URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sekitar 500 sambungan rumah (SR) instalasi air minum ditargetkan bisa dipenuhi PDAM Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang di wilayah Kaliwungu.

Mbak Google

KABAR RASIKA

PDAM Tirta Bumi Serasi Targetkan Ekspansi Instalasi ke Wilayah Kaliwungu

PDAM Tirta Bumi Serasi Targetkan Ekspansi Instalasi ke Wilayah Kaliwungu

PDAM Tirta Bumi Serasi Targetkan Ekspansi Instalasi ke Wilayah Kaliwungu

featured-img

UNGARAN – Upaya penurunan jumlah non revenue water (NRW) atau kehilangan air terus dilakukan oleh PDAM Tirta Bumi Serasi Kabupaten Semarang. Langkah efisiensi tersebut diharapkan bisa dikonversi untuk ekspansi atau perluasan instalasi ke wilayah yang belum tersentuh jaringan pipa PDAM.

Direktur Utama PDAM Tirta Bumi Serasi Guswakhid Hidayat mengatakan hasil dari penurunan jumlah NRW tersebut akan dikembalikan ke masyarakat dalam bentuk pelayanan melalui sambungan rumah (SR) baru. Utamanya ke wilayah pinggiran yang belum terjangkau pipa PDAM.

“Di Kecamatan Kaliwungu masih banyak yang belum bisa menikmati air dari PDAM. Itu yang akan kita tindaklanjuti sesuai program kerja yang telah disusun,” ungkapnya saat public hearing bersama Forum Komunikasi Pelanggan (FKP) se-Kabupaten Semarang, Kamis (18/11/2021).

Dijelaskan Guswakhid, diperlukan komponen utama untuk mendukung upaya tersebut yakni berupa sumber air. Menurutnya di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Boyolali itu telah ada sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pemenuhan air bersih warga setempat.

“Ada satu mata air di Desa Udanwuh, Kecamatan Kaliwungu yang sudah existing, tinggal dimanfaatkan saja,” jelasnya.

Guswakhid mengakui untuk merealisasikan hal tersebut bukan hal yang serta merta bisa dilakukan dalam waktu singkat. Bukan hanya itu, diperlukan juga biaya yang tidak sedikit.

“Secara bertahap akan kami laksanakan, targetnya paling tidak 500 SR bisa tersambung di sana,” imbuhnya.

Ketua FKP Kecamatan Kaliwungu Botok mengaku mendapatkan banyak masukan dari masyarakat setempat. Warga menginginkan adanya instalasi air minum yang menjangkau setiap rumah.

“Syukur alhamdulillah kalau masukan kami ternyata sudah ada dalam program kerja PDAM. Semoga segera bisa direalisasikan,” harapnya. (win)

BACA JUGA :

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga