URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terapkan Standar Prokes Ketat, SMPN 2 Tengaran Uji Coba PTM

Terapkan Standar Prokes Ketat, SMPN 2 Tengaran Uji Coba PTM

Terapkan Standar Prokes Ketat, SMPN 2 Tengaran Uji Coba PTM

featured-img

Siswa dan siswi SMPN 2 Tengaran Kabupaten Semarang mengikuti pembelajaran tatap muka dengan menerapkan prokes ketat, Selasa (26/1/2021). (Foto/win)

UNGARAN – Siswa dan pengajar di SMP Negeri 2 Tengaran Kabupaten Semarang akhirnya bisa memuaskan dahaga belajar secara tatap muka di ruang kelas. Dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, mereka mengawali pembelajaran tatap muka pada Selasa (26/1/2021).

Kepala SMPN 2 Tengaran, Waluya menuturkan selama masa pandemi pihaknya menerapkan sistem pembelajaran dalam jaringan (daring). Sistem pembelajaran tersebut mengalami kendala jika diterapkan kepada siswa yang berada di daerah terpencil, tidak memiliki fasilitas hp dan internet yang memadai. Oleh karena itu, hak belajar bagi mereka dipenuhi dengan pembelajaran luar jaringan (luring), baik guru yang berkunjung ke daerah tinggal siswa ataupun siswa yang datang langsung ke sekolah.

Khusus bagi siswa yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, diwajibkan menerapkan prokes ketat, mulai dari wajib memakai masker, cuci tangan menggunakan sabun dan dicek suhunya menggunakan thermogun sebelum masuk ruangan kelas. Selain itu, satu ruangan kelas maksimal hanya diisi oleh 16 siswa dengan jarak yang diatur.

Sementara untuk jam belajar dimulai dari pukul 08.00 hingga 11.00 tanpa jam istirahat, sehingga para siswa dianjurkan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo menjelaskan, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri maka pembelajaran secara tatap muka bisa dilaksanakan mulai Januari 2021.

Meski demikian, ada beberapa hal khusus yang harus diperhatikan. Di antaranya menerapkan prokes secara ketat, pembelajaran tatap muka dikhususkan bagi siswa kelas 6 SD dan IX SMP yang notabene akan menghadapi ujian akhir.

Pembelajaran tatap muka itu akan terus dievaluasi, jika ada lingkungan yang terpapar Covid-19 maka secara otomatis akan dihentikan. (win)

BACA JUGA :

BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
BPBD Kabupaten Semarang Siapkan 150 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau, Enam Desa Sudah Terdampak
Petani cabai di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, menghadapi penurunan harga saat musim panen meski produksi meningkat. Cabai sret kini hanya dihargai sekitar Rp20.000 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting sekitar Rp16.000 per kilogram di tingkat petani. Melimpahnya hasil panen dan berkurangnya pembeli menyebabkan harga turun, sehingga keuntungan petani menjadi sangat tipis meski produktivitas tanaman cukup tinggi.
Panen Cabai Berlimpah, Petani Sumowono Justru Gigit Jari karena Harga Anjlok
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga
Rumah pasangan lansia Muhroji (73) dan Munarti (65) di Dusun Pledokan, Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, akhirnya mendapat sambungan listrik pada Kamis (23/7/2026) setelah sekitar 20 tahun hidup tanpa aliran listrik. Penyambungan dilakukan menyusul koordinasi Pemerintah Kabupaten Semarang, Pemerintah Desa Pledokan, Kecamatan Sumowono, dan PLN, sehingga keluarga tersebut kini dapat menikmati penerangan listrik untuk kebutuhan sehari-hari dan mendukung proses belajar anak mereka.
Rumah Muhroji Sudah Terang Benderang, Buku Pelajaran Sang Anak Tak Lagi 'Belepotan' Minyak Goreng
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.54
Kejati Jateng dan Kejari Salatiga Lelang Barang Rampasan, Awan Prastyo Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok menggelar pertemuan strategis di Semarang untuk memperkuat kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan hubungan persahabatan Indonesia–Tiongkok. Pertemuan yang dihadiri Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Gus Rozin beserta sejumlah pimpinan perguruan tinggi membahas penyediaan pengajar Bahasa Mandarin, peluang beasiswa, kemudahan visa, serta pengembangan jejaring akademik sebagai upaya meningkatkan kolaborasi antar kedua negara.
PWNU Jawa Tengah Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Konsulat Jenderal Tiongkok, Fokus pada Pendidikan, Beasiswa, dan Hubungan Bilateral

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Desa Nyatnyono, yang terletak di lereng puncak Suroloyo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang menarik. Di sini, terdapat makam waliyullah Hasan Munadi dan putranya, Hasan Dipuro, yang menjadi pusat perhatian masyarakat sebagai leluhur dan penyebar agama Islam. Selain makam, desa ini juga memiliki peninggalan sejarah berupa Masjid Subulussalam dan Sendang Kalimah Toyyibah yang dihormati oleh warga setempat.
Melihat Sejarah Sendang Kalimah Toyyibah Nyatnyono, Mata Air Keramat Peninggalan Waliyullah Hasan Munadi