RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Sejumlah Warga Binaan Rutan Salatiga Gemetar Saat Divaksin

Sejumlah Warga Binaan Rutan Salatiga Gemetar Saat Divaksin

Sejumlah Warga Binaan Rutan Salatiga Gemetar Saat Divaksin

Salah seorang Warga binaan Rutan Salatiga, dipegangi petugas saat hendak disuntik vaksin COVID-19 lantaran takut disuntik, Rabu (28/7/2021). Foto/dok Lapas

RASIKAFM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga menggelar vaksinasi COVID-19 dengan sasaran warga binaan, Rabu (28/7/2021). Dalam proses vaksinasi, ternyata ada sejumlah warga binaan yang takut dan badannya gemetar saat hendak disuntik.

Meski demikian, mereka berhasil divaksin setelah dipegangi oleh petugas Rutan. Seperti yang dialami warga binaan bernama Ayaman asal Medan, Sumatera Utara.

Badan lelaki itu, gemetar saat petugas medis hendak menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis satu di lengan kirinya. Karena gemetar, petugas medis tidak bisa menyuntikan vaksin. Akhirnya, meminta tolong Humas Rutan Salatiga Nuryadi untuk memeganginya.

“Rileks saja. Jangan lihat jarum suntikannya. Hadap ke kanan biar tidak melihat,” kata Nuryadi sembari memegangi pundak Ayawan agar bisa divaksin.

Setelah badan Ayaman tidak gemetar, petugas medis langsung menyuntikan vaksin di lengan kirinya. “Setidaknya ada empat warga binaan yang takut disuntik. Namun mereka bisa divaksin semua setelah dipegangi petugas,” ujar Nuryadi.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga Andri Lesmano mengatakan, vaksinasi COVID-19 dengan sasaran warga binaan ini terselenggara atas kerjasama dengan Kodam IV Diponegoro. Vaksinasi COVID-19 ini, penting dilakukan mengingat jumlah warga binaan Rutan Salatiga melebihi kapasitas.

“Masalah utama di Rutan Salatiga adalah over kapasitas. Sehingga tidak memungkinkan untuk jaga jarak. Dengan adanya vaksinasi ini, saya berharap warga binaan tidak ada yang terpapar COVID-19,” katanya.

Dia menjelaskan, jumlah sasaran vaksinasi di Rutan Salatiga sebanyak 160 orang. Namun setelah dilakukan skrining, hanya 141 orang warga binaan yang bisa mendapatkan vaksin COVID-19.

“Ini terjadi karena faktor kesehatan. Ada beberapa warga binaan yang tidak memungkinkan divaksin lantaran memiliki penyakit tertentu sehingga harus dikonsultasikan ke dokter dulu. Selain itu, ada warga binaan yang tidak memiliki e-KTP sehingga tidak bisa mendapatkan vaksin pada vaksinisasi ini,” ujarnya.

Menurutnya, pihak Rutan akan menghubungi keluarganya untuk meminta kartu keluarga agar mereka bisa mendapatkan vaksin. Jika warga binaan yang tidak memiliki e-KTP namanya tercatat dalam kartu keluarga, maka bisa mendapatkan vaksin.

“Semoga dengan adanya vaksinasi COVID-19 ini, tercipta herd immunity sehingga Rutan Salatiga bisa terbebas dari COVID-19,” ucapnya. (rief)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Sebanyak 31 sapi di Kota Salatiga terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sepanjang Januari hingga 4 September 2026. Dispangtan Salatiga menyebut lalu lintas sapi dari luar daerah menjadi faktor utama penyebaran penyakit. Dari jumlah tersebut, 30 sapi telah sembuh dan satu dipotong paksa, sementara saat ini tidak ada kasus aktif.
31 Sapi di Salatiga Terjangkit PMK, Dinas Pantau Lalu Lintas Ternak
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
BALAP-LIAR
Balap Liar dan Knalpot Brong Makin Meresahkan, Satlantas Polres Salatiga amankan 75 Motor
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10