URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Proyek Tol Yogya-Bawen Seksi V dan VI yang melintasi wilayah Kabupaten Semarang masih berlanjut, dengan fokus pada jalur tol yang berada di bawah bukit sejauh lebih kurang 1 kilometer, yang terletak di Desa Kuwarasan, Kecamatan Jambu. Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin, mengungkapkan bahwa jalur terowongan ini merupakan proyek infrastruktur baru yang berpotensi menjadi maskot baru bagi kabupaten tersebut.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tol Yogya-Bawen Bakal Miliki Terowongan Sejauh 1 Kilometer, Ikon Baru Kabupaten Semarang?

Tol Yogya-Bawen Bakal Miliki Terowongan Sejauh 1 Kilometer, Ikon Baru Kabupaten Semarang?

Tol Yogya-Bawen Bakal Miliki Terowongan Sejauh 1 Kilometer, Ikon Baru Kabupaten Semarang?

Foto: /IST
ilustrasi terowongan tol

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Proyek Tol Yogya-Bawen Seksi V dan VI yang melintasi wilayah Kabupaten Semarang masih terus berlangsung. Salah satu yang menjadi fokus adalah jalur tol yang berada di bawah bukit sejauh lebih kurang 1 kilometer, yang berlokasi di Desa Kuwarasan, Kecamatan Jambu.

Disampaikan oleh Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Semarang, Zaenal Arifin jalur terowongan tersebut merupakan proyek infrastruktur baru yang bisa dilalui di Kabupaten Semarang.

“Sehingga mudah-mudahan bisa menjadi maskot baru,” kata Zaenal di Ungaran, Senin (6/5/2024).

Menurut Zaenal, pembuatan terowongan ini didasari oleh kondisi perbukitan di kawasan Jambu yang cukup tinggi. Jika pembangunan jalur dengan cara dibelah (seperti perbukitan di sekitar exit dan entry tol Ungaran), maka membutuhkan biaya yang besar. Selain itu, risiko yang ditimbulkan juga cukup besar.

“Sehingga nanti rekayasanya dengan dibor, seperti bikin tunel menembus bukit,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan bahwa proses pembebasan pada pengerjaan Seksi V bisa terus berjalan dan segera selesai.
Pembebasan lahan saat ini masih berada di wilayah Ngampin, Ambarawa dan sebagian wilayah di Bawen.

Sebagai informasi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono juga sempat menegaskan, pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta tidak akan mengepras bukit.

“Pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta, saya tidak ingin mengepras bukit lagi seperti tol Semarang-Solo, maka akan dibuat terowongan,” kata dia.

Satu di antaranya yang berada di kawasan Banaran, wilayah Jambu, Kabupaten Semarang. “Kita punya hutan kopi hanya tinggal di Banaran itu. Kalau dikepras, eman-eman (sayang),” bebernya. (win)

BACA JUGA :

Sebanyak 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, terkena PHK akibat efisiensi perusahaan pada 2026. Disnaker Kabupaten Semarang menyebut keputusan tersebut telah disepakati melalui perjanjian bersama, sementara pembayaran pesangon rata-rata Rp30 juta per pekerja dilakukan bertahap selama 10 bulan karena tekanan industri perkayuan.
756 Pekerja di Kabupaten Semarang Kena PHK, Disnaker Kawal Pembayaran Pesangon
Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Semar Gugat menggelar aksi tanda tangan massal menolak rencana pengeboran geothermal Gunung Ungaran di Basecamp Kendalisodo, Desa Samban, Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026). Mereka meminta rencana tersebut dikaji serius karena khawatir aktivitas pengeboran berdampak terhadap lingkungan dan sumber air masyarakat.
Gelombang Penolakan Pengeboran Gunung Ungaran Mulai Muncul, Sejumlah Komunitas Galang Tanda Tangan Massal
Rencana pembangunan PLTP di kawasan Gunung Ungaran berpotensi berdampak pada sekitar 540 KK di Dusun Darum, Ngipik, dan Talun, Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Hingga Rabu (2/9/2026), pemerintah desa mengaku belum menerima informasi resmi maupun sosialisasi terkait proyek tersebut dan meminta keterbukaan kepada masyarakat.
Ratusan KK di Desa Candi Berpotensi Terdampak Geothermal Gunung Ungaran
Kota Salatiga meraih juara I kategori Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan dalam Apresiasi Pemda Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 Batch II yang digelar Kemendagri pada 28 Agustus 2026. Atas capaian tersebut, Salatiga mendapat dukungan Rp2 miliar untuk memperkuat akses dan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.
Bukan Kaleng-kaleng! Kota Salatiga raih Prestasi di Bidang Pendidikan
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak
DPRD Kabupaten Semarang meminta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh sebelum pengembangan energi panas bumi Gunung Ungaran dilanjutkan, Senin (31/8/2026). Dewan menyoroti potensi dampak pengeboran lebih dari 2.000 meter terhadap kondisi geologi, lingkungan, sumber air, cagar budaya, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah.
Legislator Kabupaten Semarang Soroti Risiko Geothermal Ungaran, Ingatkan Dampak Pengeboran

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Arti Desil 1 sampai 10
Arti Desil 1 sampai 10
WhatsApp Image 2026-08-30 at 22.25
Meriah! Peringatan HUT Paguyuban PKL Setia Kawan ke-24 di Pasaraya Salatiga
Rencana pengeboran panas bumi di kawasan Gunung Ungaran mulai membuat warga Desa Candi, Bandungan, Kabupaten Semarang, gelisah karena belum mendapat penjelasan langsung mengenai lokasi, mekanisme, dan dampaknya. Warga khawatir aktivitas tersebut memengaruhi sumber air dan pertanian, sementara pemerintah maupun pihak terkait belum melakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat.
Isu Pengeboran Gunung Ungaran Bikin Warga Candi Gelisah, Khawatir Sumber Air dan Pertanian Terdampak

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved