URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Satlantas Kepolisian Resor Semarang bersama PT Trans Marga Jateng, Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, Tol Semarang-Solo. Kegiatan yang menyasar kendaraan diduga over dimension over loading itu dilakukan sebagai edukasi menuju program Zero ODOL 2027 tanpa penindakan atau tilang.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran

Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran

Menuju Zero ODOL 2027, Polisi Temukan 50 Truk Bermuatan Berlebih di Rest Area KM 429 Ungaran

Personel Satlantas Polres Semarang menempelkan stiker “Menuju Zero ODOL 2027” pada truk saat kegiatan Sosialisasi Simpatik Keselamatan Berkendara Menuju Zero ODOL 2027 yang digelar Satlantas Polres Semarang bersama PT TMJ di Rest Area KM429 A Ungaran, Selasa (30/6/2027). Foto: IST/Satlantas Polres Semarang
Personel Satlantas Polres Semarang menempelkan stiker “Menuju Zero ODOL 2027” pada truk saat kegiatan Sosialisasi Simpatik Keselamatan Berkendara Menuju Zero ODOL 2027 yang digelar Satlantas Polres Semarang bersama PT TMJ di Rest Area KM429 A Ungaran, Selasa (30/6/2027). Foto: IST/Satlantas Polres Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Semarang bersama PT Trans Marga Jateng (TMJ), Sat PJR Polda Jawa Tengah, Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, dan Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sosialisasi keselamatan berkendara sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis bagi sopir truk di Rest Area KM 429 A Ungaran, ruas Tol Semarang-Solo, Selasa (30/7/2026).

Kegiatan simpatik yang berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung program Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) 2027.

Kanit Turjagwali Satlantas Polres Semarang, Ipda Yulius Dimas, mengatakan sasaran kegiatan adalah truk yang secara visual diduga mengalami pelanggaran dimensi maupun kelebihan muatan.

“Kami memberikan sampling terhadap kendaraan truk yang melintas di Rest Area KM 429 yang dimungkinkan over dimensi maupun overloading. Kemudian kami berikan sosialisasi dan himbauan kepada para pengemudi. Setelah itu mereka kami arahkan mengikuti cek kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk mengetahui kondisi tubuh saat berkendara,” ujarnya saat dikonfirmasi di Ungaran, Kamis (2/7/2026).

Dari kegiatan tersebut, petugas mendata sekitar 50 pengemudi truk yang kendaraannya secara kasat mata diduga mengalami over dimensi maupun overloading. Meski demikian, dalam kegiatan tersebut petugas tidak melakukan penindakan ataupun penilangan terhadap para pengemudi.

“Tidak ada tilang. Kegiatan ini hanya bersifat simpatik, cek kesehatan gratis, sosialisasi, himbauan, dan pengisian kuesioner agar pengemudi memahami bahwa kendaraan ODOL sangat berbahaya, terutama yang mengalami over dimensi dan overloading saat digunakan di jalan raya,” kata Yulius.

Ia menjelaskan, sosialisasi menuju Zero ODOL 2027 akan dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan sekali bekerja sama dengan TMJ, Sat PJR Polda Jateng, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kesehatan. Untuk sementara, kegiatan difokuskan di ruas Tol Semarang-Solo.

Terkait penindakan terhadap pelanggaran ODOL, Yulius menyebut pihaknya masih menunggu kebijakan dan instruksi lebih lanjut dari pemerintah maupun pimpinan kepolisian.

“Untuk penindakannya nanti kami menunggu perintah,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Tetap Produktif di Usia Senja, 112 Peserta Sekolah Lansia Pancasila Kabupaten Semarang Diwisuda
Selama hampir 20 tahun, keluarga Muhroji di Dusun Rejowinangun, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, hidup tanpa aliran listrik meski tiang listrik telah berdiri di dekat rumah mereka. Hingga Rabu (22/7/2026), permohonan pemasangan listrik belum terealisasi karena diperlukan penambahan jaringan. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga tersebut bertahan menggunakan sentir berbahan bakar minyak goreng sebagai penerangan setiap malam.
20 Tahun Hidup dalam Gelap, Keluarga Miskin di Sumowono Terangi Malam dengan Sentir Jelantah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang memperkuat budaya sadar bencana melalui inovasi SADEWA (Strategi Deteksi, Edukasi, dan Waspada Bencana). Program berbasis kolaborasi pentahelix dan digitalisasi ini berhasil meningkatkan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana) menjadi 116 desa hingga 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan edukasi, sistem deteksi dini, KKN Tematik Kebencanaan, serta optimalisasi dana desa guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai ancaman bencana.
Lewat SADEWA, BPBD Kabupaten Semarang Bangun Budaya Sadar Bencana dari Desa
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menilai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus bersaing dengan ritel modern. Pernyataan itu disampaikan usai meninjau Kopdes Merah Putih di Bergas Kidul dan Lodoyong, Selasa (21/7/2026), dengan syarat kelengkapan barang, dukungan fasilitas, dan kepastian regulasi pengelolaan koperasi terus diperkuat.
DPRD Kabupaten Semarang Nilai Kopdes Merah Putih Berpotensi Saingi Ritel Modern, Asal Pasokan Barang Lengkap
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta