URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Perekonomian Jawa Tengah tumbuh 5,89 persen pada triwulan I 2026 didukung investasi dan penguatan UMKM. Dalam CJIBF dan UMKM Grande 2026 di Semarang, Bank Indonesia dan Pemprov Jateng mempromosikan 17 proyek investasi unggulan serta memperluas akses pasar global bagi pelaku UMKM melalui digitalisasi dan business matching internasional.

Mbak Google

KABAR RASIKA

CJIBF dan UMKM Grande 2026 Perkuat Investasi Hijau dan UMKM Go Global di Jawa Tengah

CJIBF dan UMKM Grande 2026 Perkuat Investasi Hijau dan UMKM Go Global di Jawa Tengah

CJIBF dan UMKM Grande 2026 Perkuat Investasi Hijau dan UMKM Go Global di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah, Wakil Menteri Investasi & Hilirisasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng
Gubernur Jawa Tengah, Wakil Menteri Investasi & Hilirisasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng
featured-img

Perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I 2026 menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan mencapai 5,89 persen (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen (yoy). Sejalan dengan itu, realisasi investasi yang tercermin pada pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga tumbuh hingga 9,61 persen (yoy), mempertegas posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah dengan iklim investasi kompetitif sekaligus memiliki fondasi UMKM yang kuat.

Untuk memperkuat investasi dan perdagangan daerah, Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Central Java Investment Business Forum 2026 dan UMKM Grande 2026 dengan tema “Central Java Thriving: Strengthening Investment and Empowering SMEs for Green and Sustainable Growth”.

Kegiatan yang berlangsung pada 11 Mei 2026 di Semarang ini dibuka oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman bersama Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu.

Dalam sambutannya, Aida S. Budiman menegaskan pentingnya menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar di tengah penguatan investasi nasional. Menurutnya, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-stabilitas sekaligus mendukung pembiayaan sektor produktif agar dunia usaha tetap bergerak.

Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS dan penguatan ekosistem ekonomi digital juga terus diperluas untuk memperkuat daya saing UMKM. Ia menyebut digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar UMKM mampu meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, hingga masuk pasar global.

Aida juga menyoroti pentingnya pendalaman pasar uang dan pasar keuangan guna memperkuat pembiayaan investasi nasional dan meningkatkan ketahanan ekonomi menghadapi gejolak global. Menurutnya, investor saat ini mencari tiga hal utama, yakni kepastian, efisiensi, dan keberlanjutan.

“Jangan hanya menjadi pasar, tetapi harus menjadi produsen. Jangan hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga barang jadi yang memiliki nilai tambah lebih tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa investasi di Jawa Tengah terus meningkat. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang di 35 kabupaten/kota.

Menurutnya, capaian tersebut meningkat sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

Ahmad Luthfi juga menegaskan bahwa investasi harus berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kapasitas UMKM agar mampu naik kelas hingga tingkat internasional.

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menilai Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan investasi nasional. Ia mendorong pengembangan kawasan industri dan penguatan infrastruktur logistik untuk mendukung percepatan investasi di berbagai daerah.

Dalam CJIBF 2026, sebanyak 17 proyek investasi unggulan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) dipromosikan kepada investor. Proyek tersebut mencakup sektor energi terbarukan, pertanian dan hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan.

Beberapa proyek unggulan sektor energi terbarukan di antaranya pengembangan panas bumi Candi Umbul Telomoyo milik Geo Dipa Energy, Logawa Minihydro Power Plant di Banyumas, pemanfaatan limbah pertanian untuk biomassa di Grobogan, hingga proyek Waste to Refuse Derived Fuel di Demak dan Pati.

Pada sektor pertanian dan hilirisasi pangan, ditawarkan proyek Integrated Coconut Industry, Integrated Shrimp Industry, Integrated Fisheries Special Zone di Cilacap, industri garam di Jepara, hingga pengembangan industri mocaf di Banjarnegara.

Sementara di sektor pariwisata terdapat pengembangan Taman Kyai Langgeng Ecopark, Pulau Panjang di Jepara, dan Deyangan Resort kawasan Borobudur di Kabupaten Magelang.

Aida Budiman (Deputi Gubernur Bank Indonesia), Walikota Semarang meninjau tenant di UMKM Grande di Paragon Mall Semarang

CJIBF juga mempertemukan calon investor dengan empat kawasan industri utama di Jawa Tengah, yakni Kendal Special Economic Zone, Industropolis Batang Special Economic Zone, Wijayakusuma Industrial Park, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Selain forum investasi, UMKM Grande 2026 yang berlangsung pada 7–11 Mei 2026 di Atrium Paragon Mall Semarang menghadirkan sekitar 90 UMKM unggulan Jawa Tengah dari sektor fashion, kriya, furnitur, makanan-minuman, hingga kopi.

Kegiatan ini juga menghadirkan business matching internasional yang mempertemukan sekitar 30 UMKM potensial ekspor dengan buyer dari negara ASEAN dan Timur Tengah serta jaringan ritel nasional seperti Transmart, Gelael, dan Superindo.

Berbagai agenda pendukung turut digelar, mulai dari Semarak Jateng 2026, talkshow wastra nusantara bersama desainer Wignyo Rahardi, hingga kompetisi kopi dan workshop ekonomi sirkular.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula penandatanganan sejumlah Letter of Intent investasi dan kerja sama industri, termasuk di bidang peternakan sapi terpadu, industri tekstil, minyak atsiri, dan pengolahan limbah energi.

Melalui penyelenggaraan CJIBF dan UMKM Grande 2026, Jawa Tengah berhasil mencatat potensi peminatan produk UMKM ekspor senilai sekitar USD 2,48 juta atau setara Rp43 miliar, sekaligus memperkuat optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi hijau, inklusif, dan berkelanjutan di daerah.

BACA JUGA :

Kepercayaan masyarakat terhadap kondisi perekonomian Jawa Tengah tetap terjaga pada Mei 2026, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 116,05 yang berada di zona optimistis. Hasil Survei Konsumen menunjukkan masyarakat menilai kondisi pendapatan, peluang kerja, dan daya beli masih baik, sekaligus memiliki harapan positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan penghasilan, dan perkembangan usaha dalam enam bulan mendatang sehingga menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga, IKK Mei 2026 Capai 116,05
CJFACE 2026 Hadir di Semarang! Bank Indonesia Dorong Furnitur Jepara Tembus Pasar Global dan Perkuat Ekosistem Halal 2
CJFACE 2026 Hadir di Semarang! Bank Indonesia Dorong Furnitur Jepara Tembus Pasar Global dan Perkuat Ekosistem Halal
Gedung Bank Indonesia Pusat
BI Kejutkan Pasar, BI-Rate Naik Jadi 5,50 Persen demi Perkuat Rupiah
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Semarang
Di Tengah Kenaikan Harga Komoditas Hortikultura, Inflasi Jawa Tengah Masih dalam Rentang Sasaran 2,5±1%
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Ini Langkah yang Disiapkan untuk Atasi Rob di Pati
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada 23 Juni 2026 untuk mempercepat penanganan rob yang menggenangi permukiman warga. Pemprov Jateng menyiapkan...
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Pemkot Salatiga Komit Perkuat Pelayanan Publik dengan Delapan Aksi Perubahan
Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan menerima audiensi peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III di ruang kerjanya untuk membahas delapan aksi perubahan yang dirancang sebagai inovasi...
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Turunnya Populasi Sapi Potong Berimbas Pasokan di RPH Salatiga Dampaknya Picu Kenaikan Harga Daging
Kelangkaan pasokan daging sapi terjadi di Kota Salatiga pada Juni 2026 akibat menurunnya populasi sapi potong yang siap dipasarkan. Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga mencatat kebutuhan sekitar 15...
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Jalin Kerjasama dengan BKBH FH USM Rutan Salatiga Perluas Akses Bantuan Hukum dan Keadilan
Rutan Kelas II B Salatiga resmi menjalin kerja sama dengan Badan Bimbingan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Universitas Semarang (FH USM) di Salatiga untuk memperluas akses layanan bantuan...
Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Segera Terbit, Makin Menarik Dibanding Motor BBM
Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta Segera Terbit, Makin Menarik Dibanding Motor BBM?
Pemerintah memastikan skema insentif Rp5 juta untuk pembelian motor listrik semakin dekat diterapkan setelah Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan menyelesaikan koordinasi aturan, dengan Peraturan...

POPULER

Sebanyak 70 pedagang daging sapi di Pasar Raya Salatiga menghentikan aktivitas jual beli selama lima hari, 22–26 Juni 2026, akibat kelangkaan pasokan sapi yang memicu kenaikan harga daging hingga Rp140.000 per kilogram. Pedagang mengaku penjualan menurun karena konsumen beralih ke bahan pangan lain, sehingga mereka meminta pemerintah turun tangan untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlangsungan usaha.
Puluhan Pedagang Daging Sapi di Pasar Raya Kota Salatiga Sepakat Tidak Berjualan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk pemeliharaan, rehabilitasi, dan peningkatan ruas jalan provinsi di kawasan Pantura Barat pada 2026. Kebijakan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat Rembug Pembangunan di Kota Tegal, Senin (22/6/2026), bertujuan memulihkan kemantapan jalan yang menurun akibat curah hujan tinggi sekaligus mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Jalan Pantura Barat Jadi Prioritas, Pemprov Jateng Gelontorkan Puluhan Miliar Rupiah untuk Perbaikan dan Pemeliharaan
Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy berinisial AF (21) meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di kawasan Kumpulrejo, Argomulyo, Sabtu pagi (20/6/2026). Kecelakaan diduga terjadi karena korban kurang konsentrasi saat berkendara hingga motornya oleng ke kiri dan masuk ke parit. Korban sempat dirawat di RSUD dr. Soebarkat Tjitrodarmodjo sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Alami Laka Tunggal di JLS, Pengendara Scoopy Meninggal Dunia