HOME

Sejumlah Warga Binaan Rutan Salatiga Gemetar Saat Divaksin

Sejumlah Warga Binaan Rutan Salatiga Gemetar Saat Divaksin

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on google
Share on pinterest

Salah seorang Warga binaan Rutan Salatiga, dipegangi petugas saat hendak disuntik vaksin COVID-19 lantaran takut disuntik, Rabu (28/7/2021). Foto/dok Lapas

RASIKAFM – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Salatiga menggelar vaksinasi COVID-19 dengan sasaran warga binaan, Rabu (28/7/2021). Dalam proses vaksinasi, ternyata ada sejumlah warga binaan yang takut dan badannya gemetar saat hendak disuntik.

Meski demikian, mereka berhasil divaksin setelah dipegangi oleh petugas Rutan. Seperti yang dialami warga binaan bernama Ayaman asal Medan, Sumatera Utara.

Badan lelaki itu, gemetar saat petugas medis hendak menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis satu di lengan kirinya. Karena gemetar, petugas medis tidak bisa menyuntikan vaksin. Akhirnya, meminta tolong Humas Rutan Salatiga Nuryadi untuk memeganginya.




“Rileks saja. Jangan lihat jarum suntikannya. Hadap ke kanan biar tidak melihat,” kata Nuryadi sembari memegangi pundak Ayawan agar bisa divaksin.

Setelah badan Ayaman tidak gemetar, petugas medis langsung menyuntikan vaksin di lengan kirinya. “Setidaknya ada empat warga binaan yang takut disuntik. Namun mereka bisa divaksin semua setelah dipegangi petugas,” ujar Nuryadi.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga Andri Lesmano mengatakan, vaksinasi COVID-19 dengan sasaran warga binaan ini terselenggara atas kerjasama dengan Kodam IV Diponegoro. Vaksinasi COVID-19 ini, penting dilakukan mengingat jumlah warga binaan Rutan Salatiga melebihi kapasitas.

“Masalah utama di Rutan Salatiga adalah over kapasitas. Sehingga tidak memungkinkan untuk jaga jarak. Dengan adanya vaksinasi ini, saya berharap warga binaan tidak ada yang terpapar COVID-19,” katanya.

Dia menjelaskan, jumlah sasaran vaksinasi di Rutan Salatiga sebanyak 160 orang. Namun setelah dilakukan skrining, hanya 141 orang warga binaan yang bisa mendapatkan vaksin COVID-19.

“Ini terjadi karena faktor kesehatan. Ada beberapa warga binaan yang tidak memungkinkan divaksin lantaran memiliki penyakit tertentu sehingga harus dikonsultasikan ke dokter dulu. Selain itu, ada warga binaan yang tidak memiliki e-KTP sehingga tidak bisa mendapatkan vaksin pada vaksinisasi ini,” ujarnya.

Menurutnya, pihak Rutan akan menghubungi keluarganya untuk meminta kartu keluarga agar mereka bisa mendapatkan vaksin. Jika warga binaan yang tidak memiliki e-KTP namanya tercatat dalam kartu keluarga, maka bisa mendapatkan vaksin.

“Semoga dengan adanya vaksinasi COVID-19 ini, tercipta herd immunity sehingga Rutan Salatiga bisa terbebas dari COVID-19,” ucapnya. (rief)

SHARE

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on pinterest
Share on telegram
KABAR JAWA TENGAH

KABAR TERKAIT
KABAR TERBARU
10 KABAR POPULER
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on whatsapp