KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Wali Kota Semarang Dorong Pengungkapan Kasus KDRT di Sendangguwo

Wali Kota Semarang Dorong Pengungkapan Kasus KDRT di Sendangguwo

Wali Kota Semarang Dorong Pengungkapan Kasus KDRT di Sendangguwo

(Foto doc/Bagian Kompimpro Setda Kota Semarang)
Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu siap membantu korban KDRT yang menimpa warga Sendangguwo Kecamatan Tembalang.

Semarang – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang baru-baru ini terjadi di Kelurahan Sendangguwo telah menggugah keprihatinan dari wali kota perempuan pertama di Kota Semarang.

Dalam respons atas kejadian ini, beliau dengan tulus mengajak kaum perempuan untuk mengatasi rasa takut dan bersuara dengan tegas jika mereka mengetahui ada tanda-tanda atau kasus KDRT di sekitar mereka. Lebih dari itu, situasi KDRT yang berlangsung dalam waktu yang cukup lama di Kelurahan Sendangguwo telah menambahkan kedalaman prihatin.

“Saya kemarin lihat sendiri (korban), dan ternyata miris sekali. Kalau saya lihat dari kondisi rumahnya, itu kemungkinan karena faktor ekonomi juga. Saya berharap perempuan-perempuan berani menyuarakan, karena kemarin kalau dari penjelasan pihak kepolisian, korban ini sudah banyak lebam dan sepertinya kekerasan sudah berlangsung lama,” katanya.

Lebih lanjut, Mbak Ita akan segera bentuk tim khusus, sehingga harapannya kaum perempuan bisa lebih berani bersuara. Dirinya juga menyampaikan dalam upaya pencegahan maupun penanganan kasus KDRT di Kota Semarang, tentunya akan melibatkan banyak stakeholder. Beberapa kegiatan seperti sosialisasi terkait peran RDRM (Rumah Duta Revolusi Mental) dan pengoptimalisasi terkait rumah aman maupun rumah singgah juga akan terus dilakukan.

“Sekarang ada 142 kasus atau lebih, karena ada yang gak lapor, ada yang gak berani. Makanya kami akan sosialisasikan tentang Rumah Duta Revolusi Mental, ada call center untuk melakukan komunikasi. Saya juga akan memaksimalkan adanya UPTD untuk perlindungan perempuan, juga rumah aman atau rumah singgah ini juga harus ditingkatkan,” pungkasnya.

Kabar Terkini

POPULER

GIIAS Semarang 2026 menyiapkan tiga pilihan parkir bagi pengunjung di Gedung Muladi Dome UNDIP, area belakang SPBU UNDIP, dan sepanjang Jalan Banyu Putih Raya. Parkir utama menampung lebih dari 780 kendaraan, sementara area tambahan berkapasitas hingga 200 kendaraan. Pengunjung dari Jalan Banyu Putih Raya juga mendapat fasilitas shuttle bus gratis.
Ini Tempat Parkir GIIAS 2026 Semarang
Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
[pekok2]