URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tiga Dari Empat Korban Yang Meninggal Akibat Kecelakaan Di Sigarbencah Adalah Bapak Ibu Anak

Tiga Dari Empat Korban Yang Meninggal Akibat Kecelakaan Di Sigarbencah Adalah Bapak Ibu Anak

Tiga Dari Empat Korban Yang Meninggal Akibat Kecelakaan Di Sigarbencah Adalah Bapak Ibu Anak

featured-img
Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit saat sedang melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan di di Turunan Sigar Bencah, Kecamatan Tembalang pada Kamis (9/9/2021) sekira pukul 10.30 WIB.

RASIKAFM –  Kecelakaan karambol yang terjadi di Turunan Sigarbencah atau Jalan Imam Suparto, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang mengakibatkan empat orang mengalami luka parah hingga meninggal dunia ditempat.

Informasi yang diperoleh, tiga dari empat korban tersebut yaitu bapak, ibu dan seoarang balita laki-laki yang baru lahir pada tanggal 1 Juni tahun 2021 lalu. Sementara satu korban lainnya bernama Soni Arifianto (41) warga Meteseh, Kecamatan Tembalang

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit mengatakan ketiga korban tersebut yakni Nurul Huda (36) suami dari Erna Puji Rahayu (32) dan anak mereka yang baru berumur sekira 3 bulan bernama Alif Kendra Tama.

“Jumlah korban md (meninggal dunia) langsung dievakuasi. Sementara masih 4 orang salah satunya balita,” tuturnya.

Huda mengalami luka parah dibagian perut dan istrinya mengalami luka parah dibagian kepala. Sementara sang balita juga tidak tertolong usai luka parah dibagian perut dan kepala.

“Satu korban lainnya mengalami luka cidera berat pada kepala serta kaki dan tangan kanan patah. Para korban dilarikan ke RSUP Kariadi untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Sigit menjelaskan, kecelakaan tersebut diawali dari truk tangki berisi air bernomor polisi H-1983-AY yang hilang kendali saat berada di turunan Sigarbencah menuju ke arah Meteseh.

Kemudian, truk yang dikendarai Agus Sutanto (51) warga Pekalongan tersebut menabrak 6 pengguna jalan lainnya yang berjalan searah didepannya. Saat ini dia beserta truk yang ia kendarai sudah diamankan pihak kepolisian guna pemeriksaan lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan karambol itu terjadi pada pukul 10.30 WIB. Akibatnya empat orang meninggal dunia dan arus lalu lintas dari dua arah sempat tersendat.

Sebelum kejadian, truk itu diduga hilang kendali saat berada di sebelum tikungan Sigarbencah.

“Keterangan dari tersangka atau pengemudi bahwa hilang kendali dari tikungan sebelum Sigarbencah. Jadi tikungan Sigarbencah hilang kendali tidak bisa ngerem menguasi kendaraan tersebut. Sehingga pertama awal menyenggol agya (mobil) lalu kekiri kemudian motor juga (menabrak) kekanan,” pungkasnya.

“Jadi berusaha ngerem tidak bisa. Akhirnya ada tembak pantul karambol ke kanan dan kekiri. Sampai titik akhir di sebelah kiri (jatuhnya truk),” ucap Sigit.

Sementara Saiful Dedi Saputra, salah satu korban mengatakan saat itu ia hendak menuju ke arah Undip dari arah Meteseh mengendarai motor NMax bernomor polisi H-3789-BNF.

Sebelum kecelakaan terjadi, kata dia, ditengah perjalanan ia melihat ada truk yang hilang kendali ketika turun ke arah Meteseh.

“Truknya itu dari atas (Undip), dari atas dia blonh (Truk) buang (banting) nganan terus kena motor-motor semua,” katanya kepada halosemarang.id dilokasi.

Beruntung ia hanya mengalami luka ringan dibagian tangan kirinya. Namun, satu pengendara yang juga melintas bersamanya meninggal dunia usai tertabrak truk.

“Lukanya udah hancur kepalanya lah semuanya lah. Korbannya itu cewe,” bebernya.

Pria yang berprofesi sebagai montir itu juga mengaku kendaraan yang ia kendarai itu adalah motor konsumen yang sedang ia pakai untuk uji coba setelah mendapatkan service.

“Mau nyoba motor bukan motor saya. Makanya itu bingungnya disitu. Motornya masih tak copoti tebengnya (bodynya) katanya kan mbrebet,” imbuhnya.

BACA JUGA :

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 resmi dilaksanakan di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, selama 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Komandan Kodim 0714/Salatiga Fajar Hapsari Nugroho menyatakan program ini berfokus pada pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1,25 kilometer yang menghubungkan Desa Cukil dan Desa Kemetul, disertai pembangunan rumah tidak layak huni, rehabilitasi fasilitas ibadah, serta pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan akses dan kesejahteraan warga.
TMMD Reguler ke-129 di Kabupaten Semarang Resmi Bergulir, Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Ratusan Warga Meriahkan Gelar Pasar Murah dan Cek Kesehatan di Kejari Salatiga
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Pilkades Serentak 142 Desa di Kabupaten Semarang Masih Menunggu Lampu Hijau Kemendagri, Rp12,6 Miliar Sudah Disiapkan
Petani Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mengembangkan budidaya padi semi organik melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani. Program yang telah berjalan hampir tiga tahun ini berhasil meningkatkan produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare, sekaligus mendorong pengolahan hasil panen menjadi beras bernilai jual lebih tinggi serta pemanfaatan limbah pertanian untuk mendukung konsep zero waste.
Gunakan Great Farm, Petani Kemetul Mulai Bidik Pasar Premium Beras Sehat
Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'