[audio_player]
[posts_like_dislike]
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia meluncurkan program strategis pemberdayaan usaha tani kopi berbasis komunitas di Dusun Cukil, Kabupaten Semarang, sejak Juni hingga Desember 2025, guna mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

UKSW dan Kemendiktisaintek Inisiasi Pemberdayaan Usaha Kopi di Dusun Cukil

UKSW dan Kemendiktisaintek Inisiasi Pemberdayaan Usaha Kopi di Dusun Cukil

UKSW dan Kemendiktisaintek Inisiasi Pemberdayaan Usaha Kopi di Dusun Cukil

Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemberdayaan Kelompok Tani Kopi Robusta Dusun Cukil Foto dok IST
Program Pengabdian kepada Masyarakat Pemberdayaan Kelompok Tani Kopi Robusta Dusun Cukil Foto dok IST

RASIKAFM.COM | SALATIGA – UKSW berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia dalam menginisiasi sebuah program strategis yang berfokus pada penguatan usaha tani kopi berbasis komunitas di Dusun Cukil, Kabupaten Semarang.

Program ini dikemas dalam skema Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tajuk “Pemberdayaan Kelompok Tani Kopi Robusta Dusun Cukil: Sinergi Petani dan Pemerintah Dusun dalam Pengolahan Pascapanen dan Skema Bagi Hasil untuk Kesejahteraan.” Kegiatan ini merupakan bagian dari Skim Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2025 yang didanai oleh Kemendiktisaintek, dengan orientasi utama pada optimalisasi potensi lokal secara berkelanjutan.

Salah satu agenda utama yang dilaksanakan adalah penyuluhan teknik pemangkasan dan peremajaan tanaman kopi robusta nangka, varietas lokal unggulan yang memiliki karakteristik pohon menjulang tinggi dan rimbun. Penyuluhan tersebut dipandu oleh Dosen Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW Ir. Djoko Murdono, M.S., yang dalam pemaparannya menekankan pentingnya pemangkasan berkala sebagai strategi efektif menjaga produktivitas tanaman tanpa harus melakukan penanaman ulang.

“Pemangkasan berkala menjadi kunci mempertahankan kesehatan dan produktivitas, khususnya untuk robusta nangka yang memiliki struktur tanaman tinggi,” jelasnya saat mendampingi praktik langsung di kebun bersama para petani.

Ketua Tim PkM, Hanna Prillysca Chernovita, menyampaikan bahwa pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada aspek pelatihan teknis semata, tetapi juga mencakup pendampingan intensif terhadap penguatan usaha tani, pengembangan kapasitas komunitas, serta penanaman nilai-nilai kolaborasi dan gotong royong dalam tata kelola agribisnis kopi.

“Kami hadir tidak sekadar memberi pelatihan, tetapi turut membangun ekosistem kewirausahaan sosial yang adil dan berkelanjutan, dimulai dari proses produksi, pencatatan hasil, hingga strategi promosi,” ungkapnya.

Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan Forum Group Discussion (FGD) yang telah dilaksanakan pada akhir Juni 2025, melibatkan Tim PkM UKSW, Kelompok Tani Kopi, dan Pemerintah Dusun Cukil. FGD bertujuan menyamakan persepsi, merumuskan agenda kerja bersama, serta membentuk kerangka kolaborasi yang inklusif dan partisipatif sepanjang pelaksanaan program.

Sebagai bentuk dukungan nyata, kelompok tani juga akan menerima bantuan peralatan pasca panen berupa mesin huller dan pulper untuk meningkatkan efisiensi produksi. Selain itu, tim juga akan memberikan pendampingan dalam proses pengembangan merek, perancangan kemasan, serta perluasan akses pasar agar kopi robusta Cukil memiliki daya saing lebih tinggi di pasar yang lebih luas.

Tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator positif keberterimaan program ini di tingkat lokal. Ketua Kelompok Tani, Salim, mengungkapkan apresiasinya terhadap penyuluhan yang diselenggarakan. “Selama ini kami sering bingung memangkas pohon kopi yang tinggi. Penyuluhan ini memberi pemahaman praktis dan dengan praktik langsung, kami lebih mudah memahaminya,” tuturnya.

Program ini akan berlangsung hingga Desember 2025 dan diharapkan menjadi model ideal dalam pemberdayaan desa berbasis kewirausahaan sosial, penerapan teknologi tepat guna, serta kemitraan strategis antara masyarakat dan perguruan tinggi.

Dengan dukungan penuh dari Kemendiktisaintek, program ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan petani serta menjadi contoh praktik baik pemberdayaan desa yang dapat direplikasi di wilayah lainnya.

BACA JUGA :

Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga kembali menggelar Gelar Inovasi Harmoni Nusantara (GIHN) 2026 di Balairung UKSW, Kamis (10/9/2026). Mengusung tema “Lentera Harmoni”, kegiatan tahun keempat ini menampilkan inovasi ramah lingkungan dari 15 fakultas. GIHN juga mendorong kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan UMKM agar riset menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
GIHN 2026 UKSW, Ubah Inovasi Ramah Lingkungan Menjadi Dampak Nyata bagi Masyarakat
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Kiprah Kanaya Abigail, Mahasiswa Psikologi UKSW Mengajar SDGs dan Mengenalkan Indonesia di Slovakia
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Muat Lebih

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
[pekok2]