URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
PSIS akan melawan tim tuan rumah Persita pada pekan ke sepuluh BRI Liga 1 2022/2023 pada Rabu (14/9/2022) pukul 15.30

Mbak Google

KABAR RASIKA

PSIS Akui Kekuatan Persita, Resal: Besok Adalah Pertandingan Tidak Mudah

PSIS Akui Kekuatan Persita, Resal: Besok Adalah Pertandingan Tidak Mudah

PSIS Akui Kekuatan Persita, Resal: Besok Adalah Pertandingan Tidak Mudah

featured-img

SEMARANG – PSIS akan melawan tim tuan rumah Persita pada pekan ke sepuluh BRI Liga 1 2022/2023 pada Rabu (14/9/2022) pukul 15.30 WIB di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Asisten pelatih PSIS, Achmad Resal Octavian mengakui kekuatan Persita sudah berbeda ketika terakhir bertemu di Piala Presiden.

Meski demikian, Resal mengatakan para pemainnya sudah siap dan berjuang meraih hasil yang maksimal di kandang Persita. “Besok adalah pertandingan tidak mudah bagi kita. Tapi saya yakin anak-anak akan memberikan yang terbaik untuk kemenangan PSIS,” ujarnya saat jumpa pers Selasa (13/9/2022).

“Kalau menurut saya Persita sudah berbeda dari sekarang. Kita bisa lihat sendiri bahwa Piala Presiden bukan menjadi patokan buat pertandingan besok,” tambahnya.

Resal menambahkan, para pemain kini sudah dalam kondisi siap untuk bermain. Ia juga mengaku akan menjaga trend positif untuk PSIS.

“Alhamdulillah pemain dalam kondisi sehat semua pada intinya kita siap untuk pertandingan besok. Saya akan terus menjaga mental anak-anak dan menjaga momentum ini. Dan saya selalu bicara kepada anak-anak bahwa kita perlahan akan bisa bangkit,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pemain PSIS, Taisei Marukawa menerangkan meski beberapa pemain masih dalam kondisi cedera, namun pemain dari tim PSIS akan tetap siap untuk bertanding. Dirinya juga berharap PSIS bisa meraih hasil maksimal dan mencuri point penuh dari tim tuan rumah.

“Memang ada beberapa pemain yang masih cedera. Namun PSIS ini seperti keluarga jadi bukan sebuah masalah dan tim PSIS sudah mempersiapkan diri dan berharap bisa memenangkan pertandingan,” katanya.

Dirinya juga menyebut bermain tanpa striker Carlos Fortes membuat PSIS sulit dalam mencetak gol. Namun, dari hasil pertandingan sebelumnya, PSIS kedepan sudah bisa mencetak gol meski bermain tanpa striker asal Portugal ini.

“Memang tanpa Fortes situasi menjadi sulit dalam mencetak gol. Tapi dipertandingan terakhir seperti Riyan bisa mencetak tiga gol berharap kami bisa ulang dipertandingan besok walaupun tanpa Fortes,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan