URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dua rumah warga milik Asfiah dan Tumadi di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan cepat membesar karena bangunan berbahan kayu serta tiupan angin, sebelum tiga unit mobil pemadam berhasil melokalisasi api tanpa korban jiwa maupun luka.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting

Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting

Dua Rumah Kayu di Karangduren Tengaran Terbakar, Diduga karena Korsleting

Kondisi dua rumah di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran hangus terbakar
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Kebakaran hebat menghanguskan dua rumah warga di Dusun Cabean Kulon, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/7/2026) siang. Peristiwa ini diduga dipicu korsleting listrik yang memicu munculnya api hingga membesar.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Kepulan asap hitam pekat disertai kobaran api yang tinggi terlihat membumbung dari permukiman warga.

Api dengan cepat membesar dan menghanguskan dua rumah yang berada berdampingan.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Semarang Posko Tengaran, Anggi mengaku api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari barang-barang yang mudah terbakar, sehingga api semakin membesar dan merambat ke bangunan di sebelahnya.

“Kejadian menurut saksi tadi terjadi ledakan terus api langsunh membesar. Api berasal tadi diduga dari hubungan arus pendek,” kata Anggi.

Dua rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Asfiah dan Tumadi. Sebagian besar konstruksi bangunan berbahan kayu sehingga api dengan cepat melalap seluruh bagian rumah. Tiupan angin yang cukup kencang juga membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.

Mendapat laporan kebakaran, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Semarang langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi. Petugas berjibaku menyemprotkan air dari berbagai sisi untuk melokalisasi api agar tidak merembet ke rumah-rumah warga lainnya yang berada di sekitar lokasi.

Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses pemadaman berlangsung beberapa waktu. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kedua rumah mengalami kerusakan parah. Sebagian besar harta benda milik korban juga tidak sempat diselamatkan. Sementara itu, total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Video amatir saat terjadi kebakaran

BACA JUGA :

Toyota Innova diduga terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di kawasan Blotongan, Salatiga, Sabtu (15/8/2026) malam, sebelum meninggalkan lokasi. Polisi bersama warga mengejar kendaraan tersebut hingga Jetis dan berhasil menghentikannya. Korban kecelakaan dilarikan ke RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmojo untuk mendapat perawatan, sementara penanganan kasus diserahkan kepada Satlantas Polres Salatiga.
Mirip Film Laga, Polisi di Salatiga Kejar Pelaku Tabrak Lari
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Cemburu Buta, Seorang Pemuda Asal Bawen Dihajar Pakai Knalpot
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
Kebakaran Rumah di Kedungringin Suruh, Satu Orang Meninggal Terjebak Kobaran Api
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
WhatsApp Image 2026-08-12 at 22.08
Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved