URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang menggandeng sejumlah LPK, termasuk LPK Surya Intan Tengaran, untuk melatih 375 warga melalui program pelatihan dan penempatan kerja sektor garmen pada 2026. Peserta mendapat pelatihan gratis selama 14 hari, uang saku, makan siang, serta peluang penempatan kerja di perusahaan garmen setelah lulus.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja

Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja

Disnaker Kabupaten Semarang Gandeng Surya Intan, Gelar Pelatihan Jahit Gratis Lulus Langsung Kerja

Pimpinan LPK Surya Intan Tengaran, Srining Asmudi sedang mengawasi siswa menjahit
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Sebanyak 375 orang asal kabupaten Semarang kini tengah mengikuti Program Pelatihan dan Penempatan Sektor Garmen yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang dengan mengandeng beberapa LPK yang ada.
Salah satunya Adalah LPK Surya Intan di Kembangsari Tengaran kabupaten Semarang.

Kepada rasikafm.com, Laila Isnaina Fatimah, Kabid Pelatihan Penempatan Media dan Transmigrasi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Semarang, mengatakan jika program pelatihan menjahit ini sudah dilakukan sejak 2022 lalu, dengan memberikan pelatihan kepada 1000 peserta, namun karena saat ini memasuki masa efisiensi maka jumlahnya dikurangi. “Sejak 2022 Dinas berikan kepada 1000 peserta, namun tahun 2026 hanya membuat 15 paket dengan peserta 25 orang, nantinya akan tersebar dibeberapa LPK, mereka belajar 14 hari, jika sudah lulus maka peserta akan disalurkan ke Perusahaan yang membutuhkan” ujar Laila.

Menurut Laila, Pihak dinas memfasilitasi dan melatih mereka, semua program diberikan gratis, peserta mendapat makan siang, uang saku serta akan disalurkan jika sudah lulus.

Tahun 2026 Dinas memberikan pelatihan dengan mengandeng LPK di kecamatan Tengaran, Bawen, Suruh dan Jambu serta Getasan, dengan catatan LPK yang sudah siap menampung siswa pelatihan.

Siswa pelatihan menjahit di LPK Surya Intan Tengaran, berfoto bersama usai acara pembukaan dari Dinas (Foto Arief Rasika)

Sementara itu Pimpinan LPK Surya Intan Tengaran, Srining Asmudi mengatakan, jika sejak 2022 lalu LPK milik nya sudah melatih jahit kepada warga disekitar wilayah Tengaran dan sekitarnya, Sebagian besar dari mereka kini sudah bekerja di sektor garmen yang tersebar luas di Tengaran dan Salatiga.

“LPK kami ada sejak tahun 2008 lalu, hingga kini sudah meluluskan ribuan siswa, rata rata mereka kini sudah bekerja, bahkan ada juga yan membuka jahitan dirumah”. Kata Srining bangga.

Menurutnya selama 14 hari kedepan siswa akan diberikan pelatihan menjahit, mulai memotong bahan, membuat pola dan menjahit baju dengan model masa kini.

Budiyanto salah seorang peserta asal Banyubiru mengaku mengikuti program jahit karena saat ini sedang menganggur setelah sebelumya bekerja di pabrik Tengaran.
“Bisa menjahit kayaknya enak, kalo lulus langsung kerja dan gajinya lumayan” ujanya

Laila Isnaina Fatimah, Kabid Pelatihan Penempatan Media dan Transmigrasi

BACA JUGA :

Bank Indonesia mencatat pengguna QRIS di Jawa Tengah mencapai 9,08 juta hingga Juni 2026, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan jumlah pengguna terbesar ketiga secara nasional. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya penerimaan pembayaran digital, sementara jumlah merchant QRIS mencapai 4,52 juta dan menjadi yang terbesar keempat secara nasional.
Pengguna QRIS di Jateng Tembus 9,08 Juta, Terbesar Ketiga Nasional
Bank Indonesia Jawa Tengah mewaspadai dampak kekeringan pada semester II 2026 terhadap produksi pangan dan stabilitas harga. Dalam Media Briefing di Pekalongan, Kamis (13/8/2026), BI mencatat Jawa Tengah mengalami deflasi 0,13 persen pada Juli dengan inflasi tahunan sekitar 2,6 persen, namun tetap mengantisipasi gejolak harga komoditas pangan.
BI Jateng Waspadai Dampak Kekeringan, Pengendalian Inflasi Diperkuat
bri
Dorong UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Cabang Salatiga Salurkan KUR Rp 944 Miliar Hingga Juli 2026
Perekonomian Jawa Tengah tetap tumbuh pada triwulan II 2026 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, investasi, industri pengolahan, dan perdagangan. Konsumsi tumbuh 4,31 persen, investasi 8,84 persen dengan realisasi Rp25,53 triliun, industri pengolahan 5,03 persen, dan perdagangan 7,52 persen. Sektor akomodasi dan makan-minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,80 persen seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Ekonomi Jateng Tetap Tumbuh, Industri dan Perdagangan Jadi Penopang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved