KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Komunitas Kridha Beksa Wandawa Gelar Kelas Tari Klasik di Salatiga, Peserta Membludak

Komunitas Kridha Beksa Wandawa Gelar Kelas Tari Klasik di Salatiga, Peserta Membludak

Komunitas Kridha Beksa Wandawa Gelar Kelas Tari Klasik di Salatiga, Peserta Membludak

Kegiatan pelatihan kelas tari klasik di Pendopo Bung Karno pada Minggu. (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Upaya melestarikan Tari Klasik Gaya Surakarta di tengah derasnya arus modernisasi dan budaya populer mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Salatiga, Jawa Tengah. Komunitas Kridha Beksa Wandawa menggelar kelas tari klasik di Pendopo Bung Karno pada Minggu (24/5/2026), dengan peserta yang datang dari berbagai usia.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar sekaligus upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah generasi masa kini. Awalnya, kelas tari tersebut hanya menargetkan 30 peserta. Namun antusiasme masyarakat justru melampaui perkiraan hingga mencapai 62 orang.

“Targetnya sebenarnya hanya 30 peserta, tapi membludak menjadi 62 peserta. Usianya mulai dari 12 tahun sampai yang paling tua sekitar 62 tahun,” ujar pengajar tari Grace Stella.

Ia menjelaskan, kelas terbuka ini sengaja digelar untuk mengenalkan kembali tari klasik gaya Surakarta kepada masyarakat Salatiga, terutama bagi mereka yang memiliki minat namun belum mengetahui harus belajar di mana.

“Di Salatiga ini peminat tari klasik sebenarnya banyak, tapi mungkin belum semua tahu harus belajar ke mana. Jadi kita buka open class seperti ini untuk mengenalkan sekaligus melestarikan budaya,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan salah satu repertoar klasik, yakni Tari Golek Sri Rejeki, yang dikenal dengan karakter gerak lembut, anggun, serta sarat makna filosofis.

Menariknya, sebagian besar peserta merupakan kalangan usia di atas 50 tahun. Meski demikian, semangat mereka tidak kalah dengan peserta muda. Dengan balutan kebaya, para peserta tampak serius mengikuti setiap arahan instruktur, mulai dari gerakan tangan, langkah kaki, hingga ekspresi wajah.

“Tidak ada kata terlambat untuk berkontribusi terhadap budaya. Ini luar biasa, peminatnya cukup besar dan harus terus berlanjut, jangan hanya momen tertentu,” kata salah satu peserta, Nunuk Dartini.

Ia menilai kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga ruang kebersamaan dan aktivitas positif bagi masyarakat. Bahkan, ia menyebut kegiatan menari turut memberikan manfaat kesehatan dan melatih konsentrasi.

“Kalau di awal sempat merasa sulit, tapi lama-lama terbangun semangat dan optimisme. Kita saling mendukung satu sama lain,” ujarnya.

Nunuk juga mengakui tantangan yang dirasakan peserta usia lanjut, terutama dalam menyesuaikan gerakan tertentu yang membutuhkan kelenturan tubuh dan fokus tinggi. Namun hal itu tidak mengurangi semangat untuk terus belajar.

Kelas tari ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pelestarian budaya Jawa, khususnya Tari Klasik Gaya Surakarta di Salatiga.

Grace Stella, pengajar tari

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
[pekok2]