URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sukisno (70), warga Kota Salatiga, merasakan manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) setelah mengalami serangan stroke dan menjalani perawatan intensif serta terapi rutin selama setahun terakhir. Dengan pembiayaan yang dijamin melalui kepesertaan JKN yang ditanggung Pemerintah Kota Salatiga, ia dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya hingga kondisinya berangsur pulih dan kembali beraktivitas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas

Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas

Sukisno: JKN Jadi Penyelamat Saat Stroke, Kini Kembali Berjalan dan Beraktivitas

Sukisno, JKN Adalah Penyelamat Masyarakat
Sukisno, JKN Adalah Penyelamat Masyarakat
featured-img

SALATIGA – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bagi Sukisno (70), warga Kota Salatiga, JKN bukan sekadar program kesehatan, tetapi menjadi penyelamat yang membantunya bangkit setelah mengalami serangan stroke.

Ditemui saat menjalani terapi di poli rehabilitasi medik salah satu rumah sakit di Salatiga, pria yang akrab disapa Pak Kis itu tampak penuh semangat mengikuti rangkaian pengobatan. Selama satu tahun terakhir, ia rutin menjalani terapi untuk memulihkan kondisi tubuhnya pasca serangan stroke yang sempat membuatnya kehilangan kemampuan bergerak secara normal.

Pak Kis mengenang, saat pertama kali terserang stroke, keluarganya segera membawanya ke puskesmas terdekat. Setelah mendapatkan penanganan awal, ia langsung dirujuk ke rumah sakit dan harus menjalani perawatan intensif selama satu pekan.

“Saat pertama kali terkena stroke, saya langsung dibawa ke puskesmas lalu dirujuk ke rumah sakit. Selama satu minggu dirawat, seluruh biaya pengobatan dijamin oleh BPJS Kesehatan. Itu sangat membantu saya dan keluarga,” ungkap Sukisno.

Perjalanan pemulihan yang dijalaninya tidak mudah. Awalnya, ia hanya dapat beraktivitas dengan bantuan kursi roda. Namun berkat pengobatan dan terapi yang dilakukan secara rutin, kondisinya terus menunjukkan perkembangan positif. Kini, ia sudah mampu berjalan menggunakan tongkat kruk, bahkan fungsi tangan yang sempat melemah perlahan kembali pulih.

“Setelah pulang dari rumah sakit, dokter meminta saya rutin menjalani terapi. Alhamdulillah, bagian tubuh yang dulu mati rasa sekarang sudah bisa digerakkan kembali,” tuturnya.

Lebih membahagiakan lagi, selama menjalani pengobatan dan terapi, Sukisno tidak pernah terbebani biaya pelayanan kesehatan. Sebagai peserta JKN yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Salatiga, seluruh kebutuhan pengobatannya dapat diakses dengan mudah.

Rasa syukur pun tak henti-hentinya ia sampaikan. Menurutnya, dukungan pemerintah melalui Program JKN serta pelayanan tenaga kesehatan yang profesional dan penuh empati menjadi faktor penting dalam proses kesembuhannya.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah yang peduli terhadap kesehatan masyarakat, juga kepada para tenaga medis yang merawat saya dengan sabar dan tulus. Berkat mereka, kondisi saya terus membaik,” katanya.

Tak hanya merasakan manfaat dari sisi pembiayaan, Sukisno juga mengapresiasi kualitas pelayanan yang diterimanya. Selama berobat, ia mengaku tidak pernah merasakan perbedaan perlakuan antara peserta JKN dan pasien umum.

“Menurut saya pelayanannya sama. Tidak ada yang dibeda-bedakan. Semua pasien mendapatkan pelayanan yang baik,” ujarnya.

Setelah merasakan langsung manfaat Program JKN, Sukisno berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan semakin kuat dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang menghadapi penyakit berat dan keterbatasan ekonomi.
“Saya berharap Program JKN terus ada dan semakin baik. Di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan penyakit berat, JKN benar-benar menjadi penyelamat,” tutupnya.

BACA JUGA :

JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran Apresiasi Komitmen PT Gratia Husada Farma Dukung PIPMP JKN
BPJS Kesehatan mencatat kepesertaan JKN mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen penduduk Indonesia hingga akhir 2025. Dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan 2025, Direktur Utama Prihati Pujowaskito menyebut layanan kesehatan dimanfaatkan 725,3 juta kali, didukung penguatan layanan digital, jaringan fasilitas kesehatan, serta kondisi Dana Jaminan Sosial yang tetap sehat untuk menopang SDM produktif.
JKN Catat 725 Juta Layanan Kesehatan Sepanjang 2025, Kepesertaan Tembus 98,62 Persen
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Stroke Ringan Tak Lagi Jadi Beban, Ngapiyah Rasakan Manfaat JKN di Usia Senja
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti 66 peserta dan mencakup berbagai barang, mulai dari mobil, ponsel, pompa, penampungan air hingga tanah.
Eksekusi Tuntas, Kejaksaan Negeri Salatiga Setorkan Uang Ratusan Juta ke Kas Negara
Kejaksaan Negeri Salatiga menyetorkan Rp150.297.670 hasil lelang 19 lot Barang Rampasan Negara ke Kas Negara, Kamis (20/8/2026). Lelang yang digelar melalui KPKNL Semarang pada 11–12 Agustus itu diikuti...
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis...
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi...
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) membagi masyarakat menjadi 10 kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan kesejahteraan relatif paling rendah,...
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui kesesuaian data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan penentuan sasaran bantuan. Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan sanggahan atau meminta bantuan desa maupun kelurahan.
Cara Cek Desil DTSEN dengan HP
Masyarakat dapat mengecek status desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara online melalui laman dtsen-form.bps.go.id menggunakan NIK. Pemeriksaan dapat dilakukan untuk mengetahui...

POPULER

molinas
Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo