URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
PDAM Kota Salatiga memastikan pasokan air bersih bagi pelanggan tetap aman pada musim kemarau meski debit Umbul Senjoyo mulai menurun. Direktur Utama PDAM Salatiga Imron Cahyadi menyampaikan hal itu saat syukuran di Desa Tegalwaton, Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (9/7/2026), dengan mengoptimalkan Sumur Tegalsari dan menyiagakan tiga mobil tangki untuk wilayah terdampak gangguan distribusi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

Masuki Musim Kemarau PDAM Salatiga Pastikan Ketersediaan Air bagi Pelanggan

PDAM Salatiga saat gelar syukuran
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Direktur Utama PDAM Kota Salatiga Imron Cahyadi memastikan ketersediaan air bersih bagi pelanggan masih dalam kondisi aman meski memasuki musim kemarau. Hal itu disampaikan saat kegiatan syukuran di Umbul Senjoyo Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (9/7/2026) malam.

Menurut Imron, kegiatan syukuran tersebut merupakan agenda rutin tahunan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian PDAM Kota Salatiga terhadap masyarakat sekitar sumber mata air.

“Ini acara rutin setiap tahun, bentuk tasyakuran dengan masyarakat Desa Tegalwaton, di mana lokasi mata air sendiri berada. Ini bentuk kepedulian dan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa agar mata air ini tetap lestari dan memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Imron.

Ia mengatakan, PDAM sebagai operator penyedia layanan air bersih memiliki tanggung jawab menjaga hubungan antara manusia dan alam agar sumber daya air dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Umbul Senjoyo, kata Imron, menjadi salah satu sumber utama pasokan air bagi masyarakat Kota Salatiga. Bahkan, sebagian besar kebutuhan air pelanggan PDAM Salatiga berasal dari sumber mata air tersebut.

“Yang kita manfaatkan untuk melayani Kota Salatiga, debit paling besar berasal dari sini. Hampir separuh lebih kebutuhan air berasal dari Senjoyo,” ujarnya.

Imron juga menyebut jaringan air yang dibangun sejak masa pemerintahan Belanda pada 1921 hingga kini masih mampu mengalirkan air dengan baik.

“Alhamdulillah air itu bisa kita manfaatkan dengan baik untuk pelanggan masyarakat Kota Salatiga,” katanya.

Terkait kondisi musim kemarau, Imron mengakui terjadi penurunan debit air. Namun, penurunan di Umbul Senjoyo masih dalam batas aman.

“Di musim kemarau memang ada indikasi penurunan debit. Tapi alhamdulillah Senjoyo ini penurunannya tidak terlalu signifikan, masih aman,” jelasnya.

Untuk menjaga pasokan air, PDAM Kota Salatiga melakukan penambahan debit melalui optimalisasi sumur Tegalsari di Kecamatan Tingkir. Sumur tersebut sebelumnya tidak difungsikan selama sekitar tiga tahun karena menunggu proses perizinan.

“Saat ini izinnya sudah keluar dan semuanya sudah aman untuk dikonsumsi serta didistribusikan, sehingga kita tambahkan debit dari sana,” ujar Imron.

PDAM Kota Salatiga saat ini mengandalkan lima sumber mata air dan 25 unit sumur dalam untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di seluruh wilayah pelayanan.

“Kita masih berupaya semaksimal mungkin agar air bisa tercukupi di seluruh wilayah layanan kita,” ucapnya.

Meski demikian, Imron mengakui masih terdapat sejumlah wilayah dengan kendala distribusi akibat kondisi geografis Kota Salatiga yang memiliki kontur naik turun. Wilayah dengan elevasi tinggi masih membutuhkan penanganan khusus karena tekanan air belum mampu menjangkau secara maksimal selama 24 jam.

Sebagai solusi sementara, PDAM menyiapkan layanan distribusi air menggunakan mobil tangki bagi warga yang mengalami kekurangan pasokan.

“Kita menggunakan tiga mobil tangki yang kita upayakan siap sedia di mana pun masyarakat mengalami kekurangan air,” kata Imron.

Ia menambahkan, PDAM terus melakukan kajian terkait pengaturan aliran air untuk menghadapi kemungkinan musim kemarau yang lebih panjang.

“Memang sudah mulai ada penurunan, tapi insya Allah kita akan lakukan kajian terhadap pengaturan aliran air,” Tutupnya.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali