URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

https://rasikafm.com/wp-content/uploads/2023/12/Sebuah-video-viral-d.m4a
[posts_like_dislike]
Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang pria berjaket biru memberikan bantuan makanan kepada seorang nenek, namun insiden ini mengundang kontroversi ketika terungkap bahwa setelah diambil gambarnya, petugas tersebut menggantikan bantuan tersebut dengan paket yang lebih kecil. Video tersebut, diposting oleh Instagram @Isucuey.official, awalnya dinarasikan sebagai kejadian di "wilayah dekat Kota Salatiga", tetapi Penjabat Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi, membantah bahwa insiden itu tidak terjadi di Kota Salatiga. Koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Salatiga dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menunjukkan bahwa paket makanan yang dibagi oleh Pemkot Salatiga berbeda dari yang terlihat dalam video.
Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang pria berjaket biru memberikan bantuan makanan kepada seorang nenek, namun insiden ini mengundang kontroversi ketika terungkap bahwa setelah diambil gambarnya, petugas tersebut menggantikan bantuan tersebut dengan paket yang lebih kecil. Video tersebut, diposting oleh Instagram @Isucuey.official, awalnya dinarasikan sebagai kejadian di "wilayah dekat Kota Salatiga", tetapi Penjabat Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi, membantah bahwa insiden itu tidak terjadi di Kota Salatiga. Koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Salatiga dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menunjukkan bahwa paket makanan yang dibagi oleh Pemkot Salatiga berbeda dari yang terlihat dalam video.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Viral Video Pemberi Bantuan lalu Diambil Lagi, Pj Walikota Pastikan TKP Bukan di Salatiga

Viral Video Pemberi Bantuan lalu Diambil Lagi, Pj Walikota Pastikan TKP Bukan di Salatiga

Viral Video Pemberi Bantuan lalu Diambil Lagi, Pj Walikota Pastikan TKP Bukan di Salatiga

Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang pria berjaket biru memberikan bantuan makanan kepada seorang nenek, namun insiden ini mengundang kontroversi ketika terungkap bahwa setelah diambil gambarnya, petugas tersebut menggantikan bantuan tersebut dengan paket yang lebih kecil. Video tersebut, diposting oleh Instagram @Isucuey.official, awalnya dinarasikan sebagai kejadian di "wilayah dekat Kota Salatiga", tetapi Penjabat Wali Kota Salatiga, Sinoeng N Rachmadi, membantah bahwa insiden itu tidak terjadi di Kota Salatiga. Koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Salatiga dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) menunjukkan bahwa paket makanan yang dibagi oleh Pemkot Salatiga berbeda dari yang terlihat dalam video.
(Tangkapan Layar/Istimewa)
Tangkapan layar pria berjaket biru memberikan bantuan kepada seorang nenek yang ramai jadi perbincangan di media sosial.
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Beredarnya video di media sosial yang viral memperlihatkan pria berjaket biru memberikan bantuan makanan kepada seorang nenek dan mendokumentasikannya. Namun setelah diambil gambarnya, petugas yang memberikan bingkisan itu menggantinya dengan bantuan dengan bingkisan yang lebih kecil.

Kejadian itu awalnya diberi narasi lokasi “wilayahnya dekat Kota Salatiga”. Namun Penjabat Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi menegaskan kejadian itu tidak terjadi di Kota Salatiga.

“Dari koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Salatiga, bantuan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), bentuk paketnya tidak demikian. Video kejadiannya juga dimungkinkan tidak di Salatiga,” terang Sinoeng seperti dikutip solopos.com, belum lama ini.

Dikatakan, Pemkot Salatiga melakukan hal serupa melalui tim TKSK saat membagikan makanan. Namun, paket makanan yang dibagi selama ini berbeda dari video yang beredar. Tempat makan agak transparan dan ukurannya berbeda.

Terpisah, Kepala Dinsos Kota Salatiga, Slamet Setyo Budi menjelaskan, video viral seorang pria sedang membagikan paket makanan namun menukarnya lagi diyakini bukan di Kota Hati Beriman.

“Kalau disini (Salatiga) petugas saat menyerahkan bentuk laporan berfoto bersama dengan penerima bantuan,” katanya.

Video tersebut viral di media sosial setelah di-posting oleh Instagram @Isucuey.official yang menyebutkan video tersebut ada terjadi di Salatiga.

Dalam video itu terlihat pria berjaket biru mengambil kemasan plastik berisi dua paket yang diduga berisi makanan kepada seorang nenek.

Namun, seusai memotret pria itu kemudian memberikan kemasan makanan berukuran lebih kecil. Keduanya berdialog menggunakan bahasa Jawa tapi tidak terlalu terdengar jelas. Hanya terlihat nenek itu bingung setelah diberi bantuan berbeda dari yang difoto.

Sementara itu dua hari setelah Viral, Berdasarkan hasil penelusuran rasikafm.com, kejadian itu terjadi di Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Hal itu terungkap dari keterangan seorang warga Tengaran. Rabu 6 Desember 2023.

Diketahui, video itu diunggah sejak Sabtu (2/12/2023) malam. Kemudian pada Minggu (3/12/2023) sejumlah perangkat desa ikut melakukan klarifikasi.

BACA JUGA :

Ribuan warga memadati tradisi Jolenan di Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Sabtu (18/7/2026). Masyarakat mengarak gunungan hasil bumi sebagai wujud syukur atas panen raya yang melimpah sekaligus melestarikan budaya Jawa. Tradisi tahunan bertema Ketahanan Pangan itu diakhiri dengan perebutan hasil bumi yang menjadi daya tarik utama dan diharapkan berkembang sebagai destinasi wisata budaya
Angkat Tema Ketahanan Pangan, Desa Kemetul Kembali Sukses gelar Jolenan Tahun 2026
Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk wing box dan sebuah truk terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dekat Brama Gallery Gamol, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga, Jumat (17/7/2026). Insiden diduga terjadi karena pengemudi tidak mampu menjaga jarak aman saat kendaraan di depannya berhenti untuk memberi jalan kendaraan lain berbelok. Akibatnya, sopir truk wing box mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di RSU dr Soebarkat Tjitrodiatmodjo.
Truk Seruduk Truk Di JLS Salatiga, Pengemudi Luka Ringan
Pemerintah Kota Salatiga memutuskan menarik surat edaran permohonan bantuan dana untuk peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026. Keputusan yang disampaikan Sekda Muthoin pada Kamis (16/7/2026) itu diambil atas arahan Wali Kota setelah muncul pro dan kontra di masyarakat, dengan tetap menjamin pertanggungjawaban bantuan yang telah diterima serta membuka ruang bagi kontribusi sukarela.
Sempat Gaduh!, Pemkot Salatiga Putuskan Tarik Surat Edaran Permohonan Bantuan Hari Jadi
Ratusan kepala keluarga di Dusun Kebontaman, Desa Kalikayen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, mulai mengalami krisis air bersih seiring awal musim kemarau. Kondisi yang disampaikan pemerintah desa pada Kamis (16/7/2026) itu dipicu mengeringnya sumur warga di kawasan perbukitan, sehingga masyarakat terpaksa membeli air, memanfaatkan air sungai, atau mengandalkan bantuan dropping air bersih.
Kemarau Baru Dimulai, Ratusan KK di Desa Kalikayen Ungaran Timur Sudah Krisis Air Bersih
SD Negeri Bener 01 di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menyediakan layanan mobil antar pulang bagi siswa menggunakan bekas angkot yang dibeli dari hasil patungan guru. Program yang mulai berjalan sejak Juni 2026 ini bertujuan membantu orang tua yang kesulitan menjemput anak sekaligus meningkatkan keselamatan siswa karena lokasi sekolah berada di tepi Jalan Raya Semarang–Solo yang padat lalu lintas.
Gani, Guru Olah Raga SD Bener Tengaran, Pagi Mengajar Siang antar Siswa Pulang
Proposal permohonan bantuan dana untuk rangkaian peringatan Hari Koperasi, Hari Jadi ke-1.276 Kota Salatiga, HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan Apeksi Kota Salatiga Tahun 2026 menjadi sorotan setelah beredar di kalangan pelaku usaha dan media sosial. Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Daerah Kota Salatiga pada konferensi pers, Kamis (16/7/2026), memutuskan menarik proposal yang sebelumnya telah tersebar, setelah muncul kritik terkait kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp400 juta di luar alokasi APBD.
Viral di Medsos! Proposal Permohonan Dana HUT RI di Salatiga Jadi Omongan Netizen

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

DPC PPP Kabupaten Semarang mulai menyusun strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi dan menyasar generasi milenial serta pemilih pemula. Hal itu disampaikan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Semarang Zaenudin di Ungaran, Kamis (16/7/2026), usai kepengurusan baru periode 2026–2031 menerima SK DPP. Langkah tersebut dilakukan melalui pembentukan kepengurusan hingga tingkat desa serta peningkatan pendidikan politik bagi kader muda.
PPP Kabupaten Semarang Bidik Pemuda dan Pemilih Pemula Hadapi Pemilu 2029
Puluhan korban dugaan penipuan pembelian rumah di Perumahan Bandarjo Village Permai, Kecamatan Ungaran Barat, mengadukan kasus tersebut ke Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Rabu (15/7/2026). Para korban menuntut pengembang mengembalikan dana sekitar Rp1,4 miliar setelah proyek mangkrak, rumah tidak kunjung dibangun, dan sebagian sertifikat belum diterbitkan. DPRD meminta pengembang menuntaskan pengembalian dana hingga September 2026 serta menunda penerbitan izin proyek sampai seluruh persoalan konsumen selesai.
Puluhan Korban Perumahan Bandarjo Village Permai Mengadu ke DPRD, Tuntut Refund Rp1,4 Miliar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Senin, 13 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 06.00 WIB menunjukkan suhu udara di Semarang mencapai 25,4 derajat Celsius dengan kelembapan 65 persen, sementara cuaca kering masih berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
13 Juli 2026: Cuaca Semarang Cerah, BMKG Minta Waspadai Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Tengah