URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mempercepat relokasi sejumlah fasilitas umum yang terdampak proyek Tol Yogya-Bawen di Kecamatan Bawen, termasuk fasilitas pendidikan dan sosial seperti SD Negeri Bawen 01, TK Mulyo Adi, Kantor Kelurahan Bawen, lapangan umum, dan area pemakaman di kawasan Tegalrejo.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Relokasi SD dan TK Terdampak Proyek Tol Yogya-Bawen Dipercepat, Pembelian Lahan Ditarget Selesai November 2024

Relokasi SD dan TK Terdampak Proyek Tol Yogya-Bawen Dipercepat, Pembelian Lahan Ditarget Selesai November 2024

Relokasi SD dan TK Terdampak Proyek Tol Yogya-Bawen Dipercepat, Pembelian Lahan Ditarget Selesai November 2024

Sejumlah siswa SDN Bawen 01 sedang beraktivitas di halaman sekolah. Gedung ini akan direlokasi seiring pembangunan Tol Yogya-Bawen. Foto: Dok. Tapem Kab. Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang sedang mempercepat proses relokasi sejumlah fasilitas umum, termasuk fasilitas pendidikan dan sosial, yang terdampak pembangunan proyek Tol Yogya-Bawen di Kecamatan Bawen. Proses ini melibatkan beberapa fasilitas penting, seperti SD Negeri Bawen 01, TK Mulyo Adi, Kantor Kelurahan Bawen, lapangan umum, dan area pemakaman di kawasan Tegalrejo, Kelurahan Bawen.

Zaenal Arifin, Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, menyampaikan bahwa prioritas utama dalam proses relokasi ini adalah SD Negeri 1 Bawen dan TK Mulyo Adi. Untuk memfasilitasi relokasi tersebut, Pemkab Semarang akan membeli lahan seluas 3.000 meter persegi untuk SD dan 800 meter persegi untuk TK, yang letaknya dekat dengan lokasi bangunan lama. Dana untuk pembelian lahan ini berasal dari uang ganti rugi aset pemerintah daerah yang terdampak proyek tol.

“Sejak arahan dari BPKP keluar pada 28 Oktober 2024, kami segera mengadakan rapat koordinasi dengan Bupati, Forkompinda, dan instansi terkait guna mempercepat proses pembelian lahan untuk relokasi,” kata Zaenal di Ungaran, Jumat (8/11/2024).

Zaenal menambahkan, percepatan ini bertujuan agar murid-murid terdampak proyek tol bisa segera beraktivitas di fasilitas baru yang lebih aman dan pemakaman ke tempat pemakaman umum Kelurahan Bawen setelah relokasi fasilitas pendidikan selesai. mendukung kualitas belajar mengajar. Sementara itu, pembangunan tiang pancang proyek tol di dekat sekolah ditunda demi keselamatan anak-anak.

“Kami minta agar bangunan SD lama tidak dikosongkan sampai fasilitas baru siap digunakan,” ujarnya.

Selain relokasi SD dan TK, Pemkab Semarang juga akan segera memindahkan Kantor Kelurahan Bawen dan lapangan umum ke lingkungan Ngemplak, serta memindahkan area pemakaman ke tempat pemakaman umum Kelurahan Bawen setelah relokasi fasilitas pendidikan selesai.

Ia berharap proses pembelian lahan dan desain bangunan relokasi bisa selesai pada akhir November 2024, agar pembangunan fisik fasilitas pendidikan baru dapat dimulai pada Desember 2024. (win)

Sejumlah siswa SDN Bawen 01 sedang beraktivitas di halaman sekolah. Gedung ini akan direlokasi seiring pembangunan Tol Yogya-Bawen. Foto: Dok. Tapem Kab. Semarang

BACA JUGA :

Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran
Kejaksaan Negeri Salatiga memberikan penyuluhan hukum dan kampanye antikorupsi kepada sekitar 150 siswa SMAN 3 Salatiga melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Senin. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran hukum, kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sejak dini, sekaligus mengenalkan bahaya HIV/AIDS serta pengelolaan sampah kepada para pelajar.
JMS di SMAN 3 Salatiga, Gandeng Berbagai Pihak, “Wujudkan Generasi Emas Anti Korupsi”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved