URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Keberadaan Agrowisata Sitalang Kelurahan Kauman Kidul Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga memiliki andalan baru untuk menggaet wisatawan. Saat ini, para pengunjung bisa menikmati Sitalang River Tubing dengan melintasi aliran sungai dan irigasi.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Sitalang River Tubing Tawarkan Sensasi Permainan Air di Agrowisata Sidorejo

Sitalang River Tubing Tawarkan Sensasi Permainan Air di Agrowisata Sidorejo

Sitalang River Tubing Tawarkan Sensasi Permainan Air di Agrowisata Sidorejo

Peserta saat menikmati wisata air di Sitalang River Tubing (Poto Arief Rasika)
Peserta saat menikmati wisata air di Sitalang River Tubing (Poto Arief Rasika)
featured-img

Keberadaan Agrowisata Sitalang Kelurahan Kauman Kidul Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga memiliki andalan baru untuk menggaet wisatawan. Saat ini, para pengunjung bisa menikmati Sitalang River Tubing dengan melintasi aliran sungai dan irigasi.

Sitalang River Tubing yang dikelola karang taruna dengan melibatkan para pemuda desa. Anggota karang taruna Kauman Kidul, Joseph Arimatea mengatakan, wahana tersebut mulai dikembangkan sejak 2019. “Itu saat awal merintis dan memersiapkan river tubing ini, selain persiapan jalur juga sumber daya manusianya,” jelasnya, minggu (3/7/2022).

Namun kemudian, pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. “Karena aturan pembatasan, Sitalang River Tubing ini sempat vakum. Kembali hidup setelah lebaran tahun ini seiring aturan kelonggaran yang diterapkan pemerintah,” kata Joseph.

Tak butuh waktu lama, Sitalang River Tubing menjadi primadona tujuan wisata baru. “Selain menjadi satu-satunya di Salatiga, ada sensasi berbeda saat menaiki ban dan bermain air disini,” ungkapnya.

Pantauan Rasika FM, butuh waktu sekitar satu jam, dari start di Bendungan Sucen hingga finish di Sitalang. “Total long trip sekitar dua kilometer, ini menariknya. Satu kilometer pertama peserta akan merasakan arus Sungai Sucen yang masih banyak batu berserakan dalam berbagai ukuran. Meski begitu, ini aman karena kedalam air berkisar setengah meter dan yang terdalam sedada orang dewasa,” jelasnya.

Setelah menempuh satu kilometer, peserta akan sampai di rest area. “Mereka beristirahat sejenak, minum dan makan makanan tradisional sembari memulihkan tenaga,” imbuhnya.

Setelah mencoba adrenalin di aliran Sungai Sucen, jalur beralih ke aliran irigasi Ajigetas yang disebut Kali Aji. “Ini lebih soft, sehingga peserta bisa maksimal menikmati pemandangan alam. Mulai dari persawahan hingga sungai, full alam tanpa ada permukiman,” kata Joseph.

Wawancara Rasika:
– Dian Permatasari dari SD Negeri Randuacir 01
– Joseph Arimatea penggelola wisata

Setelah melintasi sungai, peserta bisa menikmati local food dan tradisional snack. “Ini juga bagian untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Total biaya hanya Rp 75.000 per orang, minimal lima orang untuk setiap trip di Sitalang River Tubing,” jelasnya.

Dian Permatasari dari SD Negeri Randuacir 01 Kota Salatiga mengatakan pengalaman mencoba Sitalang River Tubing sangat luar biasa. “Tidak menyangka di Salatiga ada wahana wisata yang bagus dan tidak perlu jauh-jauh untuk merasakan sensasi yang mantap. Ini seru tapi tidak menakutkan,” ujarnya.

BACA JUGA :

Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Salatiga menerjunkan 30 anggotanya untuk mendukung pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Ketua PPI Kota Salatiga Aditya Ramadhan menyebut kolaborasi bersama TNI dan masyarakat ini menjadi bentuk pengabdian sekaligus pengalaman perdana yang diharapkan memperkuat semangat gotong royong.
Terjun Langsung Bantu TMMD, PPI Salatiga bantu Kegiatan Kemasyarakatan
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global
Proyek wisata Jateng Valley di Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, hingga kini belum kembali dilanjutkan setelah terhenti sejak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut disampaikan warga dan pemerintah kelurahan, Senin (3/8/2026), yang berharap pembangunan segera diteruskan agar kawasan kembali hidup, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Mangkraknya Jateng Valley, Warga Menanti Proyek Wisata Kembali Hidup
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.
250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Bupati Semarang Ngesti Nugraha
Pertumbuhan Kawasan Industri Picu Permukiman Baru, Pemkab Semarang Siapkan Penataan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved