URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Mbak Google

KABAR RASIKA

PMI Pusat Distribusikan 15.000 Liter Air Bersih bagi Warga Desa Kalikayen

PMI Pusat Distribusikan 15.000 Liter Air Bersih bagi Warga Desa Kalikayen

PMI Pusat Distribusikan 15.000 Liter Air Bersih bagi Warga Desa Kalikayen

Featured Image

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Krisis air bersih yang melanda warga Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang mendapat respons dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat. Tak kurang dari 1.500 liter air bersih disalurkan untuk membantu 800-an warga yang ada di Dusun Kebontaman dan Mulyosari tersebut.

Ditemui di sela kegiatan distribusi air bersih tersebut pada Jumat (11/8/2023) sore, Bendahara PMI Pusat Jacobus Dwihartanto menyampaikan setiap tahun pihaknya menerima laporan krisis air bersih dari seluruh Indonesia, terutama Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

“Kita anggap hal ini sebagai bencana. Sehingga kita rutin kirimkan bantuan (air bersih) secara terus menerus,” ujarnya.

Khusus di wilayah Jawa Tengah, lanjutnya, telah disediakan sebanyak 50 mobil tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Itu untuk mendukung upaya penanggulangan krisis air bersih sebab Jawa Tengah masuk wilayah prioritas.

“Termasuk di Kabupaten Grobogan, Rembang, dan Cilacap. Di Kabupaten Semarang, hari ini kita salurkan 15.000 liter air bersih bagi warga Desa Kalikayen,” kata dia.

Diakuinya, kendala yang dihadapi dalam penanggulangan krisis air bersih ini adalah keterbatasan jumlah armada atau mobil tangki.

“Setiap daerah pasti ada sumber air, kita hanya perlu armadanya,” bebernya.

Jacobus menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Markas PMI Jawa Tengah untuk menjadwalkan pendistribusian air bersih. Sebab, kemarau tahun ini dirasakan lebih ‘parah’ dibanding tahun sebelumnya sebagai imbas dari adanya El Nino.

“Sehingga dapat membantu warga mendapatkan akses air bersih,” sambungnya.

Sementara Kepala Desa Kalikayen Sugiyono menjelaskan, bencana kekeringan ini sudah dialami warga sejak bulan Mei 2023. Terlebih masih banyak warga yang tidak memiliki sumur, sehingga praktis mengandalkan bantuan berupa kiriman air bersih.

“Yang paling terdampak memang Dusun Kebontaman ini, kalau di Mulyosari ada tapi tidak sebanyak yang di sini,” ungkapnya.

Dikatakan oleh Sugiyono, pihak Pemerintah Desa Kalikayen sebenarnya sudah berusaha membuat dua unit sumur dan mencari sumber air hingga ke Desa Kawengen yang berjarak lebih kurang 5 kilometer untuk mengatasi masalah krisis air bersih ini.

“Tetapi tidak keluar airnya, padahal biaya yang dikeluarkan juga besar,” jelasnya.

Dengan adanya bantuan air bersih dari PMI Pusat ini, ia berharap dapat mengatasi permasalahan krisis air bersih di desanya.

“Semoga nanti dikirim bantuan lagi, karena memang menjadi satu-satunya andalan yang bisa diharapkan warga,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Creative Hub Forum, Cara Gekrafs dan Disbudparekraf Jateng Perkuat Jejaring Kreator Lokal
Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter mulai dirasakan warga di Ungaran, Kabupaten Semarang, Rabu (10/6/2026). Sejumlah pengendara mengaku pengeluaran harian bertambah, namun tetap memilih Pertamax karena dinilai lebih baik untuk performa dan keawetan mesin kendaraan meski antrean Pertalite di SPBU mulai meningkat.
Harga Pertamax Meroket, Warga Ungaran Tetap Bertahan Meski Pengeluaran Membengkak

INFOGRAFIS

TERKINI

Tes Religi
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Ngaku Habib, Pria di Kabupaten Semarang Cabuli Delapan Santri
Satreskrim Polres Semarang menetapkan seorang pria berinisial AJS (56), warga kelahiran Salatiga, sebagai tersangka kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap delapan santri di sebuah pondok pesantren...
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Pemerintah Kota Salatiga melalui Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kelurahan Ledok menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan pencemaran sungai di RT 03 RW 11, Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo,...
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang menggandeng sejumlah LPK, termasuk LPK Surya Intan Tengaran, untuk melatih 375 warga melalui program pelatihan dan penempatan kerja sektor garmen pada 2026. Peserta...
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Peraih Nilai TKA Sempurna di Salatiga dapat Cuan dari Wali Kota
Dua pelajar Kota Salatiga, Kiandra Isna Aisha Anindhita dari SD Negeri 06 Salatiga dan Gabriela Tirza Jeovana Utomo dari SMP Stella Matutina Salatiga, meraih nilai sempurna dalam Tes Kemampuan Akademik...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved