[extvssc id="70101"]

KAWAN PEMANDU JALAN

Tag: Peristiwa

Tersangka-Pembunuhan-Keluarga-di-Magelang-Terancam-Pasal-Pembunuhan-Berencana
Tersangka Pembunuhan Keluarga di Magelang Terancam Pasal Pembunuhan Berencana
Plt Kapolresta Magelang, AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, dari hasil penyidikan yang dilakukan, Dhio mengaku telah dua kali melakukan percobaan pembunuhan dengan cara yang sama yaitu dengan mencampuri...
Motif-Warisan-pada-Pembunuhan-Kelurga-yang-Diracun-di-Magelang-Didalami-Polisi
Motif Warisan pada Pembunuhan Kelurga yang Diracun di Magelang Didalami Polisi
Motif lain yang sedang diselidiki kepolisian yaitu harta warisan keluarga korban. “Kepenguasaan warisan ini sedang ki dalami karena bagaiamanpun juga motif-motif lain itu pasti ada tidak hanya satu namun...
Temuan-Baru,-Ada-Sianida-pada-Pembunuhan-Keluarga-di-Magelang
Temuan Baru, Ada Sianida pada Pembunuhan Keluarga di Magelang
Dalam hasil perkembangan pemeriksaan autopsi, kepolisian menemukan temuan baru pada tubuh para korban. Dari sample yang diambil, ternyata selain Arsenik kepolisian menemukan Sianida pada organ tubuh para...
Polisi-Ungkap-Hasil-Autopsi-Tiga-Keluarga-yang-Meninggal-Karena-Racun-di-Magelang
Polisi Ungkap Hasil Autopsi Tiga Keluarga yang Meninggal Karena Racun di Magelang
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jateng melaksanakan autopsi terhadap tiga korban yang meninggal dunia karena diracun. Para korban itu merupakan satu keluarga masing-masing bernama Abbas...
Keluarga-Korban-yang-Diracun-di-Magelang-Tak-Percaya-Motif-Pembunuhan-Karena-Ekonomi
Keluarga Korban yang Diracun di Magelang Tak Percaya Motif Pembunuhan Karena Ekonomi
Sukoco (69) kakak kandung dari korban atas nama Heri Riyani tidak percaya oleh pengakuan Daffa yang membunuh dengan alasan sakit hati itu. Dirinya mengaku adik dan adik iparnya merupakan keluarga berada.
Anak-yang-Bunuh-Keluarga-di-Magelang-Ternyata-Sudah-Dua-Kali-Meracun
Anak yang Bunuh Keluarga di Magelang Ternyata Sudah Dua Kali Meracun
Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun menyebut tersangka ternyata sudan pernah melakukan aksi keji tersebut kepada keluarganya sendiri. Namun pada saat ini para korban hanya mengalami mual...
Motif-Anak-Racun-Keluarga-di-Magelang-Karena-Beban-Menanggung-Kebutuhan-Keluarga
Motif Anak Racun Keluarga di Magelang Karena Beban Menanggung Kebutuhan Keluarga
Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan, dari hasil peyidikan sementara terhadap DD, motif pria berusia 22 tahun itu tega mencampurkan racun kepada keluarganya karena sakit hari...
Keji-Pria-di-Magelang-Racun-Orangtua-dan-Saudaranya
Keji! Pria di Magelang Racun Orangtua dan Saudaranya
Aksi keji dilakukan oleh seorang pria asal Magelang yang tega membunuh kedua orangtuanya dan saudaranya dengan mencampurkan minuman menggunakan racun.
Temuan-Mayat-di-Yos-Sudarso-Semarang,-Polisi-Temukan-Dua-Kemungkinan-Penyebab-Meninggalnya-Korban
Temuan Mayat di Yos Sudarso Semarang, Polisi Temukan Dua Kemungkinan Penyebab Meninggalnya Korban
Kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Genuk dan Satreskrim Polrestabes Semarang terus melakukan penyelidikan terkait temuan mayat tanpa identitas di depan Proyek Urugan Tambak, Jalan Arteri Yos Sudarso,...
Temuan-Jasad-Tanpa-Identitas-di-Arteri-Yos-Sudarso,-Ada-Tanda-Kekerasan
Temuan Jasad Tanpa Identitas di Arteri Yos Sudarso, Ada Tanda Kekerasan
Kepolisian terus melakukan pemeriksaan terhadap temuan jasad seorang pria tanpa identitas di depan Proyek Urugan Tambak, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kelurahan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang
Muat Lebih

POPULER

PDAM Kota Salatiga mengimbau pelanggan meningkatkan pengamanan meteran air menyusul maraknya kasus pencurian di sejumlah wilayah. Direktur Utama PDAM Kota Salatiga, Imron Cahyadi, meminta masyarakat melindungi meteran di rumah, memasang pengaman tambahan pada lokasi rentan, serta segera melapor kepada PDAM atau aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan untuk mencegah gangguan distribusi air bersih dan biaya penggantian meter.
Kasus Pencurian Meteran Marak, PDAM Salatiga Minta Konsumen Waspada
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Kejaksaan Negeri Kabupaten Semarang menetapkan tiga koordinator kelompok masyarakat (Pokmas) Kelurahan Bergas Lor, Kecamatan Bergas, sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan sarana prasarana dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan APBD Kabupaten Semarang Tahun Anggaran 2019–2020. Ketiganya diduga menyelewengkan dana swakelola hingga merugikan keuangan negara sekitar Rp600 juta dan ditahan sejak 30 Juni 2026 untuk kepentingan penyidikan.
Korupsi Dana Swakelola Bergas Lor Terbongkar, Tiga Koordinator Pokmas Dijebloskan ke Tahanan