URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Masyarakat di Kabupaten Semarang merasakan dampak dari fenomena El Nino, yang menyebabkan peningkatan suhu muka laut dan mengurangi curah hujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang telah bersiap dengan berbagai langkah antisipasi, termasuk menyediakan air bersih untuk mengatasi kekeringan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Terdampak El Nino, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Dilanda Kekeringan dan Kebakaran Lahan

Terdampak El Nino, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Dilanda Kekeringan dan Kebakaran Lahan

Terdampak El Nino, Sejumlah Wilayah di Kabupaten Semarang Dilanda Kekeringan dan Kebakaran Lahan

RASIKAFM.COM | UNGARAN - Dampak Fenomena El Nino mulai dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Semarang. Peningkatan suhu muka laut di Samudera Pasifik itu memicu perubahan cuaca termasuk mengurangi curah hujan.

Menyikapi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.

“Kami telah berkoordinasi dengan stakeholder yang ada mulai dari tingkat desa/ kelurahan, kecamatan, TNI, Polri dan masyarakat untuk mengatasi dampak El Nino berupa kekeringan dan kekurangan air bersih serta bahaya bencana kebakaran baik rumah penduduk , kebakaran hutan dan perkebunan,” ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Semarang Juwair Suntara saat dikonfirmasi, Selasa (1/8/2023).

Diterangkan Juwair, pihaknya telah menyiapkan air bersih untuk mengatasi dampak kekeringan akibat fenomena El Nino tersebut sebanyak 200 tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter. Selain itu, cadangan air bersih sebanyak 135 tangki juga turut disiagakan manakala ada permintaan bantuan air bersih.

“Sampai dengan akhir Juli 2023 , air bersih sudah terdistribusi sebanyak 65 tangki yang digunakan untuk dropping kekeringan di 11 desa dengan total 355 kepala keluarga yang terdiri dari 1.050 jiwa,” jelasnya.

Selain mengatasi kelangkaan air bersih akibat kekeringan dampak El Nino, lanjut Juwair, pihaknya juga mewaspadai bahaya kebakaran rumah, pabrik, kantor, sekolah, dan bangunan lainnya. Serta kebakaran hutan dan perkebunan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena El Nino ini. Terutama dampak kekurangan air baku dan kebakaran.

“Hemat air, jangan bakar sampah dan buang puntung rokok sembarangan,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved