[adinserter name="Block 5"]
[adinserter name="Block 4"]

KABAR RASIKA

Terbangkan Lampion Bersama Bocah Rambut Gimbal Dieng, Ganjar: Ini Pengungkit Pariwisata 

Terbangkan Lampion Bersama Bocah Rambut Gimbal Dieng, Ganjar: Ini Pengungkit Pariwisata 

Terbangkan Lampion Bersama Bocah Rambut Gimbal Dieng, Ganjar: Ini Pengungkit Pariwisata 

Banjarnegara – Setelah dua tahun berlalu, pesta lampion dalam acara Dieng Culture Festival (DCF) 2022 kembali dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dalam pesta yang berlangsung meriah itu Ganjar menerbangkan lampion bersama Rehan Si Bocah Gimbal Dieng.

Malam itu Ganjar datang bersama istri Siti Atikoh. Sejak memasuki lokasi, Ganjar sudah menjadi perhatian masyarakat. Ia kemudian langsung menuju tempat duduk di tengah-tengah pengunjung lain.

Ganjar tampak begitu menikmati pertunjukan Jazz Atas Awan yang menampilkan musisi-musisi nasional dan lokal. Menjelang penampilan terakhir dari Deni Caknan, Ganjar diminta untuk naik ke panggung untuk mengawali prosesi lampion.

“Lampionnya sudah siap? Siapkan dulu semuanya,” teriak Ganjar dari atas panggung DCF 2022 sembari menyapa pengunjung dari berbagai daerah termasuk luar pulau Jawa, Jumat (2/9/2022) malam.

Ganjar kemudian menyiapkan lampion bersama istri. Rehan kemudian dipanggil untuk menerbangkan lampion bersama Gubernur Jawa Tengah itu.

DCF 2022 ini merupakan gelaran pertama yang dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai daerah. Dua gelaran sebelumya DCF digelar secara terbatas dan virtual lantaran pandemi Covid-19.

“Terima kasih, semua. Malam ini bukanlah perayaan akhir pandemi. Tapi ini obat rindu setelah hampir dua tahun Dieng Culture Festival tidak mengudara. Ini kesempatan kita untuk menghidupkan kembali. Semoga semua bahagia,” ujar Ganjar.

Ganjar berharap gelaran DCF 2022 ini menjadi pengungkit pariwisata. Di tengah upaya membangun kesadaran kesehatan masyarakat, pariwisata mulai digelindingkan.

“Mudah-mudahan ini menjadi pengungkit pariwisata yang mulai kita gelindingkan. Antusiasme masyarakat ditunjukkan hari ini,” katanya.

BACA JUGA :

Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga
Kehadiran Padi Pot, akankah jadi Solusi Ketahanan Pangan di Salatiga?
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan

KNOWLEDGE

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Keluarga Mozza Axillia Gunarsa (18), remaja asal Bergas, Kabupaten Semarang, meyakini jasad yang ditemukan merupakan putrinya setelah mengenali pakaian, jepit rambut, rambut ikal, dan ciri gigi korban. Senin (7/9/2026), ayah Mozza meminta proses hukum terhadap tersangka berjalan transparan dan pelaku dihukum berat. Hasil pemeriksaan DNA masih ditunggu keluarga.
Ayah Mozza Minta Pelaku Dihukum Berat, Keluarga Menduga Ada Motif Pembunuhan Berencana
Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px