RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tepat satu tahun sejak dilaporkan hilang, keberadaan Mozza Axillia Gunarsa (18), warga RT 04/RW 01 Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, masih belum diketahui. Keluarga berharap remaja yang hilang sejak 25 Juni 2025 itu segera kembali ke rumah.
Ayah Mozza, Singgih, mengatakan berbagai upaya pencarian telah dilakukan bersama keluarga dan kepolisian. Namun hingga kini belum ada petunjuk yang mengarah pada keberadaan putri sulungnya tersebut.
“Sudah banyak tempat yang kami datangi berdasarkan berbagai informasi, tetapi belum membuahkan hasil,” kata Singgih saat ditemui di rumahnya, Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan poster orang hilang yang diterbitkan Polres Semarang pada 28 Juni 2025, Mozza terakhir kali meninggalkan rumah pada Rabu (25/6/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum pergi, ia sempat mengirim pesan WhatsApp kepada ayahnya berpamitan mengantar laptop milik temannya. Namun belakangan diketahui alasan tersebut tidak benar. Mozza pergi seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Vario 125 hitam bernomor polisi H 5344 ALC tanpa membawa laptop seperti yang disebutkan dalam pesannya.
Keluarga mulai curiga setelah Mozza tidak kunjung pulang hingga malam hari. Ponselnya sempat aktif menjelang Magrib, namun setelah waktu Isya sudah tidak dapat dihubungi. Seorang teman Mozza juga sempat menerima pesan yang menyebut ia akan pergi ke Yogyakarta selama tiga hari. Namun keluarga menilai isi pesan tersebut janggal karena menggunakan sapaan yang tidak biasa dipakai Mozza.
“Di pesan itu, Mozza memanggil ibunya ‘Bu’ padahal kalau di rumah manggilnya mama,” terang Singgih.
Dalam proses pencarian, KTP dan SIM Mozza ditemukan oleh seorang tukang becak di kawasan Jalan Dr. Cipto, Kota Semarang, pada Juli 2025. Sementara telepon genggamnya ditemukan polisi di kawasan Kota Lama Semarang dalam kondisi telah berpindah tangan kepada orang yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus ini.
Singgih juga sempat menelusuri akun Instagram yang diketahui pernah berkomunikasi dengan Mozza. Dari percakapan tersebut diperoleh petunjuk bahwa Mozza diduga pernah mendatangi sebuah rumah kos di kawasan Tegalsari, Semarang.
“Namun setelah didatangi, pemilik kos bilangnya tidak ada penghuni dengan identitas itu,” lanjutnya.
Upaya pencarian juga dilakukan hingga ke Jombang, Jawa Timur, setelah nomor lama Mozza yang pernah digunakan pada 2023 terdeteksi aktif. Hasil penyelidikan menunjukkan nomor tersebut telah didaur ulang oleh operator dan digunakan orang lain. Selain itu, keluarga juga menindaklanjuti sejumlah informasi dari masyarakat, termasuk dugaan keberadaan Mozza di Indramayu dan Solo.
“Semua yang kami lakukan tidak membuahkan hasil,” kata Singgih sambil menatap langit-langit rumahnya.
Hilangnya Mozza berdampak besar bagi keluarga. Menurut Singgih, istrinya sempat mengalami syok, sementara adik Mozza mengalami penurunan prestasi belajar karena kehilangan sosok kakaknya.
Meski demikian, keluarga tetap berharap Mozza dapat segera pulang. Singgih mengungkapkan, sebelum dinyatakan hilang, putrinya sebenarnya telah diterima sebagai mahasiswa baru di Universitas Diponegoro, kampus yang sejak lama menjadi cita-citanya.
“Saya hanya berharap Mozza segera pulang. Keluarga masih menunggu dan berharap bisa berkumpul kembali,” pungkasnya. (win)


