
Ia mengatakan, PDAM sebagai operator penyedia layanan air bersih memiliki tanggung jawab menjaga hubungan antara manusia dan alam agar sumber daya air dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Umbul Senjoyo, kata Imron, menjadi salah satu sumber utama pasokan air bagi masyarakat Kota Salatiga. Bahkan, sebagian besar kebutuhan air pelanggan PDAM Salatiga berasal dari sumber mata air tersebut.
“Yang kita manfaatkan untuk melayani Kota Salatiga, debit paling besar berasal dari sini. Hampir separuh lebih kebutuhan air berasal dari Senjoyo,” ujarnya.
Imron juga menyebut jaringan air yang dibangun sejak masa pemerintahan Belanda pada 1921 hingga kini masih mampu mengalirkan air dengan baik.
“Alhamdulillah air itu bisa kita manfaatkan dengan baik untuk pelanggan masyarakat Kota Salatiga,” katanya.
Terkait kondisi musim kemarau, Imron mengakui terjadi penurunan debit air. Namun, penurunan di Umbul Senjoyo masih dalam batas aman.
“Di musim kemarau memang ada indikasi penurunan debit. Tapi alhamdulillah Senjoyo ini penurunannya tidak terlalu signifikan, masih aman,” jelasnya.
Untuk menjaga pasokan air, PDAM Kota Salatiga melakukan penambahan debit melalui optimalisasi sumur Tegalsari di Kecamatan Tingkir. Sumur tersebut sebelumnya tidak difungsikan selama sekitar tiga tahun karena menunggu proses perizinan.
“Saat ini izinnya sudah keluar dan semuanya sudah aman untuk dikonsumsi serta didistribusikan, sehingga kita tambahkan debit dari sana,” ujar Imron.
PDAM Kota Salatiga saat ini mengandalkan lima sumber mata air dan 25 unit sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh wilayah pelayanan.
“Kita masih berupaya semaksimal mungkin agar air bisa tercukupi di seluruh wilayah layanan kita,” ucapnya.
Meski demikian, Imron mengakui masih terdapat sejumlah wilayah dengan kendala distribusi akibat kondisi geografis Kota Salatiga yang memiliki kontur naik turun. Wilayah dengan elevasi tinggi masih membutuhkan penanganan khusus karena tekanan air belum mampu menjangkau secara maksimal selama 24 jam.
Sebagai solusi sementara, PDAM menyiapkan layanan distribusi air menggunakan mobil tangki bagi warga yang mengalami kekurangan pasokan.
“Kita menggunakan tiga mobil tangki yang kita upayakan siap sedia di mana pun masyarakat mengalami kekurangan air,” kata Imron.
Ia menambahkan, PDAM terus melakukan kajian terkait pengaturan aliran air untuk menghadapi kemungkinan musim kemarau yang lebih panjang.
“Memang sudah mulai ada penurunan, tapi insya Allah kita akan lakukan kajian terhadap pengaturan aliran air,” Tutupnya.









