KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sejumlah Bangunan Liar yang Berdiri Diatas Saluran Air di Tembalang Dibongkar

Sejumlah Bangunan Liar yang Berdiri Diatas Saluran Air di Tembalang Dibongkar

Sejumlah Bangunan Liar yang Berdiri Diatas Saluran Air di Tembalang Dibongkar

SEMARANG – Sejumlah bangunan liar yang berdiri Jalan Afa Raya RT 4 RW 17, Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Senin (14/11/2022).

Bangunan yang dibongkar terdiri dari kios-kios dan tempat cukur rambut. Selain tak resmi, tujuh bangunan ini dibongkar karena berdiri di atas saluran air. Ditambah berdirinya bangunan tersebut juga membuat potensi terjadinya banjir di wilayah sekitar.

Setelah mengeluarkan barang-barang dari dalam bangunan, petugas langsung merobohkan bangunan menggunakan alat berat begu. Dalam pelaksaan tersebut pun tak berjalan mulus.

Petugas Satpol PP Semarnag yang dipimpin Sekretaris Satpol PP Kota Semarang, Marthen Da Costa sempat dipersulit oleh seorang pria yang diduga diperintah para pemilik bangunan. Namun pihaknya melanjutkan perobohan tersebut.

Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP Kota Semarang, Yoga Utoyo menerangkan, kegiatan ini dilakukan setelah ketua RW dan para ketua RT setempat datang ke Satpol PP Semarang meminta agar bangunan tersebut dirobohkan. Hal itu lantaran berdirinya bangunan tersebut karena menjadi penyebab banjir.

“Pembongkaran ini karena aduan dari masyarakat. Tujuh bangunan kios ini berdiri diatas saluran air dan tanah fasilitas umum. Ini yang menyebabkan banjir perumahan sekitar,” ujarnya kepada awak media disela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, Yoga memastikan sejumlah bangunan yang dirobohkan ini juga tidak ada izin. “Berdirinya kios-kion ini juga diatas saluran air dan ditanah fasum (fasilitas umum),” paparnya.

Sementara itu, salah seorang pegawai di bangunan yang dibonhkr, Sofyan (24) mengaku kaget adanya perobohan ini. Dirinya mengaku sebelum ada pembongkaran akan ada perundingan antara pemilik bangunan dan pihak Pemerintah Kota.

“&atanya mau ada perundingan soalnya mau dipindah ke tanah kosong yang belum jelas milik siapa dan kita akan dipindah kesana. Mau rundingan kok tiba-tiba ada penggusuran,” tuturnya.

Meski demikian, dirinya menyebut m telah mendapat surat pemberitahuan pembongkaran sebanyak tiga kali dari Kelurahan Sendangmulyo. “Abis tiga kali pemberitahuan katanya mau dirundingkan malah tidak ada perundingan,” imbuhnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]