URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Menurut Suci Rohandayani, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo (UNW), situasi ini belum banyak dipahami oleh masyarakat, karena sosialisasi yang belum masif.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Waspada! Kondisi Ini Bisa Sebabkan Menopause Dini

Waspada! Kondisi Ini Bisa Sebabkan Menopause Dini

Waspada! Kondisi Ini Bisa Sebabkan Menopause Dini

featured-img

UNGARAN – Beban pekerjaan yang terlalu berat atau kondisi psikologis seseorang yang tak stabil erat kaitannya dengan kesehatan mental. Selain berpotensi menyebabkan stres dan depresi, kondisi itu ternyata juga mempengaruhi keseimbangan hormonal dalam tubuh. Jika tidak mendapatkan penanganan maka dapat memicu terjadinya menopause/ andropause dini.

Hal itu mengemuka saat Sosialisasi Pra Menopause bagi warga Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang di Balai Kelurahan setempat, Jumat (26/8/2022).

Menurut Suci Rohandayani, mahasiswa dari Program Studi (Prodi) S1 Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo (UNW), situasi ini belum banyak dipahami oleh masyarakat, karena sosialisasi yang belum masif.

“Kondisi psikis yang tidak sehat bisa memicu menopause/ andropause datang lebih cepat. Bahkan usia di bawah 45 tahun sekalipun seorang perempuan sudah mengalami menopause atau andropause pada laki- laki,” ujarnya.

Jika sudah demikian, lanjutnya, bisa berdampak pada penurunan kualitas hidup karena kesehatan mentalnya terganggu. Biasanya mereka yang menjelang masa menopause/ andropause akan kebingungan, beberapa juga belum siap.

“Oleh karena itu perlu dipahami apa yang harus dilakukan dalam memasuki fase fisiologis dan biologis ini. Sehingga menjadi lebih tahu bagaimana cara mengatasi jika mereka telah masuk masa menopause,” jelasnya.

Menurut, Andri Yani, salah seorang penyelenggara kegiatan ini, edukasi pra menopause ini digelar agar warga yang ada di lingkungan Panjang memahami bagaimana mempersiapkan dan menghadapi masa menopause dengan tetap percaya diri.

“Lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membantu dan mendukung seseorang menghadapi masa menopause. Baik berupa terapi melalui olahraga maupun pengaturan gaya hidup sehat,” katanya. (win)

BACA JUGA :

Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengalihan status guru PPPK dari pemerintah daerah menjadi pegawai pemerintah pusat mulai 2027 mendapat perhatian Pemkab Semarang. BKPSDM Kabupaten Semarang menyatakan masih menunggu petunjuk teknis resmi pemerintah pusat, terutama terkait administrasi, pembiayaan, pembinaan, kewenangan, serta mekanisme pengelolaan ribuan guru PPPK dan PNS di daerah.
4.200 PPPK Guru di Kabupaten Semarang Berpotensi Diambil Alih Pusat, BKPSDM Tunggu Juknis
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan