KABAR RASIKA

Tiga Dari Empat Korban Yang Meninggal Akibat Kecelakaan Di Sigarbencah Adalah Bapak Ibu Anak

Tiga Dari Empat Korban Yang Meninggal Akibat Kecelakaan Di Sigarbencah Adalah Bapak Ibu Anak

Tiga Dari Empat Korban Yang Meninggal Akibat Kecelakaan Di Sigarbencah Adalah Bapak Ibu Anak

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit saat sedang melakukan penyelidikan penyebab terjadinya kecelakaan di di Turunan Sigar Bencah, Kecamatan Tembalang pada Kamis (9/9/2021) sekira pukul 10.30 WIB.

RASIKAFM –  Kecelakaan karambol yang terjadi di Turunan Sigarbencah atau Jalan Imam Suparto, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang mengakibatkan empat orang mengalami luka parah hingga meninggal dunia ditempat.

Informasi yang diperoleh, tiga dari empat korban tersebut yaitu bapak, ibu dan seoarang balita laki-laki yang baru lahir pada tanggal 1 Juni tahun 2021 lalu. Sementara satu korban lainnya bernama Soni Arifianto (41) warga Meteseh, Kecamatan Tembalang

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Sigit mengatakan ketiga korban tersebut yakni Nurul Huda (36) suami dari Erna Puji Rahayu (32) dan anak mereka yang baru berumur sekira 3 bulan bernama Alif Kendra Tama.

“Jumlah korban md (meninggal dunia) langsung dievakuasi. Sementara masih 4 orang salah satunya balita,” tuturnya.

Huda mengalami luka parah dibagian perut dan istrinya mengalami luka parah dibagian kepala. Sementara sang balita juga tidak tertolong usai luka parah dibagian perut dan kepala.

“Satu korban lainnya mengalami luka cidera berat pada kepala serta kaki dan tangan kanan patah. Para korban dilarikan ke RSUP Kariadi untuk proses lebih lanjut,” ujarnya.

Sigit menjelaskan, kecelakaan tersebut diawali dari truk tangki berisi air bernomor polisi H-1983-AY yang hilang kendali saat berada di turunan Sigarbencah menuju ke arah Meteseh.

Kemudian, truk yang dikendarai Agus Sutanto (51) warga Pekalongan tersebut menabrak 6 pengguna jalan lainnya yang berjalan searah didepannya. Saat ini dia beserta truk yang ia kendarai sudah diamankan pihak kepolisian guna pemeriksaan lebih lanjut.

Diberitakan sebelumnya, kecelakaan karambol itu terjadi pada pukul 10.30 WIB. Akibatnya empat orang meninggal dunia dan arus lalu lintas dari dua arah sempat tersendat.

Sebelum kejadian, truk itu diduga hilang kendali saat berada di sebelum tikungan Sigarbencah.

“Keterangan dari tersangka atau pengemudi bahwa hilang kendali dari tikungan sebelum Sigarbencah. Jadi tikungan Sigarbencah hilang kendali tidak bisa ngerem menguasi kendaraan tersebut. Sehingga pertama awal menyenggol agya (mobil) lalu kekiri kemudian motor juga (menabrak) kekanan,” pungkasnya.

“Jadi berusaha ngerem tidak bisa. Akhirnya ada tembak pantul karambol ke kanan dan kekiri. Sampai titik akhir di sebelah kiri (jatuhnya truk),” ucap Sigit.

Sementara Saiful Dedi Saputra, salah satu korban mengatakan saat itu ia hendak menuju ke arah Undip dari arah Meteseh mengendarai motor NMax bernomor polisi H-3789-BNF.

Sebelum kecelakaan terjadi, kata dia, ditengah perjalanan ia melihat ada truk yang hilang kendali ketika turun ke arah Meteseh.

“Truknya itu dari atas (Undip), dari atas dia blonh (Truk) buang (banting) nganan terus kena motor-motor semua,” katanya kepada halosemarang.id dilokasi.

Beruntung ia hanya mengalami luka ringan dibagian tangan kirinya. Namun, satu pengendara yang juga melintas bersamanya meninggal dunia usai tertabrak truk.

“Lukanya udah hancur kepalanya lah semuanya lah. Korbannya itu cewe,” bebernya.

Pria yang berprofesi sebagai montir itu juga mengaku kendaraan yang ia kendarai itu adalah motor konsumen yang sedang ia pakai untuk uji coba setelah mendapatkan service.

“Mau nyoba motor bukan motor saya. Makanya itu bingungnya disitu. Motornya masih tak copoti tebengnya (bodynya) katanya kan mbrebet,” imbuhnya.

BACA JUGA :

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Pemkab Semarang tidak akan melakukan riset mandiri terkait rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran karena kewenangan berada di pemerintah pusat sebagai proyek strategis nasional. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyatakan Pemkab berperan sebagai fasilitator dan mendorong konsultasi publik agar kementerian, pemerintah daerah, stakeholder, serta masyarakat mendapat informasi terbuka mengenai potensi dan dampak proyek.
Pemkab Semarang Tegaskan Tak Akan Lakukan Riset Mandiri Geothermal Gunung Ungaran
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Sebanyak 8.100 porsi Ayam Kecap Rempah Nusantara dimasak serentak di sembilan kota Indonesia pada Minggu (6/9/2026), termasuk 750 porsi di Semarang. Kegiatan Bright Gas bersama pelanggan dan komunitas tersebut digelar untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional sekaligus membidik pencatatan Rekor MURI.
Bukan Masak Biasa! 8.100 Porsi Ayam Kecap Diburu Jadi Rekor MURI, Semarang Sumbang 750 Porsi
Pemkab Semarang meminta PT PLN menunda sementara kajian dan rencana eksplorasi panas bumi di kawasan Gunung Ungaran, Jumat (4/9/2026). Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyebut keputusan tersebut diambil untuk menjaga kondusivitas masyarakat di tengah kekhawatiran yang berkembang. Pemkab juga meminta PT Geo Dipa Energi meningkatkan komunikasi dan sosialisasi terkait kegiatan geothermal di Banyubiru.
Rencana Geothermal Gunung Ungaran Ditunda, Bupati Semarang Minta PLN Setop Kegiatan
Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Warga Dusun Kropoh, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan terkubur di kebun pada Kamis (3/9/2026) sore. Bayi ditemukan Gendro Susanto saat mencari rumput setelah melihat gundukan tanah baru. Polisi kemudian mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta pihak yang bertanggung jawab.
Curiga Gundukan Tanah Baru, Warga Bandungan Temukan Bayi Terkubur dan Terbungkus Daster
Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Dinas Pertanian memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui Program Sekolah Tani. Pada tahap ketiga, warga binaan mempelajari budidaya bayam, kangkung, dan pisang Raja Bulu melalui teori serta praktik langsung di lahan Lapas Purwodadi. Program ini dilakukan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan pertanian produktif sebelum kembali ke masyarakat.
Program Integrated Farming, Lapas Purwodadi Gelar Sekolah Tani
Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved

Lebar: px

Tinggi: px