RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pemerintah Kabupaten Semarang Pastikan Penyaluran Bansos Tetap Optimal Meski Ada Efisiensi Anggaran

Pemerintah Kabupaten Semarang Pastikan Penyaluran Bansos Tetap Optimal Meski Ada Efisiensi Anggaran

Pemerintah Kabupaten Semarang Pastikan Penyaluran Bansos Tetap Optimal Meski Ada Efisiensi Anggaran

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang berkomitmen untuk tetap menyalurkan bantuan sosial (bansos) dengan maksimal meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran yang tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang menjelaskan bahwa meskipun beberapa kegiatan lain akan mengalami efisiensi, program bansos yang sudah berjalan tidak akan terpengaruh.

“Meski ada efisiensi anggaran, kami pastikan penyaluran bansos tidak akan banyak terdampak. Kami akan melaksanakan efisiensi pada kegiatan lain di luar bansos yang bisa ditunda, tetapi untuk penyaluran bansos tetap berjalan dengan kualitas yang sama seperti tahun sebelumnya,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah di Ungaran, Kamis (20/2/2025).

Dijelaskan Istichomah, yang terkena efisiensi hanya operasional internal kantor, seperti biaya pengantaran bansos ke lapangan, sementara untuk bantuan sosialnya tetap diberikan secara penuh dan bahkan akan ditambah.

“Untuk Kabupaten Semarang, program bantuan sosial tetap berjalan seperti biasa, termasuk santunan kematian, Serasi Kasih (makanan untuk lansia), Resos (bantuan modal untuk pengusaha kecil), serta alat bantu difabel berupa kursi roda, kaki tangan palsu, alat bantu dengar, dan sebagainya. Bantuan untuk orang terlantar juga tetap ada, seperti uang saku dan sandang,” terangnya.

Tahun ini, bantuan untuk ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang sebelumnya disalurkan melalui yayasan lain juga akan kembali diberikan, berupa bantuan makanan. Selain itu, seluruh panti asuhan di Kabupaten Semarang akan mendapatkan dana bantuan senilai Rp5 juta.

“Bantuan untuk Karang Taruna setiap kecamatan juga tetap dilaksanakan tanpa adanya pemotongan anggaran,” urainya.

Sebagai upaya efisiensi operasional, pihaknya akan bekerja sama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Jika sebelumnya Dinsos mengirimkan 4 hingga 5 orang pegawai, kali ini hanya akan mengirimkan 1 hingga 2 orang saja untuk penyaluran bansos.

“Nanti teman-teman TKSK yang akan membantu dalam pengkondisian di lapangan,” paparnya.

Terkait besaran efisiensi yang akan diterapkan, pihaknya belum mengetahui angka pastinya, namun optimis bahwa Bupati Semarang akan bijaksana dalam memprioritaskan kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Salah satu contohnya adalah pengantaran makanan untuk lansia yang tetap diprioritaskan dan tidak akan dipangkas, meskipun anggaran operasional di kantor akan mengalami pemotongan.

“Untuk bantuan santunan kematian, kami anggarkan 1.000 orang setahun. Bantuan lainnya termasuk Serasi Kasih untuk 127 lansia, Resos untuk 200 orang, serta alat bantu sesuai kebutuhan, seperti 120 kursi roda, 10 kaki tangan palsu, dan kendaraan roda 3 untuk disabilitas yang memiliki usaha,” imbuhnya.

Istichomah berharap agar anggaran APBD yang tersedia dapat mencukupi. Namun jika tidak, pihaknya akan meminta dukungan dari Kementerian Sosial untuk memenuhi kebutuhan tersebut. (win)

BACA JUGA :

WhatsApp Image 2026-09-01 at 21.14
Dalam Rangka Hari Lahir Kejaksaan Ke-81, Gelar Baksos, Penyaluran Beras di 3 Panti Asuhan
23e7e0c1-4d7c-444b-aaa2-1eea1177273b
Hari Lahir Kejaksaan Ke-81, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang gelar Baksos, Salurkan Air Bersih.
Kepala Dinsos Kabupaten Semarang Istichomah
Penerima Bansos Terindikasi Judol Bakal Dicoret, Dinsos Kabupaten Semarang Buka Pengajuan Sanggahan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
Dinsos Kabupaten Semarang Salurkan 15 Kaki Palsu, Enam Penerima Tambahan Disiapkan
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyalurkan bantuan peralatan kesehatan kepada Posyandu Plamboyan RW 3, Purwoyoso, Ngaliyan, serta karpet untuk Masjid Al Ghaffar di Manyaran, Semarang, pada 13 Agustus 2026. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan aktivitas ibadah masyarakat di sekitar wilayah operasional jalan tol serta memperkuat hubungan dengan warga.
Bantuan JTT Menyasar Posyandu dan Masjid di Semarang
Astra Infra melalui Resta Pendopo meresmikan Resta SAE Ruang Temoe di Resta Pendopo KM 456 Kabupaten Semarang, Minggu (12/7/2026), sebagai ruang inklusif bagi UMKM difabel dan neurodivergen. Program ini bertujuan memperluas akses pemasaran produk kreatif, mendorong kemandirian ekonomi, serta mendukung keberagaman dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang.
Resta Pendopo KM 456 Luncurkan 'Ruang Temoe', Wadah Karya Spektakuler Difabel

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran