KABAR RASIKA

Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas

Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas

Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas

Sukisno, JKN Adalah Penyelamat Masyarakat

SALATIGA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagi Sukisno (70), warga Kota Salatiga, JKN bukan sekadar program kesehatan, tetapi menjadi penyelamat yang membantunya bangkit setelah mengalami serangan stroke.

Ditemui saat menjalani terapi di poli rehabilitasi medik salah satu rumah sakit di Salatiga, pria yang akrab disapa Pak Kis itu tampak penuh semangat mengikuti rangkaian pengobatan. Selama satu tahun terakhir, ia rutin menjalani terapi untuk memulihkan kondisi tubuhnya pasca serangan stroke yang sempat membuatnya kehilangan kemampuan bergerak secara normal.

Pak Kis mengenang, saat pertama kali terserang stroke, keluarganya segera membawanya ke puskesmas terdekat. Setelah mendapatkan penanganan awal, ia langsung dirujuk ke rumah sakit dan harus menjalani perawatan intensif selama satu pekan.

“Saat pertama kali terkena stroke, saya langsung dibawa ke puskesmas lalu dirujuk ke rumah sakit. Selama satu minggu dirawat, seluruh biaya pengobatan dijamin oleh BPJS Kesehatan. Itu sangat membantu saya dan keluarga,” ungkap Sukisno.

Perjalanan pemulihan yang dijalaninya tidak mudah. Awalnya, ia hanya dapat beraktivitas dengan bantuan kursi roda. Namun berkat pengobatan dan terapi yang dilakukan secara rutin, kondisinya terus menunjukkan perkembangan positif. Kini, ia sudah mampu berjalan menggunakan tongkat kruk, bahkan fungsi tangan yang sempat melemah perlahan kembali pulih.

“Setelah pulang dari rumah sakit, dokter meminta saya rutin menjalani terapi. Alhamdulillah, bagian tubuh yang dulu mati rasa sekarang sudah bisa digerakkan kembali,” tuturnya.

Lebih membahagiakan lagi, selama menjalani pengobatan dan terapi, Sukisno tidak pernah terbebani biaya pelayanan kesehatan. Sebagai peserta JKN yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Salatiga, seluruh kebutuhan pengobatannya dapat diakses dengan mudah.

Rasa syukur pun tak henti-hentinya ia sampaikan. Menurutnya, dukungan pemerintah melalui Program JKN serta pelayanan tenaga kesehatan yang profesional dan penuh empati menjadi faktor penting dalam proses kesembuhannya.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah yang peduli terhadap kesehatan masyarakat, juga kepada para tenaga medis yang merawat saya dengan sabar dan tulus. Berkat mereka, kondisi saya terus membaik,” katanya.

Tak hanya merasakan manfaat dari sisi pembiayaan, Sukisno juga mengapresiasi kualitas pelayanan yang diterimanya. Selama berobat, ia mengaku tidak pernah merasakan perbedaan perlakuan antara peserta JKN dan pasien umum.

“Menurut saya pelayanannya sama. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Semua pasien mendapatkan pelayanan yang baik,” ujarnya.

Setelah merasakan langsung manfaat Program JKN, Sukisno berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan semakin kuat dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang menghadapi penyakit berat dan keterbatasan ekonomi.
“Saya berharap Program JKN terus ada dan semakin baik. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan penyakit berat, JKN benar-benar menjadi penyelamat,” tutupnya.

BACA JUGA :

Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
Akses JKN Makin Luas, Mutu Layanan Faskes Jadi Perhatian
BPJS Kesehatan memperkuat standar pelayanan publik melalui Customer eXcellence 126 atau CX126 yang mengukur kualitas layanan di 126 kantor cabang. Program ini menekankan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif dengan melibatkan pengalaman peserta. Hasil penilaian diharapkan menjadi acuan perbaikan berkelanjutan agar kualitas layanan JKN lebih konsisten di seluruh Indonesia.
BPJS Kesehatan Uji Kualitas Pelayanan Lewat CX126: Peserta JKN Tak Cuma Butuh Cepat, Tapi Juga Kepastian
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

DP3AKB Kabupaten Semarang mendorong sekolah memperkuat pencegahan kekerasan dan perundungan menyusul dugaan kasus yang melibatkan siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur. DP3AKB telah berkoordinasi dengan sekolah dan UPTD PPA untuk mengecek kasus tersebut, sementara korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sekolah juga didorong mengoptimalkan TPPK dan pengawasan interaksi siswa.
DP3AKB Kabupaten Semarang Siapkan Pendampingan Korban Dugaan Bullying di SD Hj Isriati Moenadi
DP3AKB Kabupaten Semarang mendorong sekolah memperkuat pencegahan kekerasan dan perundungan menyusul dugaan kasus yang melibatkan siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur. DP3AKB telah berkoordinasi...
Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit dan Agunan yang Diambil Alih (AYDA) pada Perumda BPR Bank Salatiga dengan pidana penjara berbeda. Darto Supriyadi dituntut 4 tahun, Wahyu Hendra Widyantara dan Septian Cahyo Susilo masing-masing 2 tahun 6 bulan, sedangkan Ravly Adhitya Permata dituntut 5 tahun penjara. Perkara tersebut disebut menimbulkan kerugian keuangan negara/daerah Rp3,036 miliar. Tuntutan dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Semarang, Senin (28/9/2026).
Korupsi Kredit Fiktif, Darto Mantan Dirut Bank Salatiga Dituntut 4 Tahun Penjara
Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit dan Agunan yang Diambil Alih (AYDA) pada Perumda BPR Bank Salatiga dengan pidana penjara berbeda. Darto Supriyadi...
GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan,...
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan...
Belum Genap 100 Hari Hirup Udara Bebas, Duo Besti Pengedar Narkoba kembali Diamankan Polisi
Belum Genap 100 Hari Hirup Udara Bebas, Duo Besti Pengedar Narkoba kembali Diamankan Polisi
Satresnarkoba Polres Salatiga mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu dengan barang bukti total 6,38 gram dan mengamankan dua pria berinisial BM (29), warga Salatiga, serta RA (26), warga Kabupaten...
Muat Lebih

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
[pekok2]