URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Dunia Di Kamar Kosnya, Kondisi Sudah Memprihatinkan

Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Dunia Di Kamar Kosnya, Kondisi Sudah Memprihatinkan

Seorang Wanita Ditemukan Meninggal Dunia Di Kamar Kosnya, Kondisi Sudah Memprihatinkan

featured-img
Proses evakuasi jenazah Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di ruangan kamar kos Jalan Jogja, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, pada Senin, (5/7/2021).

RASIKAFM – Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di ruangan kamar kos Jalan Jogja, Kelurahan Randusari, Kecamatan Semarang Selatan, pada Senin, (5/7/2021).

Korban bernama Raras Kurnia Dewi (29) warga Kabupaten Kebumen ditemukan mengenakan baju hitam dan celana jeans dengan kondisi tubuh korban sudah membusuk serta memprihatinkan.

Sebagian tubuhnya juga sudah berwarna hitam pekat. Terutama bagian wajah dan dua lengan tangan. Sedangkan matanya melotot dan tidak normal serta lidahnya menjulur keluar.

Korban diketahui pertama pertama kali oleh penjaga bangunan saat hendak melakukan pengecekan barang inventaris yang ada di tiap kamar.

Ketika mengetuk pintu kamar nomor 36, sampai tiga kali tidak adanya respon dari penghuni dalam kamar. Kemudian dia berinisiatif membuka pintu kamar dengan menggunakan kunci ganda.

“Sesaat di buka mencium bau busuk di dalam kamar. Dipanggil-panggil tidak ada suaranya,” kata Saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Merasa takut terjadi sesuatu, lantas pria ini menghubungi rekannya untuk dilakukan pengecekan. Setelah lampu ruangan kamar dinyalakan, baru terlihat tubuh korban sudah terbujur kaku terlentang dengan muka tertutup guling dan lengan korban berwarna biru.

Sementara salah satu penghuni kos, panggil saja Salsa mengatakan sempat mencium bau tak sedap sebelum adanya temuan kejadian ini. Namun demikian, perempuan cantik berambut sebahu ini belum mengetahui sumber bau tersebut.

“Awalnya kayak bau-bau anyir, bangkai gitu. Itu dua hari yang lalu. Menyengatnya ya hari ini. Makanya kamar mandi saya tak kasih wipol, khawatirnya Ada apa gitu,” bebernya.

Menurutnya, mengetahui kejadian ini setelah mendengar suara berisik dari luar kamar yang dikiranya petugas kebersihan. Namun setelah keluar kamar mengecek, ternyata petugas dari kepolisian.

“Kita juga gak kenal, tidak komunikasi. Ya anak-anak kan pulang kos langsung masuk kamar, tidak pernah ngobrol. Saya juga baru disini,” katanya.

Salsa juga mengaku, sebelum ditemukan kejadian ini sempat melihat beberapa orang yang datang dan masuk menemui korban. Namun ia juga tidak mengenal orang-orang tersebut.

“Terakhir aku melihat mas mas masuk ke kamar, kalau sebelumya ada mbak-mbak dua orang. Dan aku tidak dengar suara gaduh atau apa. Soalnya kalau misalkan dering HP atau apa pasti kita juga dengar. Jadi gak dengar apa-apa,” imbuhnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Indra Mardiana mendatangi lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polrestabes Semarang untuk melakukan pemeriksaan.

Indra mengatakan kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan memeriksa saksi-saksi sebagai bahan penyelidikan lebih lanjut.

“Sementara masih kami lakukan olah TKP. Memang ditemukan seorang perempuan dalam kondisi sudah meninggal dan kondisi nya berada di atas tempat tidur dengan menggunakan baju warna hitam dan celana jeans. Identitas sementara kami identifikasi. Inisial R warga Kebumen,” katanya.

Dia menyebut kondisi korban sudah membusuk dan bengkak. Kemudian kondisi bola mata juga sudah tidak normal. Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil outopsi.

“Sehingga jelas. Karana dari beberapa keterangan saksi yang kami temukan, saksi terakhir melihat korban pada hari Jumat, jadi kami perkirakan meninggal tiga hari ke belakang,” katanya.

Saat ini jenazah di bawa ke RSUP Kariadi untuk dilakukan autopsi. Sementara di lokasi kejadian, di dekat korban juga ditemukan beberapa obat-obatan.

“Kita masih melakukan pendalaman, apakah itu hanya obat yang dikonsumsi secara rutin atau ada hal lain,” imbuhnya.

BACA JUGA :

pilkades 2026
Pilkades Kabupaten Semarang Tahap Pertama Digelar 14 Desember 2026, 140 Desa Bersiap
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Ada Pemeliharaan Tol Semarang ABC, Sejumlah Lajur Arah Jatingaleh Terdampak
Seniman asal Bergas, Kabupaten Semarang, Sidik Gunawan, menuangkan keinginan menenangkan diri melalui karya pari corek bergambar Buddha yang sedang bersemedi di lahan sawah seluas 1.200 meter persegi. Ia memanfaatkan padi hijau dan Black Madras untuk membentuk gambar sekaligus mengembangkan potensi wisata dan ekonomi petani tanpa mengalihfungsikan lahan.
Keinginan Bersemedi yang Belum Terwujud, Dituangkan Sidik Gunawan Lewat Pari Corek Bergambar Sang Buddha
Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5
Penjualan Gas PGN di Semarang Melonjak 5.000 Persen, Industri Jadi Motor Pertumbuhan