URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 di Queen City Mall Semarang pada 6–9 Agustus 2026 untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menyebut kegiatan ini mengedepankan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan literasi, pengembangan Halal Value Chain, pemberdayaan UMKM, dan perluasan akses ekonomi syariah yang inklusif serta berkelanjutan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal

BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal

BI Jateng Tancap Gas Bangun Ekonomi Syariah, 450 Guru Disiapkan Jadi Motor Literasi Halal

Pembukaan Festival Jateng Syariah 2026. di Queen City Mall Semarang
Pembukaan Festival Jateng Syariah 2026. di Queen City Mall Semarang
featured-img

SEMARANG – Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan syariah melalui penyelenggaraan Festival Jateng Syariah (FAJAR) 2026 yang digelar pada 6–9 Agustus 2026 di Queen City Mall Semarang. Mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Sinergi Penguatan Literasi dan Halal Value Chain, ajang ini menjadi ruang kolaborasi pemerintah, dunia pendidikan, pesantren, pelaku usaha hingga industri keuangan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah di Jawa Tengah.

Pembukaan FAJAR 2026 berlangsung di The Suri Ballroom, Queen City Mall Semarang, Kamis (6/8), dan dihadiri sekitar 400 peserta dari berbagai unsur, mulai Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), BPJPH, pemerintah daerah, MUI, KDEKS, LPPOM MUI, MES, akademisi, pondok pesantren, perbankan syariah, lembaga ziswaf, pelaku usaha hingga media.

Wakil Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan literasi menjadi kunci agar masyarakat semakin memahami manfaat ekonomi dan keuangan syariah. Menurutnya, pemahaman tersebut akan mendorong masyarakat menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi sehari-hari sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, berkomitmen menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu penggerak pembangunan daerah, karena mampu memberi ruang tumbuh yang sama bagi usaha besar maupun pelaku UMKM.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, menekankan bahwa percepatan pengembangan ekonomi syariah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan literasi masyarakat dan pembangunan Halal Value Chain (HVC) yang terintegrasi.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan BI Jateng adalah menyiapkan sekitar 450 guru dan kepala sekolah SMA sebagai agen literasi melalui program Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah (SPES) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Program tersebut tidak hanya mengenalkan materi ekonomi syariah dalam pembelajaran, tetapi juga membangun budaya halal di lingkungan sekolah, mulai dari pengelolaan kantin sehat, koperasi siswa hingga pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

“Guru diharapkan menjadi Key Opinion Leader yang mampu menularkan pemahaman ekonomi syariah kepada generasi muda sejak dini,” kata Noor Nugroho.

Di sisi lain, BI Jateng juga memperkuat Halal Value Chain melalui berbagai program, seperti edukasi ekonomi syariah, pelatihan dan sertifikasi auditor maupun penyelia halal, pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha, hingga pengembangan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS).

Rangkaian pengembangan ekonomi syariah tersebut semakin lengkap dengan digitalisasi keuangan sosial syariah, business matching pembiayaan, Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026, hingga Forum Silaturahmi Himpunan Bisnis Pesantren (HEBITREN).

Pada kesempatan yang sama, BI Jateng bersama Wakil Gubernur juga menyerahkan berbagai apresiasi atas capaian pengembangan ekonomi syariah hasil kolaborasi dengan berbagai mitra. Selain itu diumumkan para pemenang Halal Chef Competition kategori profesional, yakni Mohamad Rozikin dari Jepara, Wahyu Bagas Widiyanto dari Gumaya Tower Hotel Semarang, serta Dhani Ardiansyah dari Bodega at Somerset Queen City Semarang.

Selama penyelenggaraan FAJAR 2026, masyarakat juga dapat mengikuti beragam kegiatan edukatif melalui Halal Experience yang menghadirkan 18 tenant kuliner dan 9 booth edukasi.

Tahun ini terdapat tiga zona baru yang menjadi daya tarik, yakni Halal Value Chain Hub untuk konsultasi sertifikasi halal, Business and Financial Hub yang menyediakan layanan konsultasi keuangan dan informasi pariwisata, serta Sustainability Hub yang mengangkat gaya hidup ramah lingkungan melalui fesyen berkelanjutan, daur ulang, hingga workshop kreatif.

BI Jateng juga menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang untuk mengenalkan konsep Zona KHAS di lingkungan sekolah menengah pertama sebagai bagian dari edukasi konsumsi pangan halal, aman, dan sehat sejak usia dini.

Berbagai langkah tersebut diharapkan mampu mengantarkan Jawa Tengah kembali meraih prestasi pada Anugerah Adinata Syariah 2026. Tahun lalu, Jawa Tengah berhasil memborong enam kategori penghargaan, yakni Keuangan Mikro Syariah, Zona KHAS, Wakaf, Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal, Ekonomi Pesantren, serta Pariwisata Ramah Muslim.

Tak hanya itu, FAJAR 2026 juga menjadi bagian dari dukungan Bank Indonesia terhadap target pembangunan Jawa Tengah 2027 yang menempatkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, BI Jateng berharap literasi ekonomi syariah semakin meningkat, akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku usaha semakin luas, serta kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang semakin kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

BACA JUGA :

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sejak 2026 sebagai penggerak ekonomi 2027. Sekretaris Disbudparekraf Jateng Endro Wicaksa menyebut fokus diarahkan pada penguatan SDM, pengembangan destinasi, dan infrastruktur, sementara BI mendorong investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan agar kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian daerah terus meningkat.
Melihat dari Dekat Resep Sukses Bali, Jawa Tengah Siapkan Pariwisata Berkelanjutan sebagai Penggerak Ekonomi 2027
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Optimisme masyarakat Jawa Tengah terhadap perekonomian tetap terjaga pada Juni 2026. Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 113,55 atau berada di zona optimistis. Kondisi tersebut didukung penilaian positif terhadap ekonomi saat ini serta ekspektasi perbaikan pendapatan, peluang kerja, dan aktivitas usaha dalam enam bulan ke depan, sehingga daya tahan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Optimisme Konsumen Jawa Tengah Tetap Terjaga pada Juni 2026
Muat Lebih

INFOGRAFIS

TERKINI

Sebuah counter handphone Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, diduga menjadi sasaran perampokan pada Kamis (6/8/2026). Sejumlah handphone dilaporkan hilang, tiga kamera CCTV ditemukan rusak, dan pemilik toko belum diketahui keberadaannya. Kapolsek Ambarawa, Ririh Widiastuti, menyatakan Satreskrim Polres Semarang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap peristiwa tersebut.
Breaking News! Counter HP di Ambarawa Diduga Dirampok, Pemilik Belum Diketahui Keberadaannya
Sebuah counter handphone Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, diduga menjadi sasaran perampokan pada Kamis (6/8/2026). Sejumlah handphone dilaporkan hilang, tiga...
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
JKN Tembus 98 Persen, BPJS Kesehatan Ungaran Perkuat Mutu Layanan dan Pastikan Pasien Tetap Terlayani
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran mencatat cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga telah melampaui 98 persen. Kepala BPJS Kesehatan...
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang memperkuat upaya pencegahan kebakaran di TPA Blondo, Kecamatan Bawen, selama musim kemarau dengan penyemprotan rutin di titik rawan dan peningkatan kesiapsiagaan personel. Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, menyebut langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya kasus kebakaran yang telah mencapai 80 kejadian hingga awal Agustus 2026, didominasi kebakaran hutan dan lahan.
Cegah Kebakaran TPA Blondo, Damkar Kabupaten Semarang Rutin Semprot Titik Rawan
Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang memperkuat upaya pencegahan kebakaran di TPA Blondo, Kecamatan Bawen, selama musim kemarau dengan penyemprotan rutin di titik rawan dan peningkatan kesiapsiagaan...
Warga Resah! Pemkot Salatiga Larang Buang Sampah Organik ke TPA Ngronggo
Warga Resah! Pemkot Salatiga Larang Buang Sampah Organik ke TPA Ngronggo
Kebijakan Pemerintah Kota Salatiga yang melarang pembuangan sampah organik ke TPS dan TPA Ngronggo sejak 1 Agustus 2026 memicu keluhan sebagian warga karena dinilai belum didukung sistem dan fasilitas...
Polres Semarang meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau dengan memperkuat kesiapsiagaan personel, memetakan wilayah rawan, serta mengintensifkan patroli terpadu bersama TNI, BPBD, dan instansi terkait. Kapolres Semarang, Heru Dwi Purnomo, menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kebakaran melalui pencegahan, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Musim Kemarau Kian Memuncak, Kapolres Semarang: Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan!
Polres Semarang meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau dengan memperkuat kesiapsiagaan personel, memetakan wilayah rawan, serta mengintensifkan patroli...

POPULER

Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali 3
Belajar dari Keberhasilan Desa Wisata Penglipuran Bali
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved