URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ratusan petani serta warga Tuntang Kabupaten Semarang bersama Forum Petani Rawa Pening Bersatu (FPRPB) lakukan orasi di area persawahan batas sempadan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ratusan Warga dan Petani di 3 Kecamatan Demo, Tuntut KEPMEN PUPR No 365 Untuk Dicabut

Ratusan Warga dan Petani di 3 Kecamatan Demo, Tuntut KEPMEN PUPR No 365 Untuk Dicabut

Ratusan Warga dan Petani di 3 Kecamatan Demo, Tuntut KEPMEN PUPR No 365 Untuk Dicabut

featured-img

Ratusan petani serta warga Tuntang Kabupaten Semarang bersama Forum Petani Rawa Pening Bersatu (FPRPB) lakukan orasi di area persawahan batas sempadan.

Para warga dan petani juga membawa baner bertuliskan keresahan terkait batas tersebut.

Mereka menuntut agar Pemerintah mencabut KEPMEN PUPR NO: 365/KPTS/M/2020 terkait Batas Sempadan Kawasan Rawa Pening dalam Penanganan Sedimentasi di Danau Rawa Pening dan rencana revitalisasi Rawa Pening sebagai upaya penanganan danau kritis.

Kepada sejumlah media,Bendahara FPRPB, Ismail Saleh mengatakan selain melakukan orasi, pihaknya juga menggelar doa bersama.

“Kami lakukan doa bersama, dimana doa bersama itu memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar KEPMEN berkaitan dengan Rawa Pening ini sangat mengganggu kami selaku petani maupun masyarakat pesisir Rawa Pening,” kata Ismail Minggu (4/9/2022).

Lahan milik warga pesisir Rawa Pening sebagian besar terdampak akibat pergeseran batas sempadan.

“Kurang lebihnya dari patok asli gesernya sekitar satu kilometer, dan ini semua yang terdampak yakni lahan milik masyarakat, pada aturan lama antara batas tanah rakyat dengan tanah negara itu sudah jelas,” paparnya.

“Itu aturan dulu tapi setelah ada aturan baru akhirnya batas tersebut sampai ke tanah masyarakat,” imbuhnya.

Ada dua batas atau patok yakni patok berwarna kuning itu patok sempadan Rawa Pening dan patok biru adalah batas air yang naik dari Rawa Pening.

“Beberapa desa pesisir Rawa Pening terdampak seperti Desa Lopait, Tuntang, Asinan, Bejalen itu berkaitan dengan pemukiman,” jelasnya.

“Dan yang berkaitan dengan sawah yakni semua Desa pesisir Rawa Pening terdampak,” tambahnya.

Menurutnya wujud protes ini dari dulu sudah dilakukan sampai ke Presiden sudah dilayangkan tetapi belum ada tanggapan.

“Jadi KEPMEN ini sosialisasinya tidak mengena pada sasaran yang mana tidak dikomunikasikan dengan warga masyarakat,” katanya.

Akibat hal tersebut, Ismail mengaku seribu hektare tidak dapat menanam padi.

Para petani ini juga sudah dua tahun lebih tidak merasakan panen.

“Kerugian mereka para petani luar biasa, kalau dikatakan satu hektare 40 juta rupiah jadi kurang lebih ada 40 miliyar rupiah kerugian dalam sekali panen,” paparnya.

Selain itu, ada juga dampak bagi petani setelah dilakukannya penurunan debit air Rawa Pening.

“Setelah dilakukan penurunan debit air dam dikembalikan ke semula oleh Pemerintah Kabupaten, tapi itu juga membawa masalah bagi kami,” ucapnya

Seperti eceng gondok yang sudah terdampar di tanah rakyat akhirnya menjadi hutan dan para petani kesulitan untuk pengolahan.

Pantauan wartawan mereka yang demo adalah petani dari 3 kecamatan yakni Tuntang, Bawen dan Ambarawa.

BACA JUGA :

Polwan Polres Salatiga menggelar bakti sosial dan bakti kesehatan di Panti Asuhan Bakti Luhur, Tegalrejo, Argomulyo, Jumat (21/9/2026), untuk menyambut Hari Jadi Polwan ke-78. Kegiatan diisi penyerahan kebutuhan pokok dan pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti sebagai bentuk kepedulian sekaligus mempererat hubungan Polri dengan masyarakat.
Peduli Sesama, Polwan Polres Salatiga Gelar Baksos hingga Gendong Bayi
pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Smokyara di Jombor, Tuntang, Kabupaten Semarang, menawarkan kuliner bebek dengan teknik pengasapan hingga 15 jam tanpa direbus atau dipresto. Restoran milik Eko Setiawan ini juga menyajikan ayam dan ikan asap yang dimarinasi sebelum diasap menggunakan panas dan asap tidak langsung. Menu bebeknya kini diminati hingga 50 ekor per hari.
Pertama di Salatiga, Smokyara Hadir dengan Menu Bebek Asap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon