URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Pemukulan Senior Taruna PIP Semarang Berujung Kematian

Pemukulan Senior Taruna PIP Semarang Berujung Kematian

Pemukulan Senior Taruna PIP Semarang Berujung Kematian

featured-img
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Lumbantoruan saat memberikan keterangan terkait meninggalnya junior Taruna di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Kota Semarang usai dipukul oleh Seniornya.

RASIKAFM – Pemukulan oleh senior Taruna di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Kota Semarang berujung kematian terhadap juniornya pada Senin, (6/9/2021) sekitar pukul 23.00 WIB.

Diketahui, korban bernama Zidan Muhammad Faza, ( 21) warga Jalan Imam Bonjol, Kabupaten Jepara meregang nyawa di rumah sakit karena luka serius usai dianiaya seniornya.

“Taruna PIP. Yang pelaku diduga seniornya dan korban junior,” ungkap Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny
Lumbantoruan, di Mapolrestabes Semarang kepada RASIKAFM Selasa, (7/9).

Pelaku atau seniornya tersebut bernama Chaesar Ricardo Bintang Samudra Tampubolon (23) warga Jebres, Surakarta. Sedangkan lokasi kejadian berada di sebuah Jalan Tegalsari Barat Raya, turut RT 02, RW 13, Tegalsari, Kecamatan Candisari.

AKBP Donny menjelaskan kejadian bermula saat korban bersama rekannya, berboncengan mengendarai sepeda motor.

Saat melintas di lokasi kejadian, mereka berpapasan dengan pengendara motor yang tak lain adalah seniornya. Tiba-tiba, korban dan seniornya terlibat percekcokan hingga berujung pemukulan.

“Korban bersama saksi, berboncengan sepeda motor tidak sengaja bersenggolan dengan terduga pelaku. Terduga pelaku yang diduga seniornya marah, kemudian memukul di uluh hati dan korban jatuh,” bebernya.

Akibat pemukulan tersebut, korban langsung merasa kesakitan. Bahkan, sampai terjatuh hingga tak sadarkan diri.

Seketika itu, korban langsung dilarikan ke instalasi UGD Rumah Sakit Roemani guna mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak terselamatkan.

“Informasi sementara dipukul sekali, di uluh hati. Korban juga dibawa ke rumah sakit. Cuma terjadi adanya perhambatan,” katanya.

Setelah mendapat informasi ini, kata Donny, petugas Polrestabes Semarang langsung melakukan pengecekan dan terduga pelaku juga telah dibawa ke Mapolrestabes Semarang, untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sementara langkah yang kita lakukan saat ini adalah mengamankan pelaku. Ini masih dalam pemeriksaan, masih dimintai keterangan. Saksi juga kita mintai keterangan, satu orang rekan korban yang berboncengan,” jelasnya.

Donny mengatakan, pihak keluarga korban belum mendatangi kepolisian untuk membuat laporan kejadian ini. Bahkan, pihak keluarga juga belum bersedia memberikan ijin otopsi korban.

Menanggapi dugaan penyebab meninggalnya korban, Donny mengatakan masih diduga akibat dari pemukulan.

“Tapi itu semua harus dibutuhkan hasil outopsi. Tapi, sampai sejauh ini masih menjadi Kendala, karena hasil outopsi belum dilakukan. Kalau visum luar ada memar,” bebernya.

Terkait langkah penanganan selanjutnya, Donny menyampaikan kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab awal kejadian ini. Termasuk juga penyelidikan penyebab meninggalnya korban.

“Kalau proses hukum tetap berjalan. Otopsi ini kan hanya untuk mengetahui penyebab kematiannya. Secara visum luar pun sudah dilakukan sebetulnya. Cuma untuk memastikan penyebab kematian alangkah baiknya dilakukan otopsi,” pungkasnya.

Berdasarkan penelusuran, lokasi pemukulan tersebut berada di jalan di dalam perkampungan. Terlihat, lokasi tersebut juga sepi pengendara.

Sementara Menurut salah satu warga, Anjar di sekitar tidak jauh dari lokasi, dia tidak mendengar adanya suara gaduh.

“Tidak mendengar suara apa-apa. Cuma sempat mendengar suara ‘Hei’. Tapi tidak sampai ada kayak suara keributan,” katanya.

Lokasi kejadian tersebut sekitaran mess Telkom. Kurang lebih hanya berjarak 30 meter dari rumah Anjar.

“Disitu kan lokasi jalan ada portalnya, biasanya ditutup tidak sampai rapat, hanya bisa dilalui satu motor. Apakah terus senggolan atau tidak mau saling ngalah atau bagaimana kurang tahu,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, menegaskan pengelolaan sampah di Kota Salatiga akan dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dengan mengedepankan edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Kebijakan yang disampaikan tersebut menargetkan penuntasan penumpukan sampah dalam waktu sekitar dua tahun melalui pengolahan sampah organik di TPS 3R serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi bahan baku bernilai ekonomi, didukung pendampingan kepada masyarakat dan penyusunan strategi bersama konsultan.
Atasi Masalah, Pemkot Gandeng Konsultan akan Musnahkan Gunungan Sampah, 2 Tahun bisa Selesai
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.
BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved