URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Tiga pelajar SMP asal Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, berinisial RA (13), MR (14), dan WA (14), berhasil selamat dari aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh sesama pelajar. Ketiganya meloloskan diri dari kejaran serombongan pemuda tak dikenal dengan masuk dan bersembunyi ke permukiman warga di Dusun Toyogiri, Desa Delik, Kecamatan Tuntang.
Tiga pelajar SMP dengan inisial R A, M R dan W A dari Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang berhasil selamat dari penyerangan, yang diduga dilakukan oleh sesama pelajar. Insiden ini terjadi setelah ketiganya menonton latihan balap motor di sirkuit Taman Durian Tlogo Tuntang, pada Selasa 28 November 2023 sekitar pukul 16.30 WIB. Dalam kejadian tersebut mereka dikejar oleh kelompok pelajar lain dan berhasil meloloskan diri dengan masuk, dan bersembunyi di permukiman warga di Dusun Toyogiri Desa Delik Kecamatan Tuntang. Kapolsek Tuntang AKP Suramto menjelaskan, bahwa ketiganya lari dan bersembunyi setelah dikejar oleh serombongan pemuda tak dikenal.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sembunyi di Permukiman Warga, Tiga Pelajar SMP di Bawen Selamat dari Aksi Penyerangan

Sembunyi di Permukiman Warga, Tiga Pelajar SMP di Bawen Selamat dari Aksi Penyerangan

Sembunyi di Permukiman Warga, Tiga Pelajar SMP di Bawen Selamat dari Aksi Penyerangan

Tiga pelajar SMP asal Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, berinisial RA (13), MR (14), dan WA (14), berhasil selamat dari aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh sesama pelajar. Ketiganya meloloskan diri dari kejaran serombongan pemuda tak dikenal dengan masuk dan bersembunyi ke permukiman warga di Dusun Toyogiri, Desa Delik, Kecamatan Tuntang.
Foto: Humas Polres Semarang
Belasan pelajar didampingi orang tua dan guru sekolah membuat surat pernyataan di Mapolsek Tuntang usai menjadi korban rencana penyerangan pelajar lain, Selasa (28/11/2023) petang.

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tiga pelajar SMP asal Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang berinisial RA (13), MR (14), dan WA (14) warga berhasil selamat dari aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh sesama pelajar. Ketiganya meloloskan diri dari kejaran serombongan pemuda tak dikenal dengan masuk dan bersembunyi ke permukiman warga di Dusun Toyogiri, Desa Delik, Kecamatan Tuntang.

Diterangkan oleh Kapolsek Tuntang AKP Suramto, kejadian itu bermula saat ketiganya hendak pulang usai menonton latihan balap motor (drag race) di sirkuit Taman Durian, Tlogo, Tuntang pada Selasa (28/11/2023) sekira pukul 16.30 WIB.

“Saat perjalanan pulang, mereka dikejar oleh kelompok pelajar lain lalu lari dan bersembunyi ke perkampungan warga,” terang Suramto dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/11/2023).

Ihwal kejadian itu, masyarakat kemudian melaporkannya ke Polsek Tuntang. Anggota segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud dan mengamankan ketiga pelajar tersebut. Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengaku tidak mengetahui identitas dan asal sekolah sekelompok pelajar yang mengejarnya.

“Setelah bersembunyi, mereka mengirimkan pesan singkat ke group WhatsApp (WA) sekolah. Teman-temannya datang untuk membantu tetapi sekelompok pelajar yang mengejar sudah tidak di lokasi,” ungkapnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Tuntang Iptu Sigit menerangkan, selain tiga pelajar itu terdapat delapan pelajar lain yang turut diamankan. Mereka adalah rekan dari ketiga pelajar itu yang datang hendak membantu saat menerima pesan di group WA. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan senjata tajam ataupun benda lain yang digunakan sebagai sarana perkelahian.

“Orang tua beserta guru sekolah sudah kita panggil. Selanjutnya membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” kata dia. (win)

BACA JUGA :

Seorang pecinta reptil, Galih Rizky F (20), terjatuh ke jurang sedalam sekitar 40 meter saat melakukan herping di kawasan Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK), Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Jumat (28/8/2026) malam. Tim SAR gabungan mengevakuasi korban sekitar 2,5 jam kemudian dengan teknik HART. Korban mengalami cedera kepala, lengan, dan tungkai.
Pecinta Reptil Terjatuh ke Jurang 40 Meter Saat Herping di CLBK Ungaran
Polres Semarang mengamankan pelajar berinisial YA (16) yang diduga hendak melakukan duel satu lawan satu di Jalan Lingkar Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (26/8/2026) dini hari. Polisi menemukan celurit sepanjang sekitar 130 sentimeter yang dibawa YA setelah ajakan duel diduga disepakati melalui media sosial.
Viral Pelajar Bawa Celurit 1,3 Meter di Ambarawa, Polisi Gagalkan Rencana Duel
Seorang pria berinisial M (59), penghuni kos di Kampung Sawo, Bugel, Sidorejo, Kota Salatiga, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (26/8/2026) malam. Polisi dan tim medis melakukan pemeriksaan serta olah TKP setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Pemeriksaan awal tidak menemukan tanda penganiayaan maupun kekerasan pada tubuh korban.
Murni Sakit, Penghuni Kos Ditemukan Meninggal. Saksi akui Cium Bau Busuk
Daihatsu Ayla dan Mitsubishi L300 Pick Up bertabrakan di Simpang Empat Klampeyan, Noborejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (25/8/2026) siang. Kecelakaan terjadi saat Ayla hendak menyeberang Jalan Pertapaan Gedono dan bertabrakan dengan L300 yang melaju dari arah Tingkir menuju Kembang. Kedua pengemudi selamat tanpa luka.
Ayla VS L300 Adu Banteng, Pemilik Mobil hanya bisa Geleng - geleng
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved