KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Pria Asal Semarang Aniaya Pemotor Karena Tak Terima Diingatkan Saat Lawan Arah

Pria Asal Semarang Aniaya Pemotor Karena Tak Terima Diingatkan Saat Lawan Arah

Pria Asal Semarang Aniaya Pemotor Karena Tak Terima Diingatkan Saat Lawan Arah

SEMARANG – Satreskrim Polrestabes Semarang mengamankan seorang pria yang melakukan kekerasan terhadap pengendara motor di Jalan Kelud Raya, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur Sabtu (14/5/2022) sekitar pukul 23.30 WIB.

Pelaku bernama The Yosie Amanda Kusuma warga Jalan Puspowarno Selatan, Kecamatan Semarang Barat. Pelaku melakukan kekerasan terhadap Faisal Aldi Ardiansyah Fabrin, warga Kota Semarang lantaran tak terima diingatkan ketika melawan arah saat mengendarai motor.

Merasa tidak terima dan babak belur dipukuli, korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Semarang. Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan dirumahnya, pada Selasa (17/5/2022).

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny S Lumbatoruan mengatakan kejadian bermula saat tersangka bersama dua rekannya yaitu Dany Surya dan Jimmy Wisudawan, berboncengan mengendarai sepeda motor melawan arah di Jalan Kelud Raya. Kemudian, saat berpapasan dengan korban, ada sedikit senggolan antara motot korban dan pelaku.

“Tersangka awalnya melakukan minum minum di suatu tempat bersama saksi. Kemudian berboncengan tiga mengendarai motor. Pada saat melintas, korban mengejar korban dan menghentikan kendaraan. Selanjutnya membabi buta melakukan pemukulan dan menendang korban,” ujar Donny saat rilis kasus di Mapolrestabes Semarang, Rabu (18/5/2022).

Kejadian ini juga terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Terlihat, korban sempat meminta maaf sebelum terjadi pemukulan. Akan tetapi, pelaku tidak merespon dan dengan brutal menyerang korban meskipun kedua teman pelaku sempat mencegah, namun tidak dipedulikan pelaku dan terus membabi buta memukuli korban.

“Korban mengalami luka di mata, serta lecet di pipi kanan, tangan dan kaki. Kemudian korban melaporkan ke Polrestabes Semarang,” jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah warga yang melihat kejadian dan mendatangi, terlihat seorang pengendara motor. Diketahui ojek online juga sempat melerai namun juga hendak diserang pelaku.

Pemukulan sempat terhenti, namun korban yang duduk di trotoar masih juga dipukul dan ditendangi tubuhnya. Termasuk motor korban juga ikut ditendang, diinjak-injak.

“Pasal yang dipersangkakan pasal 351 KUHP, ancaman hukuman dua tahun delapan bulan,” paparnya.

Sementara, dihadapan polisi dan awak medis, pelaku mengatakan permasalahan tersebut dipicu saat mengendarai motor bersenggolan dengan kendaraan korban.

“Saya lawan arah. Kemudian saya berpapasan senggolan spion. Di bilang, pie to mas. Kemudian saya kerja tak hentikan. Tak pukuli. Awalnya saya minum ciu, di tempat tongkrongan, di dekat rumah di Puspowarno,” imbuhnya.

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang