KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Penghulu Se-Jateng Deklarasi Tolak Gratifikasi, Sepakat Tak Terima ‘Uang Rokok’ dan ‘Bensin’

Penghulu Se-Jateng Deklarasi Tolak Gratifikasi, Sepakat Tak Terima ‘Uang Rokok’ dan ‘Bensin’

Penghulu Se-Jateng Deklarasi Tolak Gratifikasi, Sepakat Tak Terima ‘Uang Rokok’ dan ‘Bensin’

Ketua APRI Jawa Tengah, Suryani Kamali menandatangani kesepakatan bersama menolak gratifikasi bagi para penghulu saat acara Muswil II APRI Jawa Tengah di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ungaran, Rabu (18/12/2024). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Penghulu se-Jawa Tengah mendeklarasikan komitmen bersama menolak gratifikasi. Deklarasi ini dilaksanakan di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Ungaran saat pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) II Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Jawa Tengah, Rabu (18/12/2024).

Deklarasi ini bertujuan memperkuat integritas penghulu dalam menjalankan tugas, terutama sebagai pelayan masyarakat yang profesional, bersih, dan bebas dari praktik gratifikasi.

Ketua APRI Jawa Tengah, Suryani Kamali menyatakan, komitmen ini merupakan upaya membangun citra penghulu sebagai profesi yang berintegritas tinggi.

“Kami berkomitmen untuk bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai kejujuran. Deklarasi ini menunjukkan penghulu Jawa Tengah siap menjadi teladan dalam menjaga etika dan integritas,” tegas Suryani.

Ia juga menyinggung pengalaman masa lalu, ketika beberapa penghulu kerap menerima bentuk gratifikasi kecil seperti ‘uang rokok’ atau makanan sebagai ‘pengganti bensin.’

“Saat ini di bawah arahan Menteri Agama yang baru, penghulu di Jawa Tengah telah mengembalikan gratifikasi yang diterima kepada KPK sebagai bentuk kepatuhan hukum,” ujarnya.

Senada dengan hal itu, Kabid Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jateng Akhmad Farkhan menerangkan, dahulu sebelum ada aturan yang jelas terkait biaya nikah sebesar Rp600 ribu, biasanya tuan rumah menyediakan ‘amplop’ bagi penghulu yang bertugas.

“Tapi hari ini, kami sepakat menolak itu semua,” kata dia.

Menurut Farkhan, gratifikasi sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang bagi yang melanggar tentu efeknya adalah pidana. Sehingga, deklarasi ini berfungsi mengingatkan kembali bagi para penghulu untuk memegang teguh komitmen menolak gratifikasi.

“Kita juga harus melihat gratifikasi yang terlarang itu seperti apa. Kalau tuan rumah memberi oleh-oleh berupa ‘berkat’ atau makanan, saya kira bukan menjadi suatu kekayaan. Mau ditolak, takut tersinggung juga. Sehingga diterima untuk dibagi-bagikan lagi ke orang lain,” bebernya.

Ia berharap dengan adanya deklarasi ini, APRI Jawa Tengah optimis dapat memperkuat citra positif penghulu sebagai pilar masyarakat yang bersih, profesional, dan inklusif. (win)

Kabar Terkini

POPULER

PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
Warung Murah Berkah di Jalan Nakula Sadewa, Salatiga, menyajikan mangut kepala manyung dan sekitar 20 menu masakan Jawa setiap hari. Warung milik Hariyani ini buka pukul 06.30–14.00 WIB dengan harga terjangkau, mulai Rp5.000, termasuk kepala manyung Rp25.000–Rp40.000, serta ramesan sekitar Rp10.000.
Kepala Manyung Warung Murah Berkah, Solusi Cerdas Dikala Lapar, Harga Bersahabat
[pekok2]