KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Ponpes Ini Pelajari Isi Kandungan Alquran Menggunakan Bahasa Jawa Sambil Bikin Konten Medsos

Ponpes Ini Pelajari Isi Kandungan Alquran Menggunakan Bahasa Jawa Sambil Bikin Konten Medsos

Ponpes Ini Pelajari Isi Kandungan Alquran Menggunakan Bahasa Jawa Sambil Bikin Konten Medsos

UNGARAN – Momen ramadhan banyak dimanfaatkan untuk berkegiatan yang sarat dengan nilai ibadah. Bagi kalangan santri, aktivitas mengaji dan ibadah lain tentu sebuah hal yang lazim.

Di pondok pesantren (ponpes) Al Mina, Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang para santri mengaji kitab Tarojumah yang keseluruhannya menggunakan bahasa Jawa. Di hadapan mereka, terpasang berbagai alat multimedia untuk merekam dan selanjutnya dijadikan konten di media sosial.

Kitab Tarojumah merupakan karangan K H. Ahmad Rifai yang berisi terjemahan Al Quran dalam bahasa Jawa. Nilai-nilai tersebut yang saat ini dijadikan pegangan dalam pembelajaran.

“Kita mengajar menggunakan bahasa Jawa Krama, sehingga seluruh santri wajib juga berbahasa Jawa Krama. Santri dari luar Jawa Tengah juga wajib,” ujar pengasuh Ponpes Al Mina, Muhammad Afdhi Rizal, Senin (11/4/2022).

Menurut Rizal, santri Al Mina wajib pintar mengaji, mengerti teknologi, dan siap mandiri. Mengaji saat ini tidak bisa lepas dari teknologi karena tuntutan zaman. Dari kolaborasi tersebut, maka akan tercipta santri mandiri yang bermanfaat untuk lingkungannya.

“Santri harus memegang peranan sebagai pengontrol juga, jangan termakan hoaks. Mereka tidak hanya menjadi konsumen, tapi harus produktif dan bijak dalam menerima informasi yang diproduksi teknologi dalam bentuk media,” ungkapnya.

Santri, lanjutnya, tidak boleh asal menelan informasi. Sumber dan proses produksi media tersebut harus diketahui.

“Kita khawatir juga karena banyak yang belajar agama dari media, ambil sumber tidak jelas, akibatnya terjajah media,” tegas Rizal. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Tim sepak bola Popda Kota Salatiga berhasil menjadi juara Popda Jawa Tengah 2026 setelah mengalahkan Kabupaten Wonogiri 1-0 pada partai final. Sebelumnya, Salatiga menyingkirkan Kota Semarang melalui adu penalti 5-3 di semifinal. Gelar ini diraih berkat konsistensi, kekompakan, dan mental bertanding para pemain muda sepanjang kompetisi.
Skuad Muda Juara, Perjuangan Tim Sepak Bola Salatiga di ajang Popda Jateng Berbuah Manis
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang