URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil menyelesaikan perbaikan jalan rusak akibat tanah longsor di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Dengan rehabilitasi jalan provinsi yang selesai, masyarakat kini dapat menggunakan akses jalan tersebut, yang sebelumnya tak dapat dilewati.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemprov Jateng Perbaiki Jalan Rusak Akibat Longsor di Sirampog Brebes, Warga Kembali Bisa Melintas

Pemprov Jateng Perbaiki Jalan Rusak Akibat Longsor di Sirampog Brebes, Warga Kembali Bisa Melintas

Pemprov Jateng Perbaiki Jalan Rusak Akibat Longsor di Sirampog Brebes, Warga Kembali Bisa Melintas

featured-img

Bresbes – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berhasil menyelesaikan perbaikan jalan rusak karena ambles akibat bencana alam tanah longsor, pada jalur provinsi di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Masyarakat pun merasakan manfaatnya, karena bisa menggunakan akses jalan, setelah sebelumnya tak bisa melewati titik jalan tersebut.

Siswa salah satu SMK di Kecamatan Sirampog, Muhammad Khaerul Anam, mengaku, ia biasa memanfaatkan akses jalan provinsi itu untuk pergi ke sekolahnya di Pakisaji. Sebab, waktu tempuhnya lebih singkat, terutama bila dilewati menggunakan mobil angkutan umum, yaitu sekitar 10 menit.

“Setelah jalannya rusak (akibat longsor), saya harus lewat kampung lain, sampai 40 menit (waktu tempuhnya),” kata Khaerul, ditemui di lokasi jalan Sridadi yang selesai diperbaiki, Rabu (19/7/2023).

Tak jarang, dengan melintasi jalan alternatif di kampung lain, siswa berusia 15 tahun ini kerap terlambat ketika sampai sekolah. Bahkan, sepatunya kotor akibat lumpur jalanan yang menempel, saat melewati jalan.

Pengguna jalan lain, Indy Rahmatika, warga Pakisaji Sirampog, mengenang, saat jalan ambles dulu memang tidak bisa dilewati. Ia pun terpaksa lewat jalan alternatif di sekitarnya.

“Jalannya mutar. Saat rusak, paling macet karena jalan rusak. Tidak sampai satu jam. Tapi sering terlambat (ke sekolah),” ujarnya.

Sopir angkutan umum jurusan Bumiayu-Sirampog, Dedi Setiawan, saat jalan ambles itu ia terpaksa mengalami penurunan pendapatan. Yang mana, saat jalan rusak itu pendapatan kotornya sekitar Rp400 ribu sehari.

“Dampak bagi sopir, pendapatannya kurang, waktu juga. Kalau mutar hampir dua kilometer,” ungkap pria 28 tahun ini.

Kondisi kelesuan itu juga dipahami oleh pemilik angkutan. Sebab jalan ambles memang mengakibatkan jalan tak bisa dilalui. Namun, kini kondisinya sudah membaik. Jalan ambles telah selesai ditangani, dengan penanganan rigid atau cor di samping jalan lama.

“Jalannya bagus, Alhamdulillah, bisa nutup setoran,” kata Dedi.

Sopir truk angkut sayur yang biasa melintasi jalan Sridadi, Zidan Affan mengatakan, saat jalan ambles itu ia tak bisa mengantar sayur ke luar kota seperti Cilacap hingga Cibitung Bekasi Jabar, dan Jakarta.

Maklum, di wilayahnya memang dikenal sebagai penghasil sayuran daun bawang. Sopir seperti dirinya menjadi salah satu pihak yang terdampak akibat amblesnya jalan. Kondisi itu membuat pendapatannya berkurang.

“Kalau pemasukan normal ya cukup buat sehari-hari. Saat rusak ya pendapatan kurang. Sekarang tidak harus mutar. Terima kasih Pemprov Jateng, Pak Ganjar sudah benerin jalan di sekitar sini, yang ambles. Saya sebagi sopir enak, tidak harus mutar. Pemasukan juga lebih banyak,” ungkap pemuda 24 tahun ini.

Staf Teknik Paket Rehab Bumiayu-Sirampog Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya Jawa Tengah, Muhamad Firmansyah menjelaskan, pihaknya telah menyelesaikan paket pengerjaan jalan berupa rehabilitasi Jalan Bumiayu-Sirampog.

“Pengerjaan itu telah selesai dikerjakan dengan jumlah anggaran Rp3,4 miliar,” jelasnya.

Masa pelaksanaan pengerjaan 136 hari dari 16 Januari-31 Mei 2023. Dengan panjang penanganan 143 meter berupa rigid pavement, dan lebar lima meter.

BACA JUGA :

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha melantik 118 pejabat struktural dan 17 pejabat fungsional di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Ungaran, Kamis (30/7/2026). Pelantikan dilakukan untuk mengisi jabatan yang masih kosong, menyegarkan organisasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bupati menegaskan seluruh proses mutasi dan promosi dilaksanakan secara profesional tanpa praktik jual beli jabatan.
Lantik 118 Pejabat, Bupati Semarang Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Stand Gebyar Lelang Serentak Barang Rampasan dan Barang Sitaan Negara milik Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB) Kejaksaan Negeri Salatiga dipadati warga di Joglo 3 Kantor Kejari Salatiga, Rabu (29/7/2026), menjelang pelaksanaan lelang pada 11–14 Agustus 2026. Masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai tata cara mengikuti lelang melalui portal resmi sekaligus memperoleh informasi aset yang akan dilelang secara legal.
Sosialisasi Gebyar Lelang Barang Rampasan, Stand PAPBB Kejari Salatiga jadi Idola Calon Peserta Lelang
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga