URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Seorang pelajar berusia 16 tahun tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor di Jalan Soekarno Hatta, Salatiga. Peristiwa melibatkan kendaraan tak dikenal ini ditangani cepat oleh Satlantas Polres Salatiga untuk penyelidikan lebih lanjut dan identifikasi pengendara yang terlibat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pelajar asal Susukan Meninggal didepan Dony Motor Salatiga, Karena apa?

Pelajar asal Susukan Meninggal didepan Dony Motor Salatiga, Karena apa?

Pelajar asal Susukan Meninggal didepan Dony Motor Salatiga, Karena apa?

Seorang pelajar berusia 16 tahun tewas dalam kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor di Jalan Soekarno Hatta, Salatiga. Peristiwa melibatkan kendaraan tak dikenal ini ditangani cepat oleh Satlantas Polres Salatiga untuk penyelidikan lebih lanjut dan identifikasi pengendara yang terlibat.
Foto dok IST
Anggota Satlantas polres Salatiga saat cek tkp laka
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – AMC(16), pelajar asal Desa Koripan, Susukan, Kabupaten Semarang, tewas setelah sepeda motor Honda Vario yang dikendarainya mengalami laka didepan Dony Motor jalan Sukarno Hatta Salatiga pada Sabtu (29.11.2025) dini hari.

Korban mengalami luka serius memar pada kepala, fraktur pada tangan kanan dan kiri, serta memar pada leher. Korban sempat dilarikan ke RSUD Salatiga, namun kemudian dinyatakan meninggal oleh pihak medis.

Kanit Gakkum Polres Salatiga Aiptu Siswanto., S.H., menerangkan bahwa jajaran Satlantas langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga.

“Begitu informasi masuk, anggota kami langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memastikan korban mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Respons cepat di lapangan adalah kewajiban kami untuk menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas,” jelas Siswanto.

Selain melakukan pengamanan lokasi, petugas juga langsung melakukan pendataan saksi-saksi, termasuk dua warga yang berada di sekitar kejadian. Beberapa keterangan awal digunakan untuk menguatkan penyelidikan mengenai keberadaan dan identitas pengemudi kendaraan yang terlibat namun tidak diketahui keberadaannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, sepeda motor Honda Vario melaju dari arah Isep-isep menuju Tingkir. Pada saat bersamaan, sebuah kendaraan bermotor yang belum diketahui identitasnya melaju di depannya, searah dengan korban.

Diduga pengendara sepeda motor kurang konsentrasi dan kehilangan kendali sehingga menabrak bagian belakang kendaraan tak dikenal tersebut. Benturan keras menyebabkan korban terjatuh dan mengalami luka berat yang berakibat fatal.

Polres Salatiga melalui Satuan Lalu Lintas memastikan bahwa penyelidikan terhadap kendaraan dan pengemudinya akan dilakukan secara maksimal.

“Kami sudah mengantongi beberapa informasi awal dari saksi-saksi di lapangan. Saat ini penyelidikan sedang berjalan untuk mengungkap identitas pengemudi serta keberadaan kendaraan yang terlibat dalam insiden tersebut,” tegas Siswanto.

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Darmin, mengimbau masyarakat, khususnya para pelajar dan pengendara usia muda, agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Fokus dan kewaspadaan menjadi faktor kunci dalam mencegah kecelakaan.

“Jalan raya bukan tempat untuk terburu-buru atau bermain-main. Keselamatan harus menjadi prioritas. Kami mengajak semua pihak untuk lebih bijak dan disiplin dalam berlalu lintas,” tambahnya.

Polres Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan, serta menegakkan aturan demi keselamatan seluruh pengguna jalan.

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved