URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
AK (36), seorang pemuda yang beralamat di Kelurahan Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di rumahnya, Selasa (2/2022). Ia diduga bunuh diri menggunakan seutas tali rafia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemuda di Gedanganak Ungaran Gantung Diri, Polisi Temukan Secarik Kertas Berisi Tulisan Ini

Pemuda di Gedanganak Ungaran Gantung Diri, Polisi Temukan Secarik Kertas Berisi Tulisan Ini

Pemuda di Gedanganak Ungaran Gantung Diri, Polisi Temukan Secarik Kertas Berisi Tulisan Ini

Polisi melaksanakan olah TKP orang meninggal gantung diri di Kelurahan Gedanganak, Ungaran Timur, Selasa (2/8/2022). (Foto/IST)
featured-img

UNGARAN – AK (36), seorang pemuda yang beralamat di Kelurahan Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di rumahnya, Selasa (2/2022). Ia diduga bunuh diri menggunakan seutas tali rafia yang disambung dengan kain sarung yang terikat pada teralis pegangan anak tangga rumahnya.

Menurut penuturan Kapolsek Ungaran, Kompol Gunawan Wibisono, peristiwa itu berawal dari laporan masyarakat mengenai adanya orang meninggal dunia akibat gantung diri. Kronologinya, korban kali pertama ditemukan oleh salah seorang saudaranya saat hendak membangunkan tidurnya.

“Saudaranya ini mau membangunkan tidur, karena sudah jam 08.30 kok belum kelihatan. Saat mau ke kamar, dia lihat korban sudah dalam posisi menggantung di tangga menuju lantai dua,” jelasnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Selasa (2/8/2022).

Setelah mendapatkan laporan, pihaknya segera menuju lokasi dan melakukan pemeriksaan awal oleh unit INAFIS Polres Semarang dibantu tenaga medis dari Puskesmas Leyangan, Ungaran Timur.

“Hasil olah TKP, ditemukan secarik kertas bertuliskan ‘maaf belum bisa membahagiakan panjenengan’. Ditambah lagi sesuai keterangan saksi korban sudah sejak tiga bulan lalu sudah mengutarakan niatnya untuk bunuh diri karena tidak mau menjadi beban keluarga,” imbuhnya.

Atas permintaan keluarga, jenazah korban tidak diautopsi dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. (win)

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan