Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan tinggi muka air laut di wilayah pesisir Semarang dan sekitarnya mencapai 0,9 meter pada pukul 07.00 hingga 11.00 WIB, Senin (29/6/2026). Kondisi pasang maksimum tersebut menjadi periode yang perlu diperhatikan karena berpotensi meningkatkan risiko genangan rob di sejumlah kawasan pesisir yang memiliki elevasi rendah.
Berdasarkan prakiraan pasang surut harian, permukaan laut mulai mengalami kenaikan sejak dini hari dari sekitar 0,3 meter pada pukul 01.00 WIB. Ketinggian air kemudian meningkat bertahap menjadi 0,4 meter pada pukul 02.00 WIB, 0,5 meter pada pukul 03.00 WIB, 0,6 meter pada pukul 04.00 WIB, 0,7 meter pada pukul 05.00 WIB, dan 0,8 meter pada pukul 06.00 WIB sebelum mencapai puncak 0,9 meter selama lima jam berturut-turut, yakni pukul 07.00–11.00 WIB. Nilai Mean Sea Level (MSL) berada pada kisaran 0,6 meter.
Memasuki siang hingga sore hari, tinggi muka air laut mulai berangsur turun menjadi 0,8 meter pada pukul 12.00–13.00 WIB, kemudian 0,7 meter pada pukul 14.00–15.00 WIB, 0,6 meter pada pukul 16.00–17.00 WIB, dan terus menurun hingga mencapai 0,3 meter pada pukul 21.00–24.00 WIB. Pola tersebut menunjukkan kondisi pasang tinggi terjadi pada pagi hingga menjelang siang sebelum memasuki fase surut pada sore hingga malam.
Sementara itu, prakiraan cuaca maritim untuk Perairan Semarang–Demak didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, berubah menjadi berawan tebal pada siang hingga malam. Suhu udara berkisar 26–30 derajat Celsius dengan kelembapan udara sekitar 54–77 persen.
Angin bertiup dengan kecepatan sekitar 6–12 knot, dengan embusan maksimum mencapai 21 knot. Kondisi gelombang laut diprakirakan relatif rendah hingga sedang, yakni 0,5–1,25 meter, sehingga secara umum masih mendukung aktivitas pelayaran lokal dan perikanan, namun tetap memerlukan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Arus laut bergerak ke arah barat daya (SW) dengan kecepatan berkisar 0,68–0,94 knot, sementara suhu permukaan laut berada di sekitar 30 derajat Celsius.
Masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir, nelayan, operator pelabuhan, serta pengguna jasa transportasi laut di wilayah Semarang, Demak, dan pesisir utara Jawa Tengah disarankan mengikuti perkembangan informasi cuaca maritim dan pasang surut terbaru dari BMKG. Perhatian khusus diperlukan pada periode 07.00–11.00 WIB, ketika tinggi muka air laut berada pada level maksimum dan berpotensi meningkatkan dampak rob di wilayah pesisir yang rawan.
Sumber:
Informasi Prakiraan Pasang Surut wilayah Semarang berlaku Senin, 29 Juni 2026 pic.twitter.com/DlhjzEKRBT
— MARITIMSEMARANG (@maritimsemarang) June 28, 2026



