URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tak Kuat Menanjak, Truk Muatan Batu Hilang Kendali Tabrak Pagar Warga

Tak Kuat Menanjak, Truk Muatan Batu Hilang Kendali Tabrak Pagar Warga

Tak Kuat Menanjak, Truk Muatan Batu Hilang Kendali Tabrak Pagar Warga

Featured Image
Kecelakaan tunggal di pemukiman warga Jalan Teuku Umar RT 2 RW 4, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik pada Selasa (27/7/2021) sekira pukul 13.30 WIB. Satu orang meninggal usai tertimpa truk muatan batu.

RASIKAFM – Terjadi kecelakaan tunggal di pemukiman warga Jalan Teuku Umar RT 2 RW 4, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik pada Selasa (27/7/2021) sekira pukul 13.30 WIB.

Informasi yang diperoleh, kecelakaan diakibatkan oleh truk bernomor polisi K-1858-AF yang tak kuat menanjak di kawasan tersebut. Kemudian truk warna hijau itu mengalami hilang kendali dan menabrak pagar milik salah satu warga.

Akibat kejadian itu, satu orang sebagai kernet bernama Mustain (55) warga Plamongansari, Kecamatan Pedurungan meninggal dunia usai tertindih truk muatan batu dan jasadnya langsung di bawa ke RSUP Kariadi untuk proses lebih lanjut.

Sementara supir truk bernama Wahyu Imam Santosa warga Grobogan mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan oleh ambulance hebat di tempat kejadian.

Di tempat kejadian, pria berusia 31 tahun itu menjelaskan kepada polisi bahwa kejadian tersebut bermula ketika truk yang ia kemudikan itu hendak menuju wilayah Gombel dari arah Jatingaleh.

Karena tak kuat menanjak, kemudia saat dilokasi kejadian, truk itu mengalami hilang kendali dan berjalan mundur kemudian menabrak pagar milik warga.

Dia menerangkan, saat tak kuat menanjak tiba-tiba sang kernet melompat dari dalam truk kemudian tertindih truk yang mengakibatkan meninggalnya Bang Mus sapaan akrab korban.

“Mungkin niatnya mau tahan truk atau ganjel truk tapi malah tertindih hingga kejadian tersebut (meninggal),” kata dia dilokasi.

Ia menjelaskan, saat kejadian, mungkin saja jika sang kernet tidak memilih keluar dari dalam truk bisa saja ia selamat dari maut. Ia juga sempat menyuruh sang kernet untuk tetap tenang dan tidak keluar dari truk karena dapat membahayakan keselamatanya.

“Aku juga sudah bilang jangan keluar dari truk, tapi tiba-tiba melompat dan saat nabrak pagar kebetulan korban berada di bawahnya,” ucap dia.

Sementara saksi mata, Wahyu (26) mengaku kaget ada suara keras akibat kecelakaan tersebut. Dia juga menerangkan, sebelum meninggal, korban masih sempat meminta pertolongan kepadanya sebelum menghembuskan nafas terakhir.

Namun, tak lama kemudian, sebelum selesai dievakuasi, korban meninggal dunia dengan mengalami luka parah di bagian kepala dan tanganya.

“Sempat ngomong tolong-tolong gitu. Terus warga langsung bantu dengan dongkrak untuk membawa keluar dari bawah truk,” pungkasnya.

Wahyu juga heran ada truk muatan berat yang melintas di pemukiman warga. Dia juga mengaku baru pertama kali melihat ada truk muatan berat yang tak seharusnya melewati pemukiman warga.

“Seharusnya kan tidak lewat sini, ada jalan besar sebenarnya. Ini baru pertama kali ada truk kayak gitu lewat sini,” imbuhnya.

Di lokasi kejadian, Pihak Satlantas Polrestabes Semarang juga berada di lokasi kejadian dibantu Relawan Semarang untuk proses evakuasi.

BACA JUGA :

Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah lebih maju dalam membangun kesadaran hak asasi manusia melalui dunia pendidikan.
Menteri HAM Apresiasi Inisiatif UKSW Salatiga Gelar Festival
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang diduga akibat lalu lalang truk tambang bermuatan berlebih. Warga meminta perbaikan jalan segera direalisasikan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna.
Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga
Tindak Lanjut Aduan, Satpol PP dan DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai di Ledok Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Tunaikan Nazar Usai Haji, Warga Suruh Jalan Kaki 34 Kilometer dari Donohudan ke Rumah
Seorang jamaah haji asal Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Mustofa Ismail (67), menunaikan nazarnya dengan berjalan kaki sejauh sekitar 34 kilometer dari Asrama Haji Donohudan menuju...
Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana
Sempat Blokade Perbatasan Ungaran-Semarang, Empat Kreak Bersenjata Tajam Dibekuk Polisi
Polres Semarang menetapkan empat tersangka terkait aksi konvoi dan show of force menggunakan senjata tajam yang sempat meresahkan warga di Kabupaten Semarang. Para pelaku diduga berasal dari sejumlah geng...
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah lebih maju dalam membangun kesadaran hak asasi manusia melalui dunia pendidikan.
Menteri HAM Apresiasi Inisiatif UKSW Salatiga Gelar Festival
Natalius Pigai mengapresiasi penyelenggaraan Festival HAM bertema “Pembangunan HAM di Indonesia dalam Jiwa Pancasila” yang digelar Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana. Menurutnya, UKSW selangkah...
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang diduga akibat lalu lalang truk tambang bermuatan berlebih. Warga meminta perbaikan jalan segera direalisasikan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna.
Warga Wringinputih Pasang Batu Belah dan Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Truk Tambang Overtonase
Warga Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang melakukan aksi penutupan sebagian ruas jalan rusak menggunakan batu belah dan pohon pisang sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang...
12 Juni 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16
12 Juni 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 07.00–08.00 dan 14.00–16.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang maksimum di perairan Semarang terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026 pada pagi serta siang hingga sore hari dengan tinggi muka air...
Muat Lebih

POPULER

Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Boyolali Bersolek di Usia 179 Tahun, Kirab Obor, Night Carnival hingga Festival Soto Nusantara Siap Mengguncang Kota Susu
Polres Salatiga memusnahkan 74 knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis hasil razia cipta kondisi dan penertiban lalu lintas periode 16–31 Mei 2026 di depan Pendopo Polres Salatiga. Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat di jalan raya.
Razia Seminggu, 74 Knalpot Tidak Sesuai Teknis Ditindak Jajaran Satlantas Salatiga
MTsN 1 Kabupaten Semarang di Kecamatan Susukan mengolah sampah organik dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan asrama siswa menjadi pakan larva maggot sebagai bagian dari gerakan ecotheology. Inovasi yang berkembang dari penelitian siswa tersebut kini menghasilkan maggot basah dan kering bernilai jual, sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Manfaatkan Makanan Sisa MBG, MTsN Kabupaten Semarang Budidayakan Maggot