URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran memberikan penghargaan kepada PT Gratia Husada Farma dalam kunjungan resmi pada 2 Juli 2026 atas komitmennya mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional melalui Program PIPMP JKN. Melalui dana CSR, perusahaan membiayai kepesertaan JKN bagi 65 warga di sekitar wilayah operasional pabrik sebagai wujud gotong royong memperluas perlindungan kesehatan masyarakat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN

BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN

BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN

Foto: Dok.
Foto: Dok.
featured-img

Ungaran, – BPJS Kesehatan Kantor Cabang Ungaran memberikan penghargaan khusus kepada PT Gratia Husada Farma (HUFA) atas komitmen nyata perusahaan dalam mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penghargaan ini diserahkan langsung dalam kunjungan resmi yang berlangsung pada Kamis, Kamis (02/07).

PT Gratia Husada Farma dinilai sukses menjadi salah satu Badan Hukum pelopor yang berkontribusi aktif dalam Program Inovasi Pendanaan Masyarakat Peduli Jaminan Kesehatan Nasional (PIPMP JKN) Tahun 2026. Melalui alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan berhasil mendaftarkan dan membiayai kepesertaan JKN bagi 65 warga yang berada di sekitar lingkungan wilayah operasional pabrik.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Sri Mugirahayu, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh manajemen PT Gratia Husada Farma. Menurutnya, langkah ini menjadi langkah awal bagi peningkatan cakupan perlindungan kesehatan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas komitmen luar biasa dari PT Gratia Husada Farma. Melalui kontribusi sebagai donatur badan hukum dalam program PIPMP JKN ini, sebanyak 65 warga kini terbantu karena kesehatan mereka telah terlindungi. Kami berharap apresiasi dan penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi badan usaha lain di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Ungaran untuk ikut bergerak bersama, berinovasi, dan mendukung keberlanjutan program JKN,” terang Cici, sapaan akrabnya.

Cici menyampaikan BPJS Kesehatan Cabang Ungaran terus mendorong terbangunnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial melalui Program PIPMP JKN. Dengan semakin banyaknya badan usaha yang berpartisipasi, diharapkan semakin banyak pula masyarakat yang dapat merasakan manfaat Program JKN. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa keberlangsungan Program JKN tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Semangat gotong royong merupakan fondasi utama Program JKN. Ketika badan usaha, pemerintah, dan masyarakat saling bersinergi, maka manfaatnya akan dirasakan secara nyata oleh mereka yang membutuhkan,” ujar Cici.

Dampak positif dari program ini dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar pabrik yang sebelumnya belum memiliki jaminan kesehatan, sehingga kini mereka mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa kendala finansial.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT Gratia Husada Farma, Agung Irawan selaku Manager HRD, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran sinergi yang telah terbangun bersama BPJS Kesehatan.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPJS Kesehatan atas koordinasi dan kerja sama yang sangat baik selama ini. Semoga pendampingan dan kemitraan ini selalu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas serta mampu terus mendukung penguatan program JKN di Indonesia,” tutur Agung.

Melalui penyerahan penghargaan ini, BPJS Kesehatan Cabang Ungaran berharap momentum ini dapat memicu yang positif, memotivasi seluruh Badan Usaha di Kabupaten Semarang dan sekitarnya untuk ikut ambil bagian dalam gotong royong menyukseskan jaminan kesehatan. (sa/da)

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan mencatat kepesertaan JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk Indonesia hingga akhir 2025. Dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan 2025, Direktur Utama Prihati Pujowaskito menyebut layanan kesehatan dimanfaatkan 725,3 juta kali, didukung penguatan layanan digital, jaringan fasilitas kesehatan, serta kondisi Dana Jaminan Sosial yang tetap sehat untuk menopang SDM produktif.
JKN Catat 725 Juta Layanan Kesehatan Sepanjang 2025, Kepesertaan Tembus 98,62 Persen
Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir. Dengan pembiayaan yang dijamin melalui kepesertaan JKN yang ditanggung Pemerintah Kota Salatiga, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya hingga kondisinya berangsur pulih dan kembali beraktivitas.
Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Hamil Anak Kedua Jadi Lebih Tenang, Rakhma Rasakan Kemudahan Layanan BPJS Kesehatan
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Sebanyak 112 peserta Sekolah Lansia "Pancasila" Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, diwisuda di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang pada Rabu (22/7/2026). Wisuda menandai selesainya...
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka....
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix...
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi UKSW dalam menghadirkan pendidikan inklusif, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program di bidang kesehatan, lingkungan, pemberdayaan UMKM, serta penguatan ekonomi desa.
Berkat Akademi BUMDes, UKSW Raih Pengakuan Nasional atas Inovasinya
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) meraih penghargaan Most Impactful University for National Integration dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) Awards 2026 di Solo pada 17 Juli 2026....
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi dengan pemilik yang berdomisili di Semarang. Hingga Selasa (21/7/2026), Disbudpar belum memperoleh respons atas permohonan audiensi sehingga pemerintah berencana menggandeng Pemkot Semarang untuk memfasilitasi pertemuan, sembari menyiapkan langkah pelestarian agar nilai sejarah bangunan tetap terjaga.
Begini Nasib Gedung Pakuwon Salatiga, Pemkot Kesulitan Bertemu Pemilik
Menjelang Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga, upaya Pemerintah Kota Salatiga melestarikan Gedung Pakuwon, bangunan cagar budaya yang menjadi lokasi bersejarah Perjanjian Salatiga 1757, masih terkendala komunikasi...

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta