RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar

Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar

Situasi Ekonomi Belum Stabil, PMI Kabupaten Semarang Kejar Target Bulan Dana Rp1,75 Miliar

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyerahkan bantuan kursi roda secara simbolis kepada penerima dalam acara Pencanangan Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang Tahun 2026 di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Jumat (11/9/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kondisi ekonomi menjadi tantangan tersendiri dalam penggalangan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Semarang 2026. Meski demikian, PMI tetap menaikkan target pengumpulan dana menjadi Rp1,75 miliar. Target tersebut meningkat sekitar Rp400 juta dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp1,35 miliar.

Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang 2026, Bondan Marutohening, mengatakan kondisi ekonomi saat ini harus menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi penggalangan dana.

“Tantangannya kondisi ekonomi seperti ini. Kita harus berimprovisasi dan agak kreatif untuk penggalangan dana yang tidak membebani masyarakat,” kata Bondan usai acara Pencanangan Bulan Dana PMI Kabupaten Semarang Tahun 2026 di pendapa rumah dinas Bupati Semarang, Jumat (11/9/2026).

Menurut dia, panitia akan mencari pola penggalangan yang lebih kreatif. Mekanisme tersebut masih akan dibahas lebih lanjut agar target dapat tercapai tanpa menambah beban masyarakat.

“Harus berkreasi bentuknya apa, kami belum rapat, tapi nanti akan kami tekankan untuk ke situ,” ujarnya.

Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengajak seluruh elemen masyarakat turut bergotong royong menyukseskan Bulan Dana PMI. Penggalangan tidak hanya menyasar aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN, tetapi juga perusahaan serta masyarakat umum.

“Kita bersama-sama bergotong royong, berkolaborasi bersama-sama,” kata Ngesti.

Ia berharap masyarakat dapat menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu warga yang membutuhkan, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan kebencanaan. Dana yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk membantu korban rumah terbakar, warga terdampak kekeringan, hingga berbagai kegiatan sosial lainnya.

“Semakin banyak yang terkumpul, nanti juga banyak bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Selain masyarakat, Pemkab Semarang juga akan mengoptimalkan potensi dari perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun bentuk bantuan lainnya. Penyaluran dana PMI akan diprioritaskan untuk kebutuhan kebencanaan dan kegiatan donor darah. Bantuan sosial lainnya juga tetap menjadi bagian dari pemanfaatan dana yang terkumpul.

“Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, harapan kami penggalangan dana tetap dapat berjalan dengan semangat gotong royong tanpa membebani masyarakat,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus penemuan jasad bayi perempuan di kebun kosong Dusun Kropoh, Desa Duren, Bandungan, Kamis (3/9/2026). Polisi menetapkan WAP (18) sebagai tersangka dan VA (17) sebagai pelaku anak. Bayi tersebut diduga hasil hubungan keduanya dan dikuburkan setelah lahir secara mandiri karena kehamilan disembunyikan.
Polisi Tetapkan Dua Sejoli sebagai Tersangka Pembuangan Bayi di Bandungan
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani