KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Ribuan Warga Semarakkan Merti Desa Kemetul

Ribuan Warga Semarakkan Merti Desa Kemetul

Ribuan Warga Semarakkan Merti Desa Kemetul

Merti Desa Kemetul, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah disemarakkan ribuan warga dan pelajar. Merti desa digelar setahun sekali namun selama 2 tahun sebelumnya tidak diadakan karena pandemi Covid-19.

Tahun ini mulai diadakan kembali dengan melibatkan semua unsur masyarakat Desa Kemetul. Bupati Semarang Ngesti Nugraha dalam sambutanya menyatakan, dengan kegiatan karnaval merti desa pihaknya mendukung, diharapkan semoga dengan merti desa dapat membawa kemajuan Desa Kemetul dan masyarakat diberi ketentraman.

“Karena Covid-19 masih ada kegiatan tetap menaati protokol kesehataan,” jelas Bupati, Sabtu (13/8).

Masih dalam rangkaian menyemarakkan Merti Desa Kemetul juga digelar pagelaran pementasan wayang kulit dengan dalang Ki Bagong Darmono. Ada penilaian dari dewan juri dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, pemenang kirap akan mendapat tropi dan uang pembinaan.

Sementara Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo mengatakan, merti desa sudah berlangsung secara turun temurun ratusan tahun. Kirap warga disebut jolenan yang berarti ojo lali (jangan lupa) atas karunia Tuhan atas limpahan panen raya dan hasil bumi

“Jolenan digelar setelah musim panen kretek, yaitu panen dimusim kemarau. Ini sudah tradisi desa secara turun temurun,” tandasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]