KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Sempat ‘Hilang’ Beberapa Hari, Driver Ojol di Bergas Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Sempat ‘Hilang’ Beberapa Hari, Driver Ojol di Bergas Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Sempat ‘Hilang’ Beberapa Hari, Driver Ojol di Bergas Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Tragedi meninggalnya HT (40), seorang driver ojek online (ojol) di Kota Semarang, terungkap setelah ditemukan tewas di kamar kos Desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang pada Selasa (21/11/2023). Penemuan pertama kali dilaporkan oleh tetangga kosnya, Siti Chotijah (55), yang mencium bau menyengat sekitar pukul 06.00 WIB. Kapolsek Bergas, AKP Wahyono, menyampaikan bahwa setelah dilaporkan, petugas Polsek Bergas bersama pemilik kos dan Ketua RT melakukan pencarian sumber bau dan menemukan korban sudah meninggal dunia dalam kamar kosnya.
Foto: dok. Humas Polres Semarang
Petugas mengevakuasi jenazah seorang driver ojol yang ditemukan di sebuah kamar kos Desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (21/11/2023).

RASIKAFM.COM | UNGARAN – HT (40) seorang laki-laki warga Kota Semarang ditemukan tewas di sebuah kamar kos di Desa Bergas Lor, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (21/11/2023).

Penemuan jenazah korban yang sehari-hari berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) ini kali pertama diketahui oleh tetangga kosnya, Siti Chotijah (55) sekitar pukul 06.00 WIB. Korban diketahui sudah tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya dalam beberapa hari.

“Saat itu saksi masih berada di dalam kamar kos dan mencium bau menyengat. Kejadian itu segera dilaporkan kepada pemilik kos dan Ketua RT setempat,” kata Kapolsek Bergas AKP Wahyono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/11/2023).

Petugas Polsek Bergas yang datang ke lokasi bersama pemilik kos dan Ketua RT kemudian melakukan pencarian sumber bau menyengat tersebut. Diketahui, bau itu berasal dari salah satu kamar kos. Selanjutnya petugas mencoba membuka pintu kamar dan mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Diperkirakan waktu meninggalnya sudah lebih dari tiga hari, sebab sudah mengeluarkan bau menyengat,” jelasnya.

Tim Inafis Polres Semarang dan Puskesmas Bergas yang mendapatkan laporan itu segera merapat ke lokasi dan melaksanakan pemeriksaan serta olah TKP. Tidak terdapat tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban, sehingga penyebab kematiannya diduga karena sakit.

“Hal ini diperkuat dengan temuan di dalam kamar kos berupa secarik surat keterangan sakit dan sejumlah obat di dalam tas korban,” terangnya.

Jenazah korban kemudian dibawa menuju rumah sakit dr. Gondo Suwarno Ungaran sambil menunggu kedatangan pihak keluarga. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]